Kasus DBD di Pontianak Capai 41 Kasus hingga Agustus 2026, Dinkes Ungkap Penyebabnya
Dhita Mutiasari August 18, 2026 07:28 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pontianak mencatat sebanyak 41 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sejak Januari hingga Agustus 2026.

Hingga saat ini, kasus DBD di Kota Pontianak belum menunjukkan peningkatan signifikan. Kondisi musim kemarau yang minim genangan air dinilai turut mengurangi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, dr. Saptiko, mengatakan salah satu kasus terbaru ditemukan di wilayah Sungai Jawi dalam sepekan terakhir.

"Untuk DBD sementara tidak ada peningkatan. Menurut saya, kasus DBD dari Januari sampai sekarang jumlahnya 41. Ada satu kasus di Sungai Jawi dalam seminggu yang lalu. Masih belum ada peningkatan," ujar Saptiko saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa 18 Agustus 2026.

• Musim Panas dan Karhutla, Warga Mempawah Diminta Waspadai ISPA dan DBD

Musim Kemarau Kurangi Genangan

Menurut Saptiko, kondisi kemarau saat ini relatif membantu dalam pengendalian DBD karena berkurangnya genangan air yang menjadi tempat perindukan nyamuk.

"Di musim kemarau ini tidak ada air sama sekali, jadi aman dari DBD. Kalau tidak ada air sama sekali, tidak tergenang air, tempat perindukan telur nyamuk berkurang," katanya.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada ketika hujan turun setelah periode panas.

Saptiko menjelaskan, genangan air yang muncul setelah hujan dan kemudian terkena panas dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

"Yang bahaya ini kalau hujan, kemudian panas, airnya menjadi tempat perindukan nyamuk," jelasnya.

Dinkes Gencarkan Pemberantasan Jentik

Dinkes Pontianak terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar rutin memberantas jentik nyamuk, terutama pada tempat-tempat penampungan air.

Apabila ditemukan kasus DBD, petugas akan segera melakukan tindak lanjut di lokasi.

Penanganan dapat dilakukan melalui penaburan abate atau larvasida serta fogging sesuai kebutuhan.

"Kalau ada kasus langsung kita tindak lanjuti. Selanjutnya kita kasih penaburan abate dan fogging. Kalau tidak ada kasus, cukup kita lakukan penaburan abate atau larvasida," ungkap Saptiko.

Warga Diminta Rutin Kuras Penampungan Air

Saptiko mengimbau masyarakat tidak membiarkan tempat penampungan air yang tidak digunakan, meskipun hanya menyisakan sedikit air.

Tempat-tempat tersebut perlu segera dikuras dan dibersihkan agar tidak menjadi lokasi berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.

"Imbauannya kepada masyarakat, bila di tempat penampungan masih ada sedikit air yang tidak digunakan, dikuras saja dan dibersihkan, sehingga tidak menjadi tempat perlindungan nyamuk," pungkas Saptiko.

Tips Cegah Terkena DBD

Berikut beberapa langkah efektif untuk mencegah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD):

  1. Melakukan 3M Plus secara rutin

Menguras tempat penampungan air seperti bak mandi, ember, dan toren minimal seminggu sekali.

Menutup rapat semua wadah penyimpanan air.

Memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menampung air hujan.

Plus, seperti menaburkan larvasida bila diperlukan, memelihara ikan pemakan jentik, dan membersihkan saluran air.

2. Menghindari gigitan nyamuk

Menggunakan losion atau semprotan antinyamuk.

Memakai pakaian berlengan panjang dan celana panjang, terutama pada pagi dan sore hari saat nyamuk aktif.

Memasang kawat kasa pada ventilasi dan menggunakan kelambu saat tidur jika diperlukan.

3. Menjaga kebersihan lingkungan

Tidak membiarkan genangan air di sekitar rumah.

Membersihkan talang air, pot bunga, tempat minum hewan, dan wadah lain yang berpotensi menjadi tempat berkembang biak nyamuk.

4. Melakukan pemeriksaan jentik secara berkala

Periksa seluruh wadah yang dapat menampung air setidaknya seminggu sekali untuk memastikan tidak ada jentik nyamuk.

5. Mengikuti kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN)

Berpartisipasi dalam kerja bakti membersihkan lingkungan bersama warga.

Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala

Demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, atau muncul bintik merah di kulit perlu segera diperiksakan agar mendapat penanganan dini.
Pencegahan DBD paling efektif dilakukan dengan memberantas sarang nyamuk, karena nyamuk penyebab DBD berkembang biak di air bersih yang tergenang. Upaya pencegahan yang dilakukan secara rutin oleh seluruh anggota keluarga dan masyarakat dapat menekan risiko penularan penyakit ini.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.