Sun Go Kong Jadi Simbol Perjuangan Trifosi Dukung Trimurti di DBL Arena
Pipit Maulidya August 18, 2026 07:32 PM

 

SURYA.co.id - Tribun Honda DBL Arena Surabaya kembali dihiasi koreografi kreatif dari Trifosi, kelompok suporter SMA Trimurti Surabaya.

Dalam pertandingan kedua Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Minggu (16/8), mereka menampilkan sosok Sun Go Kong dalam koreografi tiga dimensi.

Bagi Trifosi, kemunculan karakter Kera Sakti itu bukan sekadar hiasan di tribun. Sun Go Kong dipilih karena memiliki keberanian dan kegigihan yang dianggap menggambarkan perjuangan pemain Trimurti saat bertanding.

Capo Trifosi, Maulana Rakha, mengatakan koreografi tersebut menggambarkan Sun Go Kong yang tengah bersiap menghadapi pertarungan.

“Sun Go Kong tadi ceritanya siap-siap mau bertarung,” ujar Rakha.

Koreografi tersebut sekaligus menjadi bagian dari cerita bersambung yang telah disiapkan Trifosi untuk pertandingan kedua dan ketiga.

Menurut Rakha, alur cerita itu baru akan mencapai puncaknya pada laga ketiga. Sementara dalam penampilan kali ini, Sun Go Kong ditampilkan bersama awan dan gunung.

Gunung yang menjadi bagian dari koreografi tersebut merujuk pada Gunung Huaguo, yang dalam kisah Sun Go Kong dikenal sebagai tempat asalnya.

“Gambar gunung itu kayak semacam tempat lahirnya Sun Go Kong,” jelas Rakha.

Pemilihan Sun Go Kong juga berkaitan dengan nilai yang ingin disampaikan Trifosi kepada para pemain Trimurti. Karakter tersebut dikenal memiliki keberanian, pantang menyerah, serta kesetiaan kepada orang-orang di sekitarnya.

Nilai tersebut coba diterjemahkan Trifosi melalui dukungan tanpa henti dari tribun. Chant dan nyanyian terus dikumandangkan untuk menjaga semangat pemain Trimurti selama pertandingan.

Rakha menilai karakter Sun Go Kong cukup menggambarkan mental yang dibutuhkan pemain ketika menghadapi lawan di lapangan.

“Sifatnya Sun Go Kong yang pemberani dan pantang menyerah ini kayak gambaran anak-anak pas di lapangan pas hadapi lawan,” kata Rakha.

Di balik koreografi tiga dimensi itu, terdapat persiapan yang tidak singkat. Para koordinator Trifosi menghabiskan waktu sekitar satu pekan untuk mengerjakannya.

Pengerjaan dilakukan selepas kegiatan sekolah hingga malam hari. Mereka memanfaatkan waktu tersebut agar koreografi dapat rampung sebelum pertandingan berlangsung.

“Kami kerjakan dari pulang sekolah sampai malam, sekitar jam 20.00 WIB sampai 21.00,” ungkap Rakha.

Konsep cerita bersambung mulai digunakan Trifosi ketika mendukung Trimurti pada pertandingan kedua dan ketiga. Pada pertandingan pertama, mereka memilih tema berbeda dengan mengangkat kisah Raja Firaun sebagai koreografi.

Namun, dukungan meriah dari tribun belum berbuah kemenangan bagi tim putra Trimurti. Mereka kalah dari SMAN 2 Jombang dengan skor 18-26.

Meski demikian, kekalahan tersebut tidak mengurangi kebanggaan Trifosi terhadap tim sekolahnya. Bagi mereka, mendukung Trimurti bukan hanya soal merayakan kemenangan.

“Apa pun hasilnya kami akan selalu bangga dan nggak akan pernah lelah mendukung Trimurti,” tegas Rakha.

Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 sendiri digelar di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia. Selain kompetisi basket pelajar, musim ini turut menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 yang mengusung tema “100 persen Indonesia”.

Seluruh pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 dapat disaksikan melalui kanal YouTube DBL Play. Sementara pertandingan final juga tersedia melalui YouTube Good Day ID.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.