Pasca TPA Sente Klungkung Bali Ditutup Permanen, Gunungan Sampah Kini Mulai Menghijau
Putu Kartika Viktriani August 18, 2026 08:03 PM

SEMARAPURA, TRIBUN-BALI.COM – TPA Sente di Desa Pikat, Kecamatan Dawan, Klungkung, Bali, yang selama bertahun-tahun menjadi lokasi pembuangan sampah terbesar di Klungkung kini mulai berubah wajah.

Setelah ditutup permanen sejak akhir Januari 2026, gunungan sampah yang sebelumnya menggunung perlahan tertutup tanah dan mulai ditumbuhi tanaman hijau.

Terik matahari terasa menyengat di kawasan TPA Sente pada Selasa 18 Agustus 2026 siang. 

Namun, suasana di lokasi justru relatif sepi.

Hanya beberapa orang yang terlihat melintas di kawasan bekas tempat pembuangan sampah tersebut.

 

Pagar yang sebelumnya digunakan untuk menutup akses masuk ke TPA juga masih berdiri meski kondisinya mulai terlihat usang.

Sejak ditutup permanen pada akhir Januari 2026, TPA Sente tidak lagi menerima sampah residu dari Pemkab Klungkung maupun desa-desa di Kabupaten Klungkung.

Baca juga: Kekeringan Mengintai Jembrana Bali, 971 KK Krisis Air Bersih akibat Kemarau Ekstrem

Kini, pengelolaan sampah di Klungkung difokuskan di TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat) yang berada di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba.

Sampah Masih Berserakan di Sekitar TPA Sente

Meski sudah tidak beroperasi, sejumlah sampah masih terlihat berserakan di kawasan TPA Sente, terutama di sekitar pintu masuk.

Sampah yang ditemukan antara lain popok sekali pakai atau pampers dan plastik bekas.

Sampah tersebut diduga dibuang oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab.

"Ada saja warga lewat, buang sampahnya disini sembarangan. Dilempar begitu saja," ujar seorang warga setempat, Made Adi yang saat itu kebetulan berada di TPA Sente.

Berbeda dengan kondisi sebelumnya, bagian tengah TPA Sente kini tidak lagi dipenuhi gunungan sampah terbuka.

Tumpukan sampah telah diurug menggunakan tanah sehingga bau busuk yang sebelumnya menyengat kini hampir tidak tercium.

Meski demikian, masih terlihat beberapa titik sampah yang hangus seperti baru saja terbakar.

"Beberapa hari lalu katanya sempat ada sampah yang kembali terbakar. Tapi tidak separah dulu. Kalau dulu, panas seperti ini pasti kebakaran besar. Sekarang dikit saja, sampah yang belum rata diurug," ungkapnya.

Gunungan Sampah Mulai Menghijau

Pemandangan berbeda terlihat di bagian tengah TPA Sente.

Gunungan sampah yang telah ditutup tanah kini mulai ditumbuhi tanaman liar.

Warna hijau mulai mendominasi permukaan bekas gunungan sampah.

Sejumlah tumbuhan bahkan mulai menjadi tempat hinggap burung dan serangga.

Perubahan tersebut menjadi pemandangan baru di kawasan yang sebelumnya identik dengan tumpukan sampah dan bau menyengat.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Klungkung, Dewa Komang Aswin, mengatakan aset TPA Sente merupakan milik pemerintah daerah.

Namun, hingga saat ini belum ada rencana pemanfaatan kawasan tersebut setelah ditutup permanen.

"Kalau pemanfaatan ke depannya, kami belum rencanakan. Mungkin nanti bisa jadi ruang terbuka hijau," ungkap Dewa Komang Aswin, Selasa 18 Agustus 2026.

Pengelolaan Sampah Klungkung Beralih ke TOSS

Setelah TPA Sente ditutup, Pemkab Klungkung kini mengarahkan pengelolaan sampah ke TOSS di Dusun Karangdadi, Desa Kusamba.

Menurut Dewa Komang Aswin, pengolahan sampah di Klungkung saat ini difokuskan di TOSS dengan memanfaatkan teknologi pirolisis yang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.

Penutupan TPA Sente menjadi bagian dari perubahan pola pengelolaan sampah di Klungkung.

Dari sebelumnya mengandalkan tempat pembuangan akhir dengan gunungan sampah, pemerintah kini mendorong pengolahan sampah melalui sistem yang dilakukan lebih dekat dengan sumber sampah.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.