Penyaluran KUR di Kalsel Capai RP2,96 Triliun, Sektor Pertanian Penerima Terbesar
Hari Widodo August 18, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID-Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Kalimantan Selatan mencapai Rp2,69 triliun kepada 37.385 debitur dengan sektor pertanian menjadi penerima terbesar.

Sementara itu, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) tercatat Rp30,95 miliar kepada 5.547 debitur, yang mayoritas disalurkan untuk sektor perdagangan.

Catur Ariyanto Widodo, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Kalsel, menjelaskan, Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) Kalimantan Selatan tersalur sebesar Rp2,69 Triliun kepada 37.385 debitur dan Pembiayaan UMi Ultra Mikro (UMi) tersalur sebesar Rp30,95 Miliar kepada 5.547 debitur.

Berdasarkan data SIKP Kemenkeu, kinerja penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan pembiayaan Ultra Mikro (UMi) sampai 30 Juni 2026 total penyaluran KUR sebesar Rp2,69 Triliun (43,04 persen) dari target Rp5,15 T yang disalurkan kepada 37.385 debitur. 

"KUR disalurkan secara Konvensional sebesar Rp2.584,57 Miliar atau 95,98 persen dan Syariah sebesar Rp108,37Miliar 4,02 persen," jelasnya.

Baca juga: Pedagang Pasar Martapura Tertarik KUR Berbasis Syariah, Syafif Goes to Banjarmasin 2 Hari Digelar

Secara Nasional, lanjut Catur, Kalsel berada pada peringkat 17. Kalimantan Selatan menempati peringkat kedua di regional Kalimantan berdasarkan realisasi penyaluran KUR.

"Sektor pertanian menjadi sektor penerima KUR terbanyak sebesar Rp948,52 miliar atau 35,22 persen kepada 16.383 debitur dan skema mikro menjadi skema terbesar dengan penyaluran sebesar Rp1.736,33 M atau 64,48 persen kepada 33.676 debitur," jelas Catur.

Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp480,86 M kepada 5.275 debitur. Disusul oleh Kabupaten Tanahbumbu sebesar Rp348,33 M kepada 3.497 debitur dan Kabupaten Banjar sebesar Rp278,85 M kepada 4.416 debitur. 

BRI mencatat penyaluran KUR tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp1.800,40 M kepada 32.308 debitur.

Kemudian Bank Mandiri sebesar Rp278,01 M kepada 2.232 debitur. Selanjutnya oleh BNI sebesar Rp237,62 M kepada 778 debitur.

Lebih lanjut dijelaskan Catur, dalam memperkuat inklusi keuangan bagi masyarakat, pembiayaan Ultra Mikro (UMi) di Kalsel total penyaluran sebesar Rp30,95 M kepada 5.547 debitur. 

"UMi disalurkan secara Konvensional sebesar Rp5,38 M dan Syariah Rp25,57 M. Kalsel menempati posisi ke-28 dari 34 provinsi se-Indonesia dalam realisasi penyaluran pembiayaan UMi secara nasional," papar Catur.

Realisasi penyaluran UMi di Kalsel menempati peringkat ketiga di regional Kalimantan. Kota Banjarmasin mencatatkan penyaluran tertinggi, sebesar Rp6,21 miliar kepada 1.027 debitur. 

Disusul  Kabupaten Banjar Rp3,86 miliar kepada 703 debitur dan Kabupaten Hulu Sungai Selatan sebesar Rp3,10 M kepada 561 debitur. 

Baca juga: Kunjungi SYAFIF Goes to Banjarmasin, Khairudin Tertarik KUR BSI Untuk Tambah Modal Usaha

Sektor perdagangan menjadi sektor penerima UMi terbanyak sebesar 97,56 persen. Berdasarkan skema, penyaluran didominasi menggunakan skema kelompok sebesar Rp29,46 Miliar. 

PNM mencatat penyaluran UMi tertinggi dengan membukukan capaian sebesar Rp26,28 M kepada 4.651 debitur. Guna menjamin ketepatan sasaran dukungan finansial bagi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

(banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.