Tribunlampung.co.id, Jakarta - Pihak Istana Kepresidenan dan DPR RI merespons santai aksi demonstrasi yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, pada Selasa (18/8/2026).
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menilai aksi turun ke jalan mahasiswa merupakan wujud terbukanya ruang demokrasi di Indonesia untuk mendengarkan masukan publik.
Qodari menegaskan bahwa berbagai saran yang ditujukan pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto akan terus dievaluasi dan diperbaiki, terutama terkait pelaksanaan janji kampanye serta visi-misi pemerintah.
Secara terpisah, Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa menilai unjuk rasa mahasiswa sebagai hal biasa dalam dinamika berbangsa asalkan disampaikan secara tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.
Saan Mustopa turut menanggapi tuntutan BEM UI mengenai penanganan bencana di Sumatra dan NTT dengan menegaskan bahwa penanganan darurat dari pemerintah pusat sudah berjalan maksimal di lapangan.
Ratusan mahasiswa BEM UI menggelar aksi unjuk rasa sehari setelah peringatan HUT ke-81 RI dengan mengusung delapan tuntutan krusial terkait isu ekonomi, reforma agraria, hingga penolakan keterlibatan aparat di ruang sipil.
Respon tenang yang diperlihatkan pihak Istana dan parlemen menandai komitmen pemerintah untuk tetap menampung aspirasi kritis masyarakat sembari menjaga stabilitas keamanan nasional.
Baca selengkapnya Demo BEM UI Digelar Hari Ini: Istana Singgung Ruang Demokrasi, DPR Sebut Biasa Saja