Pemerintah Abdya Santuni 1.604 Anak Yatim, Bupati Safaruddin Minta Pejabat Jadi Ayah Asuh
Faisal Zamzami August 18, 2026 07:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Masrian Mizani | Aceh Barat Daya 


SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyalurkan santunan dan parcel kepada 1.604 anak yatim di kabupaten tersebut.

Kegiatan yang dihadiri langsung Bupati Abdya Safaruddin itu berlangsung di halaman Masjid Agung Baitul Ghafur, Blangpidie, Selasa (18/8/2026).

Acara tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, Wakil Bupati Abdya Zaman Akli, Dandim 0110/Abdya Letkol Inf Rana Mega Al-Amin, Kepala Kejaksaan Negeri Abdya Kardono, Wakapolres Abdya Kompol Surya Purba, Kepala Kantor Kementerian Agama Abdya Marwan Z, Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Abdya Tgk Muhammad Dahlan, para pimpinan SKPK, camat, dan keuchik.

Bupati Abdya Safaruddin mengatakan, bantuan tersebut merupakan penyaluran santunan anak yatim yang ketiga sepanjang tahun anggaran 2026.

Sebelumnya, Pemkab Abdya telah membantu kebutuhan seragam sekolah serta memberikan tunjangan menjelang Hari Raya melalui Baitul Mal.

Menurut Safaruddin, perhatian pemerintah terhadap anak yatim tidak berhenti pada pemberian bantuan tunai. Anak-anak yatim yang berprestasi juga akan menjadi sasaran program pembinaan, termasuk berpeluang mendapatkan beasiswa pendidikan.

Safaruddin juga meminta para pejabat di lingkungan pemerintah daerah ikut mengambil peran dalam membantu anak-anak yatim dengan menjadi ayah asuh.

"Sekretaris daerah, kepala SKPK, camat, hingga pejabat lainnya saya minta menjadi ayah asuh anak yatim, minimal satu orang per pejabat. Sisihkan rezeki untuk membantu mereka," kata Safaruddin.

Ia mengatakan, besaran bantuan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing pejabat, dengan kisaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

Baca juga: 100 Anak Yatim di Celala Terima Santunan, Bupati Aceh Tengah: Masjid Harus Hadir untuk Umat

Safaruddin menyebutkan, perhatian terhadap anak yatim telah menjadi komitmennya sejak dirinya menjabat sebagai Wakil Ketua DPR Aceh.

"Karena itu, bersama Wakil Bupati Bang Zaman Akli, kami bertekad menjaga keberlanjutan program ini," ujarnya.

"Di masa kepemimpinan saya sebagai bupati dan Pak Wabup Zaman Akli, Insya Allah kami berkomitmen memberikan bantuan kepada anak yatim tiga kali dalam setahun," tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Safaruddin juga mengingatkan anak-anak yatim agar memahami bahwa santunan yang diberikan bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga bentuk doa, perhatian, dan harapan agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak, memiliki cita-cita, serta mampu meraih masa depan yang lebih baik.

"Kita menyadari bahwa kehilangan orang tua bukanlah sesuatu yang mudah. Ada ruang dalam kehidupan yang tidak selalu dapat digantikan. Karena itu, menjadi tanggung jawab kita bersama untuk memastikan anak-anak yatim tetap memperoleh kasih sayang, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan yang layak," katanya.

Kepada para orang tua dan wali, Safaruddin menyampaikan penghargaan dan terima kasih karena telah menjadi tempat anak-anak mendapatkan kasih sayang, perlindungan, dan pendampingan.

"Amanah ini memang tidak ringan, tetapi Insya Allah setiap kesabaran, perhatian, dan pengorbanan yang diberikan dengan ikhlas akan menjadi amal yang sangat bernilai di sisi Allah SWT," pungkasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Safaruddin juga menguji kemampuan sejumlah anak yatim dengan meminta mereka menghafal Surat Al-Ma'un beserta terjemahannya serta menyebutkan 13 rukun shalat.

Anak-anak yang berhasil menjawab tantangan tersebut masing-masing memperoleh hadiah uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Berdasarkan data yang diperoleh Serambinews.com, setiap anak yatim menerima uang tunai sebesar Rp800 ribu dan paket kebutuhan senilai Rp200 ribu.

Santunan uang tunai sebesar Rp800 ribu tersebut dikirim langsung melalui rekening masing-masing anak yatim.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.