Tribunlampung.co.id, Pesawaran - Peternak sekaligus penjual kambing konsumsi di Kabupaten Pesawaran Lampung mengeluhkan rendahnya harga jual kambing yang kini berkisar mulai Rp250 ribu per ekor.
Baca juga: Kisah Peternak Kambing Gembel di Kota Metro, Musim Kemarau Malah Panen Pakan!
Kondisi tersebut dinilai tidak sebanding dengan biaya pakan dan perawatan yang harus dikeluarkan peternak.
Yani, peternak dan pelapak kambing di Desa Karanganyar, Kecamatan Gedong Tataan mengatakan, penurunan harga mulai dirasakan sejak Hari Raya Idul Adha 2026.
Menurutnya, terdapat dua jenis kambing yang dijual di lapaknya, yakni kambing Jawa dan kambing gimbal. Untuk kambing Jawa muda, harga jualnya sekitar Rp250 ribu per ekor, sedangkan kambing dewasa berkisar Rp750 ribu.
“Kalau untuk kambing gimbal, harganya juga berkisar Rp250 ribu untuk kambing muda sampai Rp750 ribu untuk kambing dewasa. Sementara kambing jantan berkisar Rp1 juta sampai Rp1,2 juta,” kata Yani, Selasa (18/8/2026).
Yani mengatakan, harga tersebut belum mampu menutup biaya perawatan dan pakan yang dikeluarkan selama memelihara kambing.
Meski demikian, permintaan kambing masih ada, terutama untuk kebutuhan akikah dan usaha kuliner seperti sate.
“Ya kalau kita hitung, sebetulnya tidak bisa buat nutup biaya perawatan dan pakan. Tapi sejauh ini pembelian masih kami layani, biasanya untuk akikah dan penjual sate,” ujarnya.
Dia menyebutkan, sebelum harga mengalami penurunan, kambing muda dapat dijual sekitar Rp500 ribu per ekor, sedangkan kambing dewasa bisa mencapai Rp2 juta.
Dari sejumlah jenis kambing yang dijual, kambing Jawa menjadi salah satu yang paling banyak diminati konsumen.
Selain lebih mudah diterima pasar, kambing Jawa dinilai memiliki bobot daging lebih banyak dibandingkan kambing gimbal.
“Jenis yang banyak diminati adalah kambing Jawa, karena dagingnya memang lebih banyak. Untuk satu ekor kambing Jawa dewasa mencapai 15-17 kilogram, sementara daging kambing gimbal hanya berkisar 10 hingga 12 kilogram,”katanya.
Yani berharap harga kambing kembali normal agar pendapatan peternak tidak habis untuk menutupi biaya pakan dan perawatan.
Menurutnya, kestabilan harga menjadi penting bagi keberlangsungan usaha peternakan kambing, terutama bagi peternak yang mengandalkan penjualan kambing sebagai sumber pendapatan.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya )