Koreo Vamos Drei di DBL, Sampaikan Pesan Bangkit dan Kepedulian untuk NTT
Pipit Maulidya August 18, 2026 08:05 PM

 

SURYA.co.id – Tribun Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North kembali menjadi panggung kreativitas Vamos Drei, suporter SMAN 3 Sidoarjo.

Kali ini, Vamos Drei tidak hanya menyajikan koreografi untuk menyemangati tim basket DREI. Lewat rangkaian visual di tribun, mereka menyampaikan pesan tentang evaluasi, semangat bangkit, hingga kepedulian terhadap korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pesan kebangkitan terlihat dari koreografi utama yang menampilkan sosok prajurit dalam dua kondisi berbeda.

Baca juga: Manster Mania Bawa Kisah Spider-Man ke Tribun DBL Arena, Suntik Semangat untuk MANSA

Pada sisi pertama, prajurit digambarkan sedang menunduk. Visual tersebut menjadi simbol evaluasi Vamos Drei setelah menilai penampilan pada pertandingan sebelumnya masih memiliki banyak kekurangan.

“Kami menjadikan match kemarin sebagai bahan evaluasi diri. Banyak yang perlu dibenahi, banyak yang bolong, dan masih belum maksimal,” ujar Koordinator Lapangan Vamos Drei, Setya Ramadhan.

Koreografi kemudian diputar hingga memperlihatkan sosok yang seolah sedang bangkit. Perubahan visual itu menjadi gambaran bahwa evaluasi harus diikuti dengan kemauan untuk memperbaiki diri.

“Yang pertama kami memakai gambar prajurit yang menunduk. Itu seperti kami sedang mengevaluasi diri. Lalu yang kedua, saat dibalik, itu bangkit. Jadi setelah evaluasi diri, kami juga harus bangkit,” jelas Setya.

Semangat untuk terus berjuang juga diperkuat lewat mini flag bertuliskan “We Lost, We Fall, But We Fought.”

Kalimat tersebut menggambarkan sikap Vamos Drei yang memilih tetap berada di belakang tim meski hasil pertandingan tidak sesuai harapan.

Pesan serupa hadir melalui tirai di bagian depan tribun dengan tulisan “No Crown, No Glory Till I Stand.”

Bagi Vamos Drei, dukungan kepada DREI bukan sekadar soal kemenangan atau gelar yang berhasil diraih.

“Meskipun Drei tidak mendapatkan piala atau kemenangan, tetap kami sebagai Vamos Drei akan mendukungnya,” tuturnya.

Sisipkan Pesan Pray for NTT

Di balik koreografi bertema evaluasi dan kebangkitan itu, Vamos Drei juga membawa pesan kemanusiaan.

Mereka menyisipkan tulisan “Pray for NTT” serta menggelar one-minute silence sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Pesan tersebut muncul setelah wilayah Flores, NTT, diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB.

Berdasarkan pemutakhiran BMKG, gempa berpusat di laut sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo dengan kedalaman 15 kilometer. Gempa tersebut juga sempat memicu peringatan dini tsunami.

Ide untuk membawa pesan tersebut bermula dari informasi yang beredar di media sosial. Sejumlah anggota Vamos Drei mengetahui kabar gempa, sebelum seorang alumni mengusulkan agar mereka menyampaikan dukungan melalui tribun.

“Kami lihat dari media sosial, terus alumni menyarankan, ‘Ayo kita pakai Pray for NTT, kasihan sama orang-orang di sana.’ Akhirnya kami buat Pray for NTT,” ujar Setya.

Persiapannya pun dilakukan dalam waktu singkat. Tulisan “Pray for NTT” baru dibuat sehari sebelum pertandingan.

“Baru banget kemarin. Langsung,” tambahnya.

Empat Hari Siapkan Koreografi

Di luar pesan khusus untuk NTT, Vamos Drei membutuhkan sekitar empat hari untuk mempersiapkan keseluruhan koreografi.

Pengerjaan dilakukan di sebuah gudang yang selama ini digunakan sebagai tempat produksi koreografi mereka.

Bagian tersulit berada pada koreografi utama yang harus diputar untuk menampilkan dua gambar berbeda. Para anggota Vamos Drei menggunakan pipa terpisah serta simpul dengan pola berbeda agar satu spanduk dapat menghasilkan dua visual.

“Yang paling rumit itu bagian pas muternya. Kami harus pakai pipa yang terpisah dan simpul-simpul yang berbeda. Dari satu spanduk kami jadikan simpul menjadi lima,” jelasnya.

Setelah seluruh koreografi ditampilkan, Vamos Drei merasa hasilnya lebih memuaskan dibandingkan penampilan sebelumnya. Kendati demikian, mereka tetap melakukan evaluasi.

“Insyaallah ada kepuasan, tapi tetap ada evaluasi buat match hari ini. Namanya manusia pasti ada saja kesalahan,” ungkap Setya.

Pesan dari tribun tersebut sejalan dengan situasi yang dialami DREI di lapangan.

Tim putri DREI harus mengakui keunggulan SMAN 17 Surabaya dengan skor 15-7. Sementara tim putra DREI kalah dari SMAN 1 Waru Sidoarjo dengan skor 21-30.

Hasil tersebut kembali menjadi bahan evaluasi bagi Vamos Drei. Sesuai pesan yang mereka sampaikan lewat koreografi, kegagalan bukan alasan untuk berhenti berjuang.

Masih ada satu pertandingan putra yang akan dikawal Vamos Drei. Untuk koreografi berikutnya, mereka belum menentukan konsep.

Rapat akan kembali dilakukan untuk menyiapkan sajian baru di pertandingan selanjutnya.

Jika musim lalu mereka menggunakan satu alur koreografi yang berkesinambungan, musim ini Vamos Drei memilih menghadirkan konsep berbeda pada setiap pertandingan.

“Kalau tahun ini konsepnya dibuat fresh dan baru di setiap selesai match. Jadi mungkin nanti bakal ada banyak kejutan di match berikutnya,” tutur Setya.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 akan hadir di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi di Indonesia.

Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan mencari student-athlete terbaik dari setiap kota untuk mendapatkan kesempatan menuju DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.

Selain kompetisi basket, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema “100 persen Indonesia”.

Keseruan pertandingan dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Khusus laga final, pertandingan juga dapat disaksikan melalui YouTube Good Day ID.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.