2 Gajah Sumatera Gembira Loka Zoo Yogyakarta Dipindah ke Kaltim, Tempuh 1.671 km, Dititip Rawat
ninda iswara August 18, 2026 05:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Dua gajah Sumatera di Gembira Loka Zoo Yogyakarta dipindahkan ke Tabang Zoo, Kalimantan Timur. Kedua gajah yang dipindahkan yakni bernama Deo dan Sinta.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) ungkap alasan mengapa dua gajah tersebut dipindahkan ke Tabang Zoo.

Pemindahan dua gajah, Deo dan Sinta, dilakukan setelah Gembira Loka Zoo (GL Zoo) menilai kondisi satwa di dalamnya telah mengalami overpopulasi. Situasi tersebut mendorong pengelola mencari lokasi baru yang dinilai lebih sesuai untuk mendukung kehidupan kedua gajah tersebut.

Deo dan Sinta kemudian menjalani perjalanan panjang sejauh 1.671 kilometer dari Yogyakarta menuju Kalimantan Timur melalui jalur darat dan laut. Perjalanan diawali dari Yogyakarta menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan, Jawa Timur, sebelum keduanya diseberangkan ke Pelabuhan Bahaur, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah.Setibanya di Kalimantan Tengah, perjalanan kembali dilanjutkan melalui jalur darat hingga akhirnya menuju Tabang Zoo di Kalimantan Timur.

Direktur Utama Gembira Loka Zoo, KMT A Tirtodiprojo, menjelaskan bahwa Deo dan Sinta merupakan satwa titipan dari Linggo Asri Pekalongan.

"Bagi kami merupakan suatu kebanggaan ketika dipercaya untuk dititipi. Tetapi kami sudah menyatakan, saat ini GL Zoo sudah overpopulasi. Maka kita harus mencari tempat di mana gajah ini bisa dipindahkan," ujar Tirto dilansir dari TribunJogja, Senin (17/8/2026).

Pemindahan ini menjadi langkah yang diambil GL Zoo untuk menempatkan Deo dan Sinta di lingkungan baru yang diharapkan dapat memberikan ruang dan kondisi pemeliharaan yang lebih sesuai.

Kesehatan Diperiksa

Sebelum perjalanan dimulai, tim medis bersama para ahli gajah terlebih dahulu memastikan kondisi Deo dan Sinta benar-benar siap untuk menjalani translokasi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya mencakup kesehatan fisik, tetapi juga kondisi perilaku kedua gajah.

Keduanya baru dinyatakan layak berangkat setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kondisi mereka dalam keadaan prima. Hasil tersebut sekaligus memastikan Deo dan Sinta memiliki kondisi yang memadai untuk menempuh perjalanan dalam jarak jauh.

Dengan seluruh persiapan dinyatakan aman, proses translokasi resmi dimulai pada 14 Agustus 2026 di bawah pengawasan tim gabungan. Perjalanan kedua gajah tersebut mendapat pendampingan khusus agar setiap tahap pemindahan dapat berlangsung dengan aman dan terkontrol.

Sebanyak 17 personel dilibatkan dalam proses tersebut, dengan tugas yang disesuaikan berdasarkan keahlian masing-masing. Tim itu melibatkan Polisi Kehutanan BKSDA Yogyakarta dan personel BKSDA Kalimantan Timur yang bertanggung jawab dalam pengawasan.

Selain itu, mahout atau pawang gajah, dokter hewan, hingga pakar senior penanganan gajah turut berada dalam rombongan. Kehadiran seluruh personel menjadi bagian penting untuk memastikan perjalanan Deo dan Sinta berlangsung aman sejak keberangkatan hingga tiba di lokasi tujuan.

Tempuh Perjalanan Darat dan Laut

Perjalanan Deo dan Sinta menuju Kalimantan Timur menempuh rute multimoda sejauh 1.671 kilometer. Rombongan memulai perjalanan dari Yogyakarta dengan tujuan awal Pelabuhan Paciran, Lamongan. Dari pelabuhan tersebut, perjalanan berlanjut menyeberangi laut menggunakan KMP Drajat Paciran.

Kapal kemudian membawa rombongan menuju Pelabuhan Bahaur yang berada di Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Pada Minggu (16/8/2026), rombongan akhirnya tiba di Pelabuhan Bahaur setelah menempuh perjalanan panjang. Setibanya di Kalimantan Tengah, perjalanan belum berakhir karena rombongan masih harus melanjutkan perjalanan darat menuju Kalimantan Timur.

Selama perjalanan, berbagai langkah dilakukan untuk memastikan kondisi Deo dan Sinta tetap nyaman. Petugas secara berkala membersihkan armada sekaligus menyemprotkan air guna membantu menjaga suhu tubuh kedua gajah. Kondisi keduanya juga terus dipantau agar tidak mengalami kelelahan berlebihan selama berada di dalam kendaraan.

Untuk memberikan kesempatan beristirahat, tim sempat berhenti di kawasan Gandang, Pulang Pisau. Dalam kesempatan tersebut, Deo dan Sinta diturunkan sementara dari kendaraan untuk melakukan peregangan. Waktu istirahat itu juga diberikan untuk membantu mengurangi kelelahan sekaligus menjaga tingkat stres keduanya tetap terkendali.

Berdasarkan hasil pemantauan, Deo dan Sinta sejauh ini berada dalam kondisi tenang dan sehat. Keduanya tetap menunjukkan nafsu makan dan minum yang baik selama perjalanan dengan pengawasan langsung dari mahout. Dengan kondisi tersebut, perjalanan panjang menuju Kalimantan Timur terus dilanjutkan dengan mengutamakan kesehatan dan kenyamanan kedua gajah.

GAJAH DIPINDAHKAN - Gembira Loka Zoo (GL Zoo) menerima titipan dua ekor Gajah Sumatera, Deo dan Sinta, dari Linggo Asri Pekalongan, Jawa Tengah. Sepasang gajah Sumatera bernama Deo dan Sinta mendadak viral di media sosial setelah menempuh perjalanan ribuan kilometer menyeberangi pulau. (TribunJogja.com/Hanif Suryo)

Dititip Rawat

Proses translokasi gajah Deo dan Sinta melibatkan Kemenhut melalui BKSDA Yogyakarta dan BKSDA Kalimantan Timur bersama Gembira Loka Zoo, Tabang Zoo, serta Tim Ahli Gajah dari Lampung. Deo diketahui merupakan gajah jantan, sementara Sinta adalah gajah betina yang sama-sama berstatus sebagai satwa dilindungi.

Keduanya berada dalam status titiprawat BKSDA Yogyakarta sejak September 2024 sebelum akhirnya direncanakan untuk dipindahkan secara permanen. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan kapasitas dan ketersediaan fasilitas yang lebih sesuai bagi kebutuhan perawatan Deo dan Sinta.

Mengutip laman resmi Kemenhut, Minggu (16/8/2026), rencana pemindahan kedua gajah itu sebenarnya telah dipersiapkan sejak 2025. Tahapan pemindahan kemudian dilanjutkan dengan proses verifikasi serta penilaian terhadap kelayakan teknis lokasi tujuan.

BKSDA Kalimantan Timur turut melakukan penilaian untuk memastikan tempat baru tersebut mampu mendukung kebutuhan kedua satwa dilindungi itu. Dari hasil verifikasi, Tabang Zoo yang berada di Kutai Kartanegara akhirnya ditetapkan sebagai lokasi baru bagi Deo dan Sinta.

Pemindahan permanen ini diharapkan dapat memberikan lingkungan perawatan yang lebih tepat sesuai kapasitas dan fasilitas yang tersedia. Dengan melibatkan sejumlah lembaga serta tim ahli, proses translokasi Deo dan Sinta dipersiapkan agar berlangsung sesuai aspek teknis dan kebutuhan konservasi.

(TribunTrends)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.