Bandara Husein Sastranegara Aktif Lagi, Ekonomi Bandung Makin Moncer, Bidik Investasi Rp 12 Triliun
Seli Andina Miranti August 18, 2026 07:31 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bandung menyambut baik beroperasinya Bandara Husein Sastranegara yang kini sudah melayani beberapa rute penerbangan.

Pasalnya, kembali aktifnya penerbangan di Bandara Husein Sastranegara tersebut dinilai dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Kota Bandung, Jawa Barat.

Kepala DPMPTSP Kota Bandung, Eric Mohamad Atthauriq mengatakan, transportasi dan konektivitas menjadi salah satu pengungkit utama bagi aktivitas perekonomian, kemudahan akses menuju Kota Bandung diharapkan membuat wisatawan, pelaku usaha, maupun investor semakin mudah datang dan beraktivitas.

Baca juga: Farhan Akan Evaluasi Infrastruktur Pendukung Hingga Branding Bandara Husein Sastranegara

"Transportasi dan sarana perhubungan menjadi salah satu trigger untuk peningkatan perekonomian di Kota Bandung," ujar Eric, Selasa (18/8/2026).

Ia memperkirakan sejumlah sektor akan ikut merasakan dampak positif dari meningkatnya konektivitas udara di Bandara Husein Sastranegara tersebut terutama sektor kuliner dan UMKM.

"Sektor kuliner atau UMKM itu ikut menggeliat. Kedua, para investor juga akan lebih cepat, mudah datang, dan berkeliling ke Kota Bandung," katanya.

Eric pun berharap status internasional Bandara Husein Sastranegara juga dapat membuka peluang lebih besar bagi masuknya penanaman modal asing (PMA).

Dengan meningkatnya aksesibilitas, pelayanan perizinan yang semakin sederhana, serta berbagai agenda promosi investasi, Pemkot Bandung optimistis realisasi investasi dapat terus tumbuh hingga akhir tahun.

"Kita berikhtiar karena salah satu kunci dari pencapaian target adalah adanya harapan dan adanya optimisme. Mudah-mudahan Bandung semakin baik lagi," ucap Eric.

Apalagi, kata dia, realisasi investasi di Kota Bandung menunjukkan tren positif sepanjang semester I 2026. Hingga pertengahan tahun, nilai investasi yang masuk telah mencapai sekitar Rp6,4 triliun, dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN) masih menjadi kontributor terbesar.

"Alhamdulillah, tren realisasi investasi Kota Bandung relatif meningkat dari triwulan I ke triwulan II atau semester I. Posisi sekarang sekitar Rp6,4 triliun," katanya.

Baca juga: Penerbangan Domestik Bandara Husein Bandung Mulai Menggeliat di Libur Panjang HUT RI

Dari total realisasi tersebut, Penanaman Modal Asing (PMA) berkontribusi sekitar 15 persen, sedangkan PMDN mendominasi dengan porsi sekitar 82 persen. Artinya, dominasi PMDN menjadi salah satu indikator positif bagi iklim investasi di Kota Bandung.

Pemerintah Kota Bandung terus berupaya menciptakan kemudahan bagi pelaku usaha sekaligus mempercepat proses pelayanan perizinan. Untuk keseluruhan tahun 2026, DPMPTSP Kota Bandung menargetkan realisasi investasi sebesar Rp11,9 triliun.

"Target resminya Rp11,9 triliun. Tapi kemarin Pak Wali meminta, bisa tidak di Rp12 triliun? Nah, itu hidden target-nya," ujar Eric.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.