Peserta Motor Hias Tingkat SMA HUT ke-81 RI Pemprov Babel Sepi Peminat, Baru Dua Tim yang Mendaftar
Ardhina Trisila Sakti August 18, 2026 07:25 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kategori motor hias tingkat SMA sederajat dalam lomba pawai, karnaval dan kendaraan hias HUT ke-81 RI 2026 masih minim peminat. Baru dua tim yang mendaftarkan diri hingga hari ini, Selasa (18/8/2026).

Sementara panitia telah menyiapkan penghargaan bagi juara 1 sampai juara 3 dan meminta sekolah untuk segera ikut berpartisipasi hingga batas akhir pendaftaran 21 Agustus 2026.

Koordinator Pendaftaran Kegiatan Pawai, Karnaval dan Kendaraan Hias Pemprov Babel, Sukinda mengatakan hingga 18 Agustus 2026 pukul 08.53 WIB, sudah melakukan rekapitulasi, baik karnaval, pawai dan kendaraan hias. 

"Dapat kita lihat peserta PBB jumlah 100 tim,  24 peserta kategori SD, 19 kategori SMP, 45 kategori SMA dilanjutkan Instansi/BUMN/OPD 3 peserta dan umum 9 peserta. Sementara perguruan tinggi masih kosong," kata Sukinda kepada Bangkapos.com, Selasa (18/8/2026).

Sukinda menjelaskan, untuk lomba karnaval, total 109 peserta, kategori SD sederajat 37 peserta, SMP sederajat 10 peserta, SMA sederajat 15 peserta, perguruan tinggi 2 peserta, instansi 6 peserta dan umum 39 peserta dengan jumlahnya 109 peserta.

"Sepeda hias ada beberapa kategori, pertama SD ada 3 pesertanya, SMP ada 3 peserta, umum 20 peserta jumlah keseluruhan 26 peserta. Motor hias total 20 tim, terdiri dari kategori SMA sederajat 2 tim, instansi/BUMN 7 tim, dan umum 11 peserta," terangnya.

Kemudian, kategori mobil hias jumlah total 30 peserta, terdiri dari instansi BUMN 11, dan umum 19 peserta. Total keseluruhan sebanyak 285 peserta. 

"Jadi kami mengimbau kategori motor hias SMA sederajat masih kurang. Kami menyediakan juara 1 sampai 3, sementara pendaftaran baru 2 tim. Kami berharap ada penambahan yang mendaftar hingga tutup pendaftaran pada 21 Agustus," katanya.

Sukinda menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kesbangpol terkait surat dari gubernur yang mengimbau seluruh instansi. Termasuk instansi vertikal, untuk turut serta memeriahkan kegiatan tersebut.

"Untuk mengimbau kepada para instansi ikut serta termasuk juga instansi vertikal dan OPD lainnya memeriahkan dalam rangka hari Kemerdekan RI ke-81 tahun ini," ajaknya.

Ia mengakui dibandingkan tahun lalu, peserta Pawai, Karnaval dan Kendaraan Hias lebih sepi.

Namun ia berharap hingga berakhirnya waktu pendaftaran jumlah peserta makin bertambah. Sehingga menyemarakkan perayaan HUT ke-81 RI.

"Dibandingkan tahun lalu, apabila melihat data setelah penutupan pendaftaran berjumlah 345 peserta. Jadi tahun hingga hari ini 285 peserta, tetapi mudah-mudahan sampai waktu penutupan 21 Agustus 2026 akan bertambah," harapnya.

Dilarang 

Untuk diketahui peserta pawai dan karnaval di Bangka Belitung dilarang menampilkan busana yang menyerupai lawan jenis. Seperti pria mengenakan pakaian atau berdandan layaknya perempuan.

Aturan itu, sejalan dengan Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI). Terkait larangan terhadap pria mengenakan busana perempuan lawan jenis, (tasyabbuh) diharamkan menurut syariat Islam. Terutama saat karnaval peringatan hari kemerdekaan 17 Agustus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung, Yudi Suhasri, mengatakan, kebijakan tersebut dilakukan guna menjaga norma, etika, serta nilai-nilai keagamaan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Bangka Belitung.

"Kami akan memberikan imbauan serta menetapkan persyaratan agar peserta tidak menampilkan hal-hal seperti itu. Laki-laki yang memakai pakaian perempuan atau sebaliknya dapat memberikan pengaruh kurang baik bagi audiens yang menyaksikan," kata Yudi.

Dia menegaskan, imbauan ini sejalan dengan masukan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta fakta bahwa mayoritas masyarakat Bangka Belitung beragama Islam. Panitia pelaksana akan menyampaikan secara teknis aturan tersebut kepada seluruh calon peserta pawai sebelum kegiatan berlangsung.

Ia mengharapkan, kemeriahan kegiatan pawai karnaval tahunan ini, dapat menjadi stimulus bagi perekonomian daerah melalui pergerakan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Walaupun kondisi ekonomi terbatas, jangan sampai kemeriahan berkurang. Kita berharap melalui event yang ramai ini justru terjadi perputaran ekonomi yang lebih banyak. Pelaku UMKM bergerak, dan masyarakat dari berbagai daerah datang sehingga perekonomian lebih bergairah," harapnya.

(Bangkapos.com/Riki Pratama)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.