TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Suasana di Jalan Ya' M. Sabran, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, mendadak ramai pada Selasa 18 Agustus 2026 siang.
Kecelakaan tragis terjadi di tikungan dekat Masjid Taman Yasmin dan merenggut nyawa dua pelajar.
Ketiganya diketahui sedang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda KB 2873 BZ.
Namun, perjalanan mereka berakhir setelah sepeda motor tersebut mengalami selip saat menikung dan bertabrakan dengan mobil trailer yang melaju dari arah berlawanan.
Dua pelajar, Muhammad Fatir Najim Rahmadani dan Samir Nasri Siregar, meninggal dunia.
Sementara pengendara sepeda motor, Hadhran Mujaddid, mengalami luka pada kedua pahanya.
Muhammad Fatir Najim Rahmadani dan Samir Nasri Siregar meninggal dunia dalam kecelakaan di Jalan Ya' M. Sabran, Tanjung Hulu, Pontianak Timur, Selasa 18 Agustus 2026.
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.25 WIB.
Lokasi kejadian berada di Jalan Ya' M. Sabran, tepatnya di kawasan Tanjung Hulu, Pontianak Timur.
• Kecelakaan Maut di Jalan Ya’ M Sabran Pontianak, Tiga Siswa Naik Motor Tersambar Truk Tronton
Kasi Humas Polresta Pontianak AKP Wagitri mengatakan, kecelakaan melibatkan mobil trailer Hino KB 8899 QU yang dikemudikan Pardi dan sepeda motor Honda KB 2873 BZ yang dikendarai Hadhran.
Saat kejadian, Hadhran melaju dari arah Tugu Alianyang menuju simpang Jalan Panglima Aim dengan membonceng Muhammad Fatir dan Samir.
Dari arah berlawanan, mobil trailer melaju dari simpang Jalan Panglima Aim menuju Tugu Alianyang.
"Sepeda motor selip saat menikung hingga terjatuh, kemudian meluncur ke depan menyamping ke kanan dan membentur mobil trailer yang datang dari arah berlawanan," kata Wagitri.
Benturan keras tersebut menyebabkan bagian kepala kedua penumpang sepeda motor terlindas mobil trailer.
Muhammad Fatir mengalami luka pada bagian kepala dan lecet pada lutut kiri. Ia sempat dilarikan ke RS Bhayangkara Pontianak, namun nyawanya tidak tertolong.
Samir juga mengalami luka pada bagian kepala. Ia dibawa ke RS Bhayangkara Pontianak sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Sementara Hadhran mengalami luka pada paha kiri dan kanan dan mendapat perawatan di RS Medika Djaya.
• Kronologi Detik-detik Kecelakaan Maut Motor Bonceng Tiga vs Trailer di Jl Ya’ M Sabran Pontianak
Polisi menduga kecelakaan terjadi karena sepeda motor mengalami selip saat melewati tikungan.
Dugaan tersebut diperkuat dengan keterangan pengemudi trailer serta rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian.
Petugas juga menemukan serpihan bodi kendaraan, goresan di jalan dan ceceran darah di sekitar titik benturan.
Jalan di lokasi memiliki lebar sekitar delapan meter dengan permukaan aspal kering. Ruas tersebut berstatus jalan nasional, memiliki marka jalan serta pencahayaan yang terang.
Saat kecelakaan terjadi, cuaca dalam kondisi cerah dan arus lalu lintas sedang. Namun, lokasi kejadian merupakan bagian jalan yang menikung.
Polisi turut memeriksa kelengkapan kendaraan dan dokumen pengemudi.
Pengemudi trailer diketahui membawa KTP, memiliki SIM dan membawa STNK.
Sementara sepeda motor yang dikendarai Hadhran tidak membawa KTP dan STNK. Pengendara sepeda motor tersebut juga diketahui tidak memiliki SIM.
Setelah menerima laporan, petugas Satlantas Polresta Pontianak langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Petugas juga mendata identitas korban dan pengendara, mencari keterangan saksi serta mengamankan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan.
Kecelakaan tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat. Kerugian materi diperkirakan mencapai Rp5 juta.
Kasus kecelakaan tersebut masih dalam penanganan Satlantas Polresta Pontianak.
Media sosial dipenuhi ungkapan duka cita atas meninggalnya dua pelajar SMA N 1 Sungai Ambawang yakni Muhammad Fatir Najim Rahmadani dan Samir Nasri Siregar.
"Innalillahi Wa inna ilaihi raji'un
Telah berpulang ke Rahmatullah, 2 siswa SMAN 1 Sui Ambawang pada hari Selasa 18 Agustus 2026 krn lakalantas.
Mohon doanya smg husnul khotimah..aamiin...,"tulis Erna Selasa 18 Agustus 2026.
"Sy tidk mengenal .. Tp luka n pilu sangat terasa.. Utk org tua n klrga semoga bs tabah n iklas.musibah tidk ad yg tau.."tulis "Firdha Romy
Berikut beberapa tips untuk menghindari risiko kecelakaan di jalan raya:
Pengendara motor wajib memakai helm berstandar SNI, sedangkan pengemudi dan penumpang mobil wajib menggunakan sabuk pengaman.
Jangan memacu kendaraan melebihi batas kecepatan, terutama di kawasan padat penduduk, sekolah, persimpangan, dan jalan yang ramai.
Berikan jarak yang cukup dengan kendaraan di depan agar memiliki waktu untuk mengerem ketika terjadi situasi darurat.
Fokuskan perhatian sepenuhnya pada jalan. Hindari mengetik pesan, menelepon, atau menggunakan aplikasi saat kendaraan berjalan.
Jika tubuh terasa lelah atau mengantuk, segera berhenti di tempat aman dan beristirahat.
Kondisi tersebut dapat menurunkan konsentrasi dan memperlambat respons pengemudi.
Pastikan rem, ban, lampu, spion, klakson, dan komponen penting lainnya berfungsi dengan baik sebelum bepergian.
Berikan tanda sebelum berbelok, berpindah jalur, atau menyalip agar pengguna jalan lain dapat mengantisipasi pergerakan kendaraan.
Kurangi kecepatan ketika hujan, jalan licin, berkabut, atau jarak pandang terbatas.
Pastikan kondisi benar-benar aman sebelum menyalip. Hindari menyalip di tikungan, tanjakan, persimpangan, atau ketika pandangan terhalang.
Jangan menerobos lampu merah, melawan arus, atau menggunakan jalur yang tidak diperuntukkan bagi kendaraan Anda.
Hindari aksi agresif seperti kebut-kebutan, zig-zag, atau mengejar kendaraan lain. Keselamatan harus menjadi prioritas utama.(*)