SURYA.CO.ID, SURABAYA - Langkah cepat diambil Pemerintah Kota Surabaya demi membebaskan warga Kota Pahlawan dari ancaman banjir saat musim hujan tiba.
Suntikan dana segar senilai Rp 1,16 triliun dikantongi Pemkot Surabaya dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI.
Kucuran pembiayaan alternatif itu diarahkan penuh untuk menggenjot sejumlah proyek infrastruktur krusial di wilayah Surabaya.
Baca juga: Ratusan Camat dan Lurah Surabaya Dikumpulkan, Wajib Ikut Tangani Banjir
Berdasarkan rincian nilai kontrak, total pembiayaan mencapai Rp1.161.363.347.028.
Dari jumlah itu, sebesar Rp846.363.347.028 dialokasikan untuk penanganan genangan.
Kemudian Rp190 miliar untuk pembangunan Diversi Gunungsari dan Rp125 miliar untuk pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Dengan demikian, hampir 90 persen dari total pembiayaan itu diarahkan pada dua infrastruktur yang berkaitan dengan pengendalian air, yakni penanganan genangan dan Diversi Gunungsari.
"Salah satu porsi terbesar dialokasikan untuk penanganan genangan yang selama ini menjadi salah satu pekerjaan prioritas Pemkot Surabaya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (18/8/2026).
Perempuan yang akrab disapa Yayuk ini menjelaskan, pembiayaan alternatif itu menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya mempercepat pembangunan infrastruktur yang membutuhkan anggaran besar.
Penanganan genangan dilakukan melalui pembangunan dan peningkatan sistem drainase di sejumlah titik.
Baca juga: Investor Pemanfaat Aset Pemkot Surabaya Diusulkan Dapat Keringanan Sewa
Pembiayaan Rp1,16 triliun itu dituangkan melalui penandatanganan Akta Perjanjian Pembiayaan antara Pemkot Surabaya dan PT SMI di Balai Kota Surabaya, Senin (10/8/2026) lalu.
Penandatanganan dilakukan Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa bersama Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan disaksikan Direktur Utama PT SMI Reynaldi Hermansjah.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pembiayaan dari PT SMI diharapkan dapat mempercepat pembangunan infrastruktur yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat.
Menurut Eri, penanganan genangan menjadi salah satu kebutuhan yang harus terus dikerjakan karena dapat mengganggu mobilitas masyarakat, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Ini bukan proyek besar yang manfaatnya baru terasa bertahun-tahun ke depan, tapi perubahan yang bisa langsung dirasakan warga Surabaya sehari-hari. Kolaborasi dengan PT SMI membantu kami mewujudkan itu lebih cepat," kata Eri.
Ia menegaskan, penanganan genangan membutuhkan pekerjaan yang terintegrasi, mulai dari pembangunan saluran, peningkatan kapasitas drainase hingga optimalisasi sistem pembuangan air harus dilakukan secara berkelanjutan.
Hal itu juga sejalan dengan rencana Pemkot Surabaya pada 2027, di mana Pemkot bersama DPRD Surabaya telah menempatkan penanganan genangan sebagai salah satu prioritas pembangunan dengan proyeksi anggaran lebih dari Rp1 triliun.
Untuk 2027, Pemkot memperkirakan sekitar 200 titik akan menjadi sasaran utama intervensi dari sekitar 400 hingga 450 titik yang masih menjadi perhatian Pemkot Surabaya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Siapkan Anggaran Rp1,3 Triliun untuk Atasi Genangan pada 2027
Direktur Pembiayaan Publik dan Pengembangan Proyek PT SMI Faaris Pranawa mengatakan, pembiayaan infrastruktur tidak hanya dilihat dari pembangunan fisiknya.
Dampak ekonomi setelah infrastruktur berfungsi juga menjadi bagian dari pertimbangan.
"Penerangan jalan dan pengendalian genangan di Surabaya kami lihat sebagai investasi yang mendukung kelancaran mobilitas ekonomi, menekan potensi kerugian akibat gangguan aktivitas warga dan pelaku usaha, sekaligus memperkuat daya tahan kota menghadapi perubahan iklim," ujar Faaris.
Nantinya, pembangunan Diversi Gunungsari dan penanganan drainase diproyeksikan mampu mencegah potensi kerugian ekonomi akibat banjir hingga Rp 471 miliar setiap tahun.
Sementara pemasangan PJU diarahkan untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat, khususnya di kawasan yang memiliki aktivitas tinggi pada malam hari.
Secara keseluruhan, PT SMI memperkirakan proyek yang dibiayai itu dapat memberikan efek berganda hingga 2,52 kali terhadap perekonomian Kota Surabaya.
Baca juga: DPRD Surabaya Dorong Deregulasi Pemanfaatan Aset untuk Tingkatkan PAD
Pembiayaan Rp1,16 triliun ini juga bukan kerja sama pertama antara Pemkot Surabaya dan PT SMI pada 2026.
Sebelumnya, pada 24 April 2026, kedua pihak telah menandatangani perjanjian pembiayaan senilai Rp 885,85 miliar.
Pembiayaan tahap pertama itu digunakan untuk pembangunan Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB), termasuk pembebasan lahan dan konstruksi Jalan Wiyung-Menganti.
Dengan tambahan pembiayaan tahap kedua senilai Rp1,161 triliun, akumulasi pembiayaan PT SMI untuk pembangunan infrastruktur di Kota Surabaya pada 2026 mencapai sekitar Rp 2,05 triliun.
Bagi Surabaya, skema pembiayaan alternatif itu menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat pembangunan infrastruktur yang membutuhkan investasi besar.