BANGKAPOS.COM, BANGKA — Semarak Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kampung Simpang Paitjaya, Desa Belo Laut, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, berlangsung hangat dan penuh warna.
Perayaan ini tidak sekadar menjadi ajang seremonial tahunan, melainkan panggung nyata yang mempererat kebersamaan dan merajut kembali tali silaturahmi antarwarga di tengah rutinitas harian mereka.
Suasana kemeriahan terpancar dari riuhnya keterlibatan seluruh lapisan masyarakat mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa.
Gelak tawa dan sorak dukungan mewarnai berbagai arena perlombaan, mulai dari pertandingan bola voli yang sengit, kelucuan lomba makan kerupuk, serunya laga futsal, hingga kebersamaan dalam jalan santai dan tradisi doa bersama.
Semangat gotong royong terpatri kuat sejak hari pertama persiapan. Bekerja sama dengan panitia, warga saling bahu-membahu membersihkan lokasi, mendirikan panggung, menata perlengkapan perlombaan, hingga memastikan seluruh kebutuhan acara terpenuhi dengan lancar.
Puncak keramaian kian terasa pada Minggu (16/8/2026) malam. Warga setempat terpukau menyaksikan alunan ritmis dan atraksi magis seni tradisional Kuda Lumping Wahyu Condro Budoyo.
Pertunjukan budaya ini tak hanya menjadi hiburan yang dinanti-nanti, tetapi juga ruang pelestarian seni warisan leluhur di tengah arus modernisasi.
Kemeriahan berlanjut pada Senin (17/8/2026) malam lewat dentuman irama rakyat dari panggung Campursari Dangdut Koplo AD Musik asal Pangkalpinang, yang siap mengajak seluruh warga bergoyang bersama.
Ketua Panitia HUT ke-81 RI Simpang Paitjaya, Joko, menegaskan bahwa esensi dari seluruh rangkaian acara ini adalah nilai kebersamaan.
"Kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi bagaimana kita mengisi kemerdekaan dengan kebersamaan dan kegiatan positif di lingkungan masyarakat," ujar Joko kepada Bangkapos.com (18/8/2026)
Dia menyebut, bahwa perlombaan-perlombaan yang diselenggarakan hanyalah pemantik, sementara tujuan utamanya adalah membangun ruang interaksi yang hangat tanpa sekat usia.
"Yang penting kebersamaannya. Dari anak-anak sampai yang tua ikut meramaikan dan saling berinteraksi," ungkapnya.
Menurutnya, yang terpenting adalah tingginya partisipasi masyarakat yang patut diapresiasi. Pasalnya, kesuksesan acara ini lahir dari kerja keras bersama.
“Semoga persatuan dan semangat gotong royong ini tidak redup seiring usainya perayaan kemerdekaan, melainkan terus mengakar kuat dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” harapnya.
(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)