Sambil Teriak 'Revolusi', Mahasiswa Saling Dorong dengan Polisi, Botol Air Mineral Melayang
Erik S August 18, 2026 06:38 PM

Massa aksi demo dari sejumlah universitas termasuk Universitas Indonesia (UI) kembali terlibat saling dorong dengan pihak kepolisian yang menutup Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (18/8/2026).

Dari pantauan Tribunnews.com, aksi saling dorong ini terjadi ketika massa aksi mulai maju dan memaksa menutup barikade kepolisian di lokasi demonstrasi.

Sambil mengibarkan benderanya, massa aksi terus maju sambil membuat border ke arah pihak kepolisian yang berjaga. 

"Revolusi, revolusi, revolusi," teriak massa aksi di lokasi.

Saat itu, terdengar dari mobil komando aparat kepolisian yang mencoba menenangkan mahasiswa yang terus memaksa masuk dengan mendorong.

Namun, suara dari pengeras itu langsung disambut dengan makian oleh para massa aksi di lokasi.

"Teman-teman mahasiswa, mohon untuk tetap tenang, jangan sampai mencederai aksi yang sedang dijalankan," ucapan dari polisi lewat pengeras suara

Tak lama kemudian, terlihat pula dari arah massa aksi, botol air mineral mulai berterbangan ke arah kepolisian. Meski begitu, hal itu tak berlangsung lama dan situasi kembali meredam.

Sebagai informasi, Front Mahasiswa Nasional (FMN) Universitas Indonesia (UI) bersama sejumlah organisasi mahasiswa berencana menggelar aksi demonstrasi bertajuk 'Merebut Kemerdekaan' di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Selasa (18/8/2026).

Ketua FMN UI Axel Wirasakti mengatakan aksi tersebut merupakan kelanjutan dari gerakan mahasiswa yang telah dilakukan sebelumnya pada Juni 2026.

"FMN UI bersama dengan gerakan Demokratis mahasiswa seperti BEM UI, PNJ, IPB akan menyelenggarakan aksi demonstrasi kembali, 18 Agustus 2026," kata Axel dalam keterangannya kepada Tribunnews.com, Selasa (18/8/2026).

Menurut Axel, mahasiswa masih membawa tuntutan yang sama, yakni mendesak pemerintah memenuhi sejumlah tuntutan yang dinilai berkaitan dengan kepentingan rakyat.

Salah satu tuntutan yang disuarakan yakni penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Kami masih dalam komitmen yang sama, mendesak tuntutan utama rakyat untuk dimenangkan, kami tetap menuntut untuk dihentikannya program MBG dan KDMP, mahasiswa butuh pendidikan gratis sampai jenjang kuliah," ujarnya.

Selain itu, FMN UI mendesak pemerintah segera menurunkan harga bahan pokok dan bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai menjadi persoalan sehari-hari masyarakat.

Dalam isu demokratisasi, mahasiswa juga menuntut agar tindakan represif dihentikan serta meminta pemerintah menghentikan militerisme di ranah sipil.

Mereka juga menyuarakan tuntutan agar Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) dibubarkan.

"Di tambah soal demokratisasi, kami menuntut untuk dihentikannya represifitas, hentikan militerisme ranah sipil, serta bubarkan Yon TP," kata Axel.

Tak hanya itu, FMN UI juga mendesak Presiden Prabowo Subianto menarik kembali pernyataan-pernyataannya dalam pidato yang mereka nilai tidak sesuai dengan kondisi kehidupan masyarakat.

Axel menyebut massa aksi akan berangkat dari kampus UI Depok sebelum menuju lokasi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.