SURYA.co.id - Tribun Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North kembali dihiasi aksi kreatif suporter sekolah.
Kali ini, Manster Mania menghadirkan sosok Spider-Man saat mendukung tim basket MAN Kota Surabaya (MANSA).
Koreografi tersebut tidak sekadar menampilkan karakter superhero. Manster Mania menyelipkan pesan tentang perjuangan melawan sisi buruk dalam diri melalui perpaduan warna merah dan hitam.
Capo Manster Mania, Mochammad Damay Faza Laksmana, mengatakan ide tersebut terinspirasi dari kisah Peter Parker ketika berhadapan dengan Venom.
“Peter ini menjadi sosok Spider-Man-Venom. Dia mengeluarkan sisi buruknya yang paling dalam, tapi dia bisa melawan sisi buruk dalam dirinya itu sendiri dan bisa kembali menjadi Spider-Man merah,” ujar Faza.
Pesan itu kemudian diarahkan kepada para pemain MANSA. Manster Mania ingin koreografi Spider-Man menjadi gambaran perjuangan pemain untuk mengendalikan tekanan maupun sisi negatif selama bertanding.
“Kami ingin mereka yang bermain di lapangan bisa melawan sisi buruk mereka dan bisa kembali ke sisi baik mereka untuk sekolah kebanggaan kita,” lanjutnya.
Koreografi Manster Mania tidak dikerjakan dalam waktu singkat. Mereka membutuhkan sekitar lima hari untuk menyelesaikannya, setelah sebelumnya menghabiskan satu hari untuk merancang sekaligus mematangkan konsep.
Tirai merah dan hitam menjadi bagian utama dari penampilan tersebut. Awalnya, Manster Mania hanya berencana menggunakan warna merah untuk menggambarkan Spider-Man.
Namun, proses riset dan diskusi bersama anggota membuat konsep itu berkembang. Warna hitam akhirnya dipilih untuk memperkuat gambaran mengenai pertarungan Peter Parker dengan sisi gelap dirinya.
“Awalnya kami mau Spider-Man yang merah semua. Tapi kami cari maknanya lebih dalam lagi, riset-riset lagi. Terus ada pemikiran dari teman-teman lainnya yaitu merah sama hitam,” jelas Faza.
Proses pengerjaan dilakukan di sebuah lapangan yang sudah tidak digunakan di luar lingkungan sekolah. Sekitar 10 hingga 20 anggota Manster Mania terlibat setiap harinya.
Mereka biasanya mulai mengerjakan koreografi setelah kegiatan sekolah selesai, sekitar pukul 15.30 WIB hingga malam hari.
Bagi Manster Mania, tantangan terbesar justru berada pada pembagian waktu. Aktivitas sekolah membuat anggota harus menyesuaikan jadwal agar proses pengerjaan tetap berjalan.
Wakil Manster Mania, Kukuh Jiwa atau Jiwa, menyebut kesibukan masing-masing anggota menjadi salah satu kendala yang harus mereka atasi.
Di tengah proses tersebut, tetap ada momen yang membuat pengerjaan koreografi terasa lebih menyenangkan. Salah satunya ketika sejumlah anggota mengerjai rekannya dengan mengecat tubuhnya hingga menyerupai manusia berwarna perak.
Dukungan dari tribun Manster Mania sayangnya belum mampu mengantarkan MANSA meraih kemenangan.
MAN Kota Surabaya harus mengakui keunggulan SMA Muhammadiyah 1 Gresik dengan skor 10-37.
Meski demikian, kekalahan tersebut tidak membuat Manster Mania berhenti memberikan dukungan. Mereka bahkan sudah mulai menyiapkan koreografi untuk pertandingan berikutnya.
Persiapan koreografi terbaru itu disebut telah mencapai sekitar 20 persen. Namun, konsep yang akan dibawa ke tribun masih dirahasiakan.
Manster Mania pun meminta para pendukung MANSA untuk menunggu kejutan berikutnya.
“Stay tuned,” tutup Jiwa.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia. Selain kompetisi basket pelajar, musim ini juga menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100 persen Indonesia”.
Seluruh pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Sementara laga final juga akan ditayangkan melalui YouTube Good Day ID.