Tahan Tangis, Wakil Ketua BEM UI Lantang Minta Polisi Diam Buntut Pemblokadean Aksi Mahasiswa
Januar Imani Ramadhan August 18, 2026 07:42 PM

Suasana aksi mahasiswa Universitas Indonesia (UI) bertajuk Merebut Kemerdekaan di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026), memanas ketika aparat kepolisian menghadang rombongan mahasiswa di depan Plaza UOB.

Ketegangan bermula saat massa aksi meluber hingga jalur khusus TransJakarta, menyebabkan antrean panjang hingga lima bus.

Polisi kemudian meminta mahasiswa merapat ke jalur yang telah disediakan agar arus transportasi tidak terganggu.

Namun, Wakil Ketua BEM UI, Fatimah Azzahra, yang berada di atas mobil komando, menolak disebut sebagai orator. Ia menegaskan bahwa mikrofon yang digunakannya hanya untuk mengatur barisan agar tidak terhimpit.

Dalam momen yang menegangkan itu, Fatimah meminta aparat memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengatur barisan.

Meski langkah mereka tertahan kurang dari satu kilometer dari Bundaran HI, ratusan mahasiswa tetap bertahan di depan Plaza UOB.

Jalanan MH Thamrin pun berubah menjadi panggung orasi dadakan, dengan gelombang mahasiswa tambahan terus berdatangan.

Sorakan “Buka jalannya!” menggema, mendesak aparat membuka akses menuju Bundaran HI.

Di tengah rapatnya barisan, bendera kampus dan spanduk tuntutan dikibarkan, di antaranya bertuliskan “Usut Tuntas Korupsi MBG” dan “Turunkan Harga BBM”.

Gesekan verbal antara mahasiswa dan aparat semakin jelas ketika Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Reynold Hutagalung, turun langsung ke lapangan. Perdebatan sengit terjadi, menambah panas suasana di jantung ekonomi ibu kota.

Imbas dari aksi ini, arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman menuju Bundaran HI tersendat. Polisi menutup sejumlah akses persimpangan dan mengalihkan kendaraan untuk mengurai kepadatan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.