Seru-seruan Lomba Gigit Koin di Semangka, Dokter Wanti-wanti Risikonya
GH News August 18, 2026 05:09 PM
Jakarta -

Lomba gigit koin dari semangka menjadi salah satu permainan yang kerap memeriahkan perayaan 17 Agustus. Peserta ditantang mengambil koin yang ditancapkan pada semangka dengan cara menggigitnya. Semakin sulit koin diambil, semakin seru pula perlombaannya.

Di sisi lain, ada aspek keamanan pangan yang perlu diperhatikan. Apalagi jika satu buah semangka digunakan secara bergantian oleh banyak peserta dan setiap peserta harus menggigit bagian buah yang sama.

Spesialis Gizi Klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, mengingatkan pentingnya memperhatikan risiko yang perlu diwaspadai salah satunya berasal dari perpindahan air liur ke permukaan buah.

Ada Risiko Kontaminasi Silang dari Air Liur

Air liur bukan cairan yang steril. Rongga mulut secara alami menjadi tempat hidup berbagai mikroorganisme yang membentuk mikrobioma oral.

Penelitian menunjukkan rongga mulut manusia dihuni ribuan kelompok bakteri. Studi mengenai mikrobioma air liur juga menemukan setidaknya 68 kelompok bakteri inti yang secara konsisten ditemukan pada sampel manusia. Sementara itu, penelitian lain memperkirakan jumlah bakteri pada rongga mulut dapat mencapai sekitar 1,58 miliar bakteri pada kondisi tertentu.

[Gambas:Instagram]

Rongga mulut memiliki mikrobiota yang beragam, termasuk bakteri aerob dan anaerob, serta sejumlah mikroorganisme lain. Keberadaan bakteri di dalam mulut juga tidak berarti semuanya merupakan bakteri penyebab penyakit. Sebagian merupakan bagian normal dari mikrobioma oral. Namun, ketika air liur berpindah, aspek higienitas tetap perlu diperhatikan.

"Bayangkan, satu buah digigit bergantian oleh banyak orang. Walaupun cuma sebentar, tapi ada risiko kontaminasi silang dari air liur," ujar dr Yaze.

Dalam lomba gigit koin, satu buah semangka yang ditancapkan koin dapat digigit secara bergantian oleh banyak peserta. Kontak tersebut membuat air liur berpotensi berpindah ke permukaan buah.

Risikonya tidak hanya berasal dari koin yang digunakan. Bagian semangka yang langsung digigit juga dapat terkena air liur peserta.

"Karena yang kena air liur bukan cuma koin, tapi juga buahnya," jelasnya.

Karena itu, mencuci atau merebus koin setelah perlombaan tidak serta-merta menjadi terhindar dari risiko kontaminasi air liur. Bagian buah yang sudah berkontak langsung dengan air liur tetap perlu menjadi perhatian.

Risiko Menelan Oli atau Gemuk dengan Tidak Sengaja

Risiko lain yang perlu diperhatikan dalam permainan gigit koin di semangka yang dilumuri oli maupun gemuk (grease) agar koin lebih sulit diambil adalah oli tertelan oleh peserta lomba.

Gemuk (grease) merupakan bahan pelumas berbentuk semi-padat yang memang digunakan untuk kebutuhan mesin atau komponen tertentu, bukan untuk makanan. Ketika bahan tersebut dioleskan pada bagian semangka yang ditancapkan koin dan akan digigit, ada kemungkinan bahan pelumas ikut menempel pada mulut atau tidak sengaja masuk ke dalam tubuh ketika peserta mengambil koin.

Oli dan gemuk tidak dibuat untuk bersentuhan langsung dengan bahan pangan dan mengandung berbagai senyawa yang dapat berbahaya ketika masuk ke tubuh. Jika tertelan, bahan tersebut dapat menimbulkan gangguan saluran pencernaan dan pada kondisi tertentu menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius.

"Kalau buahnya kena oli atau bahan yang bukan untuk makanan, setelah lomba sebaiknya jangan dimakan lagi walaupun udah dicuci," kata dr Yaze.

Semangka yang sudah terkena oli atau bahan non-pangan sebaiknya tidak kembali dikonsumsi meskipun telah dicuci. Pasalnya, pencucian tidak dapat menjamin bahwa seluruh bahan yang sudah berkontak dengan buah benar-benar hilang.

Lomba gigit koin di semangka boleh menjadi permainan yang menghibur saat perayaan 17-an. Setelah digunakan untuk permainan, semangka sebaiknya tidak kembali disajikan sebagai makanan karena adanya risiko kontaminasi patogen dari air liur maupun bahan kimia dari oli atau gemuk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.