Ketapang Catat 1.182 Hotspot, BPBD Kerahkan Tim Tangani Karhutla di Pelang
Dhita Mutiasari August 18, 2026 07:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Salah satu lokasi yang masih dalam penanganan berada di wilayah Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Selasa 18 Agustus 2026.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sebanyak 1.182 titik panas (hotspot) terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Senin 17 Agustus 2026, mulai pukul 00.00 WIB hingga 23.00 WIB.

Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Barat.

• Karhutla Kalbar Mulai Membaik, Tiga Pesawat Dikerahkan untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Ketapang Catat 1.182 Titik Panas

Dari total 1.182 hotspot yang terdeteksi, sebanyak 56 titik memiliki tingkat kepercayaan rendah, 1.011 titik tingkat kepercayaan menengah, dan 115 titik tingkat kepercayaan tinggi.

Data tersebut diperoleh melalui deteksi sensor VIIRS dan MODIS pada sejumlah satelit pemantau.

Tingginya jumlah hotspot menunjukkan aktivitas kebakaran masih perlu mendapat perhatian, khususnya di tengah kondisi kemarau yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

BPBD Tangani Karhutla di Pelang

Di tengah tingginya jumlah titik panas, BPBD Kabupaten Ketapang terus melakukan penanganan karhutla di sejumlah wilayah.

Salah satunya berada di kawasan Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ketapang, Yunifar, mengatakan pihaknya telah mengerahkan dua regu untuk menangani karhutla di lokasi tersebut.

“Kondisi karhutla di wilayah Pelang masih terjadi, saat ini dua regu sudah diterjunkan ke lokasi,” kata Yunifar saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).

Satu Regu Disiagakan di Kota

Yunifar menjelaskan, tidak seluruh personel BPBD dikerahkan ke lokasi karhutla.

Satu regu tetap disiagakan di Kota Ketapang sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kejadian lain yang membutuhkan penanganan.

“Tidak semua tim diturunkan, ada satu regu standby di kota dan satu regu di-off-kan,” ujarnya.

Helikopter Dijadwalkan Tiba dari Pontianak

Selain penanganan melalui jalur darat, upaya pemadaman karhutla di Ketapang juga akan mendapat dukungan dari udara.

Sebuah helikopter dijadwalkan tiba dari Pontianak pada Selasa sore untuk standby dan mendukung penanganan karhutla di wilayah Ketapang.

“Untuk helikopter insyaallah sore ini tiba di Ketapang dari Pontianak untuk standby di sini,” pungkas Yunifar.

Karhutla Diharapkan Segera Dikendalikan

Dengan penanganan yang dilakukan personel di lapangan serta dukungan helikopter, karhutla di Kabupaten Ketapang diharapkan dapat segera dikendalikan.

Upaya tersebut juga diharapkan mampu mencegah api meluas ke wilayah lainnya.

Masyarakat diimbau turut menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan.

Prakiraan Cuaca Kalbar 19 Agustus 2026

BMKG Kalimantan Barat menyatakan Agustus 2026 merupakan puncak musim kemarau di Kalbar. Kondisi ini membuat sebagian besar wilayah cenderung kering, meski hujan lokal masih dapat terjadi di sejumlah daerah.

Kondisi yang perlu diperhatikan:

Siang: cuaca umumnya cerah hingga cerah berawan dan terasa panas.

Pagi dan malam: sebagian wilayah dapat mengalami udara kabur/berawan.

Hujan: peluang hujan relatif terbatas dan lebih bersifat lokal.

Suhu: cenderung tinggi pada siang hari.

Kualitas udara: perlu diwaspadai terutama di wilayah terdampak karhutla karena kondisi kering dapat mendukung akumulasi asap.

Untuk Kota Pontianak, data prakiraan BMKG menunjukkan kondisi udara kabur pada beberapa periode, dengan suhu dapat mencapai sekitar 33–35°C pada siang hari dan kelembapan tetap tinggi.

BMKG juga menyebut periode 18–24 Agustus 2026 masih didominasi kondisi relatif kering di sebagian besar Indonesia seiring meluasnya musim kemarau.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.