Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Yayan Hartono
TRIBUNBENGKULU.COM, SELUMA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Seluma, Provinsi Bengkulu, meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran rabies akibat gigitan hewan penular rabies (HPR).
Sebagai langkah antisipasi sekaligus memastikan penanganan dapat dilakukan dengan cepat, Dinkes Seluma menyiagakan lima puskesmas sebagai pusat atau sentral penyedia Vaksin Antirabies (VAR).
Plt Kepala Dinkes Seluma, Sri Yulia Ningsih melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Sasmi mengatakan, kelima puskesmas tersebut ditetapkan sebagai lokasi penyediaan VAR untuk memudahkan masyarakat mendapatkan vaksin setelah mengalami gigitan hewan yang berisiko menularkan rabies.
Lima puskesmas yang menjadi sentral VAR tersebut yakni Puskesmas Tais, Puskesmas Tumbuan, Puskesmas Dermayu, Puskesmas Masmambang dan Puskesmas Pajar Bulan.
"Di lima puskesmas ini, vaksin rabies atau VAR selalu tersedia," kata Sasmi dikonfirmasi Tribunbengkulu.com, Selasa (18/8/2026).
Dijelaskan Sasmi, penempatan stok VAR di lima puskesmas yang dijadikan sentral dilakukan agar masyarakat tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penanganan apabila mengalami gigitan hewan penular rabies.
Terlebih, penanganan terhadap korban gigitan hewan yang berisiko rabies membutuhkan respons cepat. Sasmi menjelaskan, sistem distribusi stok VAR juga telah disiapkan untuk mengantisipasi kejadian yang terjadi di luar jam kerja maupun hari libur.
Apabila puskesmas kehabisan stok VAR saat membutuhkan vaksin, puskesmas tersebut dapat mengambil persediaan dari puskesmas yang telah ditetapkan sebagai sentral.
"Jika ada kejadian di hari libur kerja, puskesmas yang kehabisan stok VAR bisa mengambil di puskesmas central. Jangan sampai pasien yang datang tidak dilayani," ujarnya.
Sasmi memastikan persediaan VAR saat ini masih aman. Sasmi menyebut, stok VAR yang tersedia di Dinkes Seluma saat ini sebanyak 100 dosis.
Stok tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi kasus gigitan hewan penular rabies di wilayah Kabupaten Seluma.
"Untuk stok VAR, di Dinkes Seluma saat ini masih tersedia 100 dosis. Kita pastikan jumlah ini masih aman," imbuhnya.
Sasmi menegaskan, ketersediaan VAR akan terus dipantau. Jika stok mulai menipis akibat adanya peningkatan kasus atau kebutuhan vaksin, Dinkes Seluma akan segera mengajukan penambahan stok kepada Dinkes Provinsi Bengkulu.
"Stok VAR ini selalu tersedia. Jika stok menipis maka Dinkes Seluma mengajukan penambahan ke Dinkes Provinsi Bengkulu," ucapnya.
Sasmi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gigitan hewan, terutama anjing, kucing atau hewan lain yang berpotensi menjadi penular rabies.
Jika mengalami gigitan diimbau segera mendapatkan pertolongan medis dan melaporkan kejadian tersebut kepada petugas kesehatan agar dapat dilakukan penanganan sesuai prosedur.
Langkah ini penting dilakukan sebagai upaya mencegah risiko rabies yang dapat berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan cepat.
"Dengan menyiagakan lima puskesmas sebagai sentral VAR, kami optimis penanganan kasus gigitan hewan penular rabies dapat dilakukan secara cepat dan optimal," sampai Sasmi.