Sehari di Maumere, Frater Leonardus Pergi untuk Selamanya dalam Gempa Flores
Hilarius Ninu August 19, 2026 12:47 AM

 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnoldus Welianto

TRIBUNFLORES.COM,MAUMERE-Kepergian Frater Leonardus Noprianto Waku, calon imam Keuskupan Labuan Bajo yang akan menjalani masa pembinaan dan belajar di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere di Desa Nita, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka NTT sungguh mengejutkan.

Leonardus adalah salah satu calon imam yang baru diterima menjadi Frater di Keuskupan Labuan Bajo lalu akan belajar dan dibina menjadi imam.

Ia juga sudah diterima sebagai calon mahasiswa baru di Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledaler Maumere Sikka guna belajar filsafat selama 4 tahun.

Namun niat dan mimpi keluarga guna Leonardus menjadi imam Tuhan guna melayani umat di Keuskupan Labuan Bajo pupus sudah.

 

Baca juga: BREAKING NEWS : Frater Leonardus, Korban Gempa Flores di Maumere Meninggal Dunia

 

Leonardus barusan menyelesaikan pendidikan seminari menengah setingkat SMA di SMAK Seminari Santu Yohanes Paulus II Labuan Bajo Manggarai Barat.

Selanjutnya, frater asal Paroki Santu Yusuf Pekerja Maras, Keuskupan Labuan Bajo ini melamar dan diterima sebagai Frater dan dibina dan menimpa ilmu di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere.

Romo Ino Mansur,pembina di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere kepada TRIBUNFLORES.COM di Maumere, Selasa, 18 Agustus 2028 malam menjelaskan, Frater Leonardus baru tiba di Maumere dari Labuan Bajo pada Jumat, 14 Agustus 2026.

“Frater Leonardus baru satu hari di Maumere. Ia baru tiba dari Labuan Bajo karena akan mengikuti pembinaan di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere dan belajar Filsafat di IFTK Ledalero di Maumere di Kabupaten Sikka. Ketika gempa hari Sabtu, 15 Agustu 2026 pagi, Frater Leonardus tidur di lantai 3 memang kalau dari jauh orang bilang itu lantai 2 tapi itu lantai  3.Mungkin karena panik ketika gempa Frater Leonardus lompat dari lantai 3. Kami lalu bawa ke RSU Maumere. Kondisinya agak parah waktu,” ujar Romo Ino.

Ia menjelaskan, Leonardus adalah warga dari Baras, Kabupaten Manggarai Barat, NTT yang orangtuanya sudah lama menetap di Manggarai Barat.

“Orangtunya dari Mamuju, Sulawesi Barat tapi sudah lama tinggal di Manggarai Barat,” paparnya.

Ia mengungkapkan, mala mini, Selasa, 18 Agustus 2026 jenasah Frater Leonardus akan disemayamkan di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere untuk didoakan. Apakah akan dibawa ke Manggarai Barat kami akan rapat bersama dan menghubungi orangtuanya,” ungkapnya.

Disaksikan TRIBUNFLORES.COM di RSUD Maumere kepergian Frater Leonardus yang menjadi korban gempa Flores membuat rekan-rekannya berdatangan di ruangan jenasah.

Para pembina di Seminari Tinggi Santu Petrus Ritapiret Maumere pun datang guna mengurus jenasah Frater Leonardus guna diantar ke Desa Nita, Kecamatan Nita, Sikka,NTT.(AWK)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.