TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Aktris Yasamin Jasem harus menjalani proses syuting yang cukup menguras tenaga saat membintangi film Paket Santet.
Tantangan itu salah satunya hadir dalam adegan final battle yang mempertemukannya dengan Fadly Faisal dan Fatih Unru dalam rangkaian koreografi aksi yang intens.
Yasamin mengungkapkan, adegan tersebut mengharuskannya melakukan berbagai gerakan fisik, termasuk mengangkat hingga melempar tubuh lawan.
Tantangannya, seluruh gerakan itu harus terlihat meyakinkan di layar tanpa menunjukkan ekspresi kelelahan.
Baca juga: Akhirnya Dapat Peran di Film Paket Santet, Ini Cerita Unik Fiki Naki di Balik Debut Akting
“Final battle ini banyak sekali melibatkan Fatih dan Fadly ya," ujar Yasamin Jasem di kawasan Thamrin Jakarta Pusat, Selasa (18/7/2026).
"Banyak sekali harus angkut-angkut dan melempar-melempar. Tapi at the same time itu enggak boleh kelihatan keberatan,” kata Yasamin.
Menurut Yasamin, dirinya beberapa kali mendapat arahan dari sutradara agar ekspresi wajahnya tetap terlihat tenang ketika melakukan adegan fisik tersebut.
“Aku harus membuang badan mereka, itu lumayan challenging. Berapa kali Bu Dinna harus bilang, ‘Yasamin mukanya enggak boleh terlihat struggling' gitu katanya,” ujarnya.
Tak hanya soal mengangkat dan melempar lawan, koreografi dalam final battle juga melibatkan sejumlah adegan yang membutuhkan koordinasi tubuh dan timing yang presisi.
Yasamin menyebut dirinya bersama Fadly dan Fatih harus menjalani latihan serta trial and error sebelum mendapatkan hasil yang sesuai.
"Momen yang menuju akhir-akhir banget itu (lelah) belum main tempel-tempel di tembok, naik-naik ke tembok. Ada yang mau kita tubruk-tubrukan itu, challenging banget, butuh banyak waktu dan trial and error untuk dapat that perfect shot,” tutur Yasamin.
Meski melelahkan, Yasamin justru mengaku menikmati proses adu fisik dengan Fadly Faisal dan Fatih Unru.
Baginya, latihan koreografi sejak sebelum proses syuting membuat adegan aksi yang rumit menjadi pengalaman yang menyenangkan.
“Proses koreo dari final battle ini memang menyenangkan sekali dari awal kita latihan. Tapi pas nonton, we got it. Semoga enjoy,” katanya.
Pengalaman serupa juga dirasakan Fadly Faisal yang berperan sebagai Ale. Ia mengatakan salah satu tantangan dalam koreografi adalah menjaga tenaga ketika beradu fisik dengan Yasamin.
Fadly menyadari perbedaan ukuran tubuh membuat setiap gerakan harus dilakukan dengan kontrol yang baik agar tidak mencederai lawan mainnya.
“Karena badan dia (Yasamin) kecil ya, setengah kita kan. Jadi kayak kenapa-napa tuh langsung goyang, goyang. Jadi kita juga harus kontrol itu dia yang susah,” ujar Fadly.
Fadly pun mengaku sengaja menahan tenaga ketika melakukan adegan fisik bersama Yasamin.
Menurutnya, keselamatan pemain tetap menjadi hal utama selama menjalani koreografi.
“Aku lumayan menahan banget sih. Aku tahu kalau misalnya aku pakai tenaga segala macam ini, kalau dia biru-biru kita enggak jadi shooting,” ucapnya.
Sementara itu, Fatih Unru yang memerankan Deva menilai persiapan menjadi kunci agar koreografi dalam final battle dapat berjalan lancar.
Sebelum masuk ke lokasi syuting, para pemain sudah menjalani rehearsal dan workshop sehingga mereka tinggal menerapkan gerakan yang telah dipelajari.
Namun, bukan berarti prosesnya tanpa kendala. Fatih mengingat salah satu bagian yang cukup menyulitkan adalah adegan menggunakan tali.
“Pas adegan tali itu, gua udah berapa kali muter talinya. Ko enggak keingat nih orangnya. Ternyata muka gue kena talinya, kurang maju. Jadi pas muter gitu, kena talinya jadi nyangkut di muka gue,” kata Fatih.
“Lumayan teknis juga soalnya. Pusing banget kan. Jadi ya itu harus timing harus pas, berapa kali muter. So it was fun, it was fun,” tuturnya.
Sekedar informasi, film Paket Santet dibintangi Fatih Unru, Yasamin Jasem, Azela Putri, Gabriella Ekaputri, Farandika, Fiki Naki, dan Fadly Faisal.
Film horor Paket Santet dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 27 Agustus 2026.
(Tribunnews.com/ Bayu Indra Permana)