Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Muamarrudin Irfani
TRIBUNNEWSBOGOR.COM, CITEUREUP - Ratusan orang menggeruduk pabrik minuman beralkohol yang berlokasi di wilayah Desa Sanja, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.
Massa yang terdiri dari organisasi keagamaan dan masyarakat itu menggelar unjuk rasa menuntut penutupan operasional pabrik.
Mereka merasa resah dengan keberadaan pabrik minuman keras (miras) yang terkenal memproduksi jenis intisari tersebut.
Pada gerbang masuk pabrik dipasangi spanduk bertuliskan 'Pabrik Ini Disegel Masyarakat dan Ummat'.
Petugas keamanan pun nampak sibuk mengamankan jalannya aksi serta kelancaran arus lalu lintas.
Dalam unjuk rasa ini, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan di depan PT. Inti Titra Sari Makmur yang berada di bawa naungan Orang Tua Group.
Adapun poin pertama tuntutan yakni mendesak penghentian produksi minuman beralkohol dan penutupan pabrik karena berdampak negatif terhadap moralitas anak bangsa serta kehidupan sosial masyarakat khususnya di wilayah Bogor.
Kedua, mengutuk keras kegiatan yang mempromosikan atau menjadi sponsor minuman beralkohol dalam kegiatan yang diselenggarakan di tempat umum.
Ketiga, menuntut pemerintah dan aparat terkait untuk melakukan pengawasan serta penindakan secara tegas terhadap produksi peredaran dan promosi minuman beralkohol yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kehidupan sosial masyarakat.
Keempat, mendesak pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengambil keputusan dan menetapkan kebijakan berupa pencabutan izin operasional sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Kelima, mengutuk keras dugaan penggunaan Al-Quran dalam kegiatan atau promosi yang dikaitkan dengan pemberian minuman beralkohol sebagai hadiah sebagaimana yg beredar terkait penyelenggaraan festival musik The Sound Project.
Keenam, menuntut bertanggung jawaban dari pihak-pihak terkait dengan kegiatan yang telah melecehkan Al-Quran, termasuk PT Inti Tirta Sari Makmur selaku produsen minuman beralkohol dan penyelenggara serta pihak dan minstra yang terlibat.
"Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan semata-mata untuk penyelamatkan anak bangsa dari bahaya minuman beralkohol," ujar Habib Iye Al Jufri selalu orator aksi, Selasa (18/8/2026).