TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Hilangnya ASN Bayu di Sungai Cisadane, kawasan Bogor Selatan, Kota Bogor masih belum ada titik terang.
Pencarian oleh tim SAR sampai hari keenam operasi, Selasa (18/8/2026) siang masih belum membuahkan hasil.
Di saat yang sama, warga pun mengaku masih bingung dengan kronologi dugaan korban tercebur ke sungai.
"Kronologinya belum jelas," kata Baba (60), salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, Selasa (18/8/2026).
Sebab saksi mata yang ada hanya mendapati motor korban miring di atas jembatan, tak melihat korban tercebur.
Dugaan Bayu kecelakaan di jembatan itu hingga tercebur juga belum meyakinkan.
Karena ada kondisi yang dinilai janggal saat sepeda motor sang ASN ditemukan pada Kamis (13/8/2026) malam itu.
Salah satu saksi yang menemukan motor sang ASN, Fahri (29) mengakui bahwa memang ada sedikit keanehan jika Bayu disebut kecelakaan.
Karena tidak ada bekas kecelakaan yang mencolok di sekitar badan jembatan.
"Makanya yang bikin saya bingung, gak ada bekasnya (di jembatan)," kata Fahri.
Namun memang, kondisi motor seperti ada bekas terbentur berupa bagian besi dekat tangki motornya yang agak sedikit belah atau retak.
"Emang Megapro mah kan tangki bensinnya ada besinya, itu cuma belah, belah doang, emang dikit belahnya itu teh," kata Fahri.
Sementara dugaan kecelakaan muncul karena area dekat jembatan merupakan akses jalan turunan curam dan berbahaya.
Kata Fahri, sebelumnya memang sudah ada beberapa kendaraan sepeda motor yang kecelakaan di turunan dekat jembatan tersebut.
Pantauan TribunnewsBogor.com, tim SAR sampai Selasa (18/8/2026) masih melakukan pencarian di Sungai Cisadane dekat jembatan.
Petugas menggunakan perahu karet mengitari area sungai di bawah jembatan.
Area sungai tersebut juga dikenal memiliki kedalaman lebih dari tiga meter.
Sehingga beberapa petugas SAR pun sampai melakukan penyelaman sambil diikat tali yang dipegang oleh petugas lain di atas perahu karet.