Rombongan Mahasiswa Diblokade, Wakil Ketua BEM UI Lantang Minta Polisi Diam
Dwi Rizki August 18, 2026 05:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Perdebatan antara pihak kepolisian dengan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) Fathimah Azzahra memanas saat massa mahasiswa menggelar aksi demonstrasi menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Perdebatan itu terjadi tepat di depan Plaza UOB ketika polisi meminta massa mahasiswa tidak memenuhi jalur TransJakarta.

Imbauan tersebut disampaikan lantaran arus bus TransJakarta tersendat akibat sebagian massa aksi meluber hingga ke jalur khusus tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, kemacetan bus TransJakarta bahkan mengular hingga sekitar lima bus.

Polisi kemudian meminta mahasiswa kembali merapat ke jalur yang telah disediakan untuk massa aksi.

Namun, Fathimah yang berada di atas mobil komando menjelaskan bahwa dirinya tidak sedang melakukan orasi.

Ia mengatakan, mikrofon yang digunakan hanya untuk mengatur rekan-rekannya agar tidak terhimpit di tengah padatnya massa.

Baca juga: Bocah Pengayuh BMX Tewas dalam Kecelakaan dengan Truk di Bantargebang

"Pak polisi! bapak Reynold (Kapolres Metro Jakarta Pusat) saya dari tadi menggunakan mic saya bukan orator! Bapak tadi mengatakan saya orator, saya bukan orator pak. Saya memegang mic ini karena saya melihat teman-teman saya terhimpit. Saya meminta teman saya kembali ke sini (merapat barisan). Karena teman-teman saya berharga!" tegas Fathimah di atas mobil komando.

Fathimah kemudian meminta polisi memberikan kesempatan kepadanya untuk mengatur barisan mahasiswa.

"Pak! tolong diam dulu! Biar saya mengatur teman-teman saya!" ujarnya lewat pengeras suara.

FATIMAH ADU ARGUMEN - Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra memimpin barisan, berdiri berhadapan langsung dengan petugas kepolisian. Tanpa gentar, wanita pemberani ini terlibat adu urat saraf dan argumen yang alot dengan para petugas agar mobil komando yang membawa sound system diperbolehkan masuk ke Bundaran HI sebagai alat mereka menyampaikan aspirasi.

Ia menuntut keadilan, meminta agar polisi konsisten menjaga ruang demokrasi dan tidak menghalang-halangi hak mahasiswa untuk bersuara.
FATIMAH ADU ARGUMEN - Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra memimpin barisan, berdiri berhadapan langsung dengan petugas kepolisian. Tanpa gentar, wanita pemberani ini terlibat adu urat saraf dan argumen yang alot dengan para petugas agar mobil komando yang membawa sound system diperbolehkan masuk ke Bundaran HI sebagai alat mereka menyampaikan aspirasi. Ia menuntut keadilan, meminta agar polisi konsisten menjaga ruang demokrasi dan tidak menghalang-halangi hak mahasiswa untuk bersuara. (Tribunnews/Reza Deni)

Pernyataan tersebut langsung disambut sorakan massa mahasiswa yang berada di sekitar mobil komando.

Di sisi lain, sejumlah penumpang TransJakarta yang berada di dalam bus turut mengabadikan momen perdebatan tersebut menggunakan telepon seluler.

Aksi mahasiswa BEM UI bersama sejumlah kampus lainnya itu berlangsung dengan tujuan menuju kawasan Bundaran HI. Massa sebelumnya melakukan long march dan sempat tertahan sebelum mencapai lokasi tersebut.

Suasana Memanas

Gemuruh protes memecah hiruk-pikuk Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) siang.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan aliansi kampus lainnya harus menelan kekecewaan.

Langkah mereka untuk melakukan long march menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) terpaksa terhenti oleh barikade keamanan, padahal episentrum aksi itu tinggal berjarak kurang dari satu kilometer.

Pantauan di lokasi hingga pukul 14.12 WIB, lautan almamater kampus tampak tertahan tepat di depan Plaza UOB, di sisi selatan Menara BCA. Bukannya mundur, massa justru merapatkan barisan.

Mereka bertahan, mengubah jalanan menjadi panggung orasi dadakan seraya menyambut gelombang mahasiswa tambahan yang terus berdatangan untuk bergabung.

"Buka jalannya! Buka jalannya!" gemuruh suara massa aksi menggema, mendesak aparat untuk memberikan ruang gerak.

Baca juga: Langkah Tertahan Kurang dari 1 Km dari Bundaran HI Jakarta, Mahasiswa UI Minta Akses Jalan Dibuka

DEMO MAHASISWA - Langkah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah kampus lain tertahan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Lokasi aksi unjuk rasa hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang menjadi tujuan long march mahasiswa.
DEMO MAHASISWA - Langkah mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan sejumlah kampus lain tertahan di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026). Lokasi aksi unjuk rasa hanya berjarak kurang dari satu kilometer dari Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang menjadi tujuan long march mahasiswa. (Warta Kota/Yolanda Putri Dewanti)

Suarakan Penolakan MBG dan Harga BBM

Dari atas mobil komando yang membelah kerumunan, suara lantang para orator saling bersahutan.

Mereka menyoroti berbagai isu krusial nasional, dengan fokus utama pada penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai bermasalah.

"Tolak MBG sekarang juga!" teriak para mahasiswa dengan penuh emosi.

Kekecewaan terhadap penguasa pun tak dibendung.

Di sela-sela panasnya terik matahari Jakarta, terdengar pekikan tajam, "Prabowo sudah gagal!" yang berulang kali disuarakan.

Di tengah rapatnya barisan manusia, berbagai atribut aksi dikibarkan.

Bendera-bendera kampus menari di udara, berdampingan dengan poster dan spanduk bernada satir.

Dua tuntutan paling mencolok tertulis tebal di atas spanduk yang dibentangkan mahasiswa: “Usut Tuntas Korupsi MBG” dan “Turunkan Harga BBM”.

Ketegangan dengan Aparat dan Imbas Lalu Lintas

Situasi di lapangan tidak sepenuhnya cair.

Percikan ketegangan sempat mewarnai jalannya unjuk rasa saat barisan mahasiswa berhadapan langsung dengan aparat kepolisian.

Gesekan verbal dan adu argumen dilaporkan terjadi antara massa BEM UI dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold Hutagalung, yang turun memantau langsung ke lokasi.

Imbas dari tumpahnya massa yang menduduki separuh jalan ini, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI terdampak signifikan.

Pihak kepolisian terpaksa menutup sejumlah akses persimpangan dan mengalihkan laju kendaraan demi mengurai kepadatan sekaligus menjaga sterilisasi area.

Di sisi lain, barisan aparat kepolisian bersiaga penuh dengan pendekatan persuasif, menjaga agar eskalasi tidak memanas di jantung ekonomi ibu kota.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.