SURYA.CO.ID, YOGYAKARTA - Kejutan manis diukir skuad Persekabpas Pasuruan dalam laga uji coba perdana TC di Yogyakarta dengan sukses menahan imbang klub beda kasta PSIM Yogyakarta di markas lawan.
Aksi pantang menyerah anak asuh Coach Bio Paulin membuat barisan pertahanan lawan frustrasi sepanjang pertandingan sengit itu.
Hasil positif ini menjadi modal berharga serta pemicu motivasi tinggi bagi tim Laskar Sakera untuk mengarungi persiapan kompetisi mendatang.
Baca juga: Dutra dan Beto Gabung Persekabpas Pasuruan, Skuad Liga 3 Mulai Terbentuk
Persekabpas Pasuruan memetik hasil positif dalam laga uji coba perdana selama menjalani training camp (TC) di Yogyakarta.
Menghadapi PSIM Yogyakarta, Persekabpas mampu menahan imbang tuan rumah di Stadion Mandala Krida, Selasa (18/8/2026) sore.
Hasil itu menjadi modal positif bagi Persekabpas.
Sebab, tim masih dalam tahap awal membangun skuad dan baru menjalani persiapan sekitar dua pekan.
Laga menghadapi PSIM sekaligus menjadi ujian awal bagi skuad besutan Coach Bio Paulin.
Meski berbeda kasta, Persekabpas mampu memberikan perlawanan dan menjaga pertandingan tetap kompetitif hingga peluit akhir.
PSIM harus bermain dengan 10 pemain setelah penjaga gawangnya mendapat kartu merah akibat melakukan pelanggaran terhadap Ali Kacong di luar kotak penalti.
Keunggulan jumlah pemain kemudian dimanfaatkan Persekabpas untuk meningkatkan tekanan.
Beto Goncalves berhasil mencatatkan namanya di papan skor pada babak kedua.
Namun, keunggulan itu tidak bertahan hingga laga berakhir.
PSIM mampu mencetak gol balasan sehingga kedua tim harus puas berbagi hasil imbang.
Managing Director Persekabpas Pasuruan Bayu Aji Handayanto mengatakan hasil itu patut disyukuri.
Terlebih, PSIM merupakan klub yang sedang mempersiapkan diri untuk menghadapi kompetisi Liga 1.
Menurut Bayu, PSIM masih melakukan eksperimen dengan mencoba komposisi pemain terbaik, termasuk menurunkan beberapa pemain asing dalam pertandingan itu.
“PSIM juga sedang mempersiapkan dan mencoba beberapa pemain untuk menghadapi Liga 1. Ada beberapa pemain asing yang diturunkan,” kata Bayu.
Persekabpas juga masih berada dalam proses yang sama.
Di bawah arahan Coach Bio Paulin, tim terus mencari komposisi terbaik dengan memadukan pemain senior dan pemain lokal.
Karena itu, laga itu tidak hanya menjadi ajang mengejar hasil.
Pertandingan juga dimanfaatkan untuk melihat kemampuan pemain secara langsung sekaligus mengukur perkembangan tim setelah menjalani latihan bersama.
Baca juga: Persekabpas Pasuruan Mulai Jalani Latihan, Bidik Gelar Liga 3 Nusantara 2026
Asisten Manajer Persekabpas Pasuruan Arya Wirajalu menilai hasil imbang itu menjadi pertanda positif bagi kesiapan tim.
“Ini pertanda positif untuk kesiapan tim. Jelas beda kasta komposisi pemainnya juga beda, tetapi Alhamdulillah Persekabpas tampil optimistis dan menahan imbang,” ujarnya.
Persiapan Persekabpas memang masih tergolong singkat.
Tim baru memulai latihan pada awal Agustus di Pasuruan, kemudian bertolak ke Yogyakarta pada 16 Agustus.
Sehari setelah tiba, tim langsung menjalani latihan perdana sebelum menghadapi PSIM dalam laga uji coba.
Dengan kondisi itu, Arya mengakui chemistry dan komunikasi antarpemain belum terbentuk secara sempurna.
Namun, ia menilai para pemain mampu menunjukkan respons positif saat menghadapi tim Liga 1.
“Persiapan latihan perdana baru sekitar dua minggu. Kami datang tanggal 16, tanggal 17 latihan perdana, kemudian langsung uji coba. Jadi, hasil ini cukup baik,” katanya.
Menurut Arya, pertandingan melawan PSIM juga memberikan banyak bahan evaluasi bagi jajaran pelatih.
Setiap pemain diamati untuk mengetahui kelebihan sekaligus aspek yang masih perlu dibenahi.
“Dalam TC, termasuk uji coba, kami ingin mendalami pemain per individu. Dari pertandingan tadi sudah ada beberapa catatan, apa yang menjadi kelebihan dan apa yang harus dibenahi ke depan,” jelasnya.
Secara umum, pemahaman taktik dan teori permainan dinilai sudah mulai berjalan.
Meski demikian, masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sebelum Persekabpas memasuki kompetisi resmi.
Perbaikan akan dilakukan pada sejumlah aspek, mulai dari stamina, kemampuan individu, endurance, hingga chemistry dan komunikasi antarpemain.
Arya menyebut, Persekabpas masih memiliki waktu untuk membenahi berbagai kekurangan itu.
Rangkaian TC dan pertandingan uji coba diharapkan menjadi ruang bagi tim untuk terus berkembang sekaligus menemukan komposisi terbaik.
Setelah menghadapi PSIM, Persekabpas dijadwalkan kembali menjalani laga uji coba melawan Persis Solo di Stadion Kebogiro, Boyolali, Minggu (23/8/2026).
Pertandingan itu akan kembali dimanfaatkan tim pelatih untuk mengukur perkembangan skuad dan mengevaluasi hasil latihan selama TC.