80 Hektare Sawah di Pasangakyu Kekeringan, Petani Berjuang Cari Air ke Sungai
Abd Rahman August 19, 2026 10:47 AM

 

TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Upaya mengatasi kekeringan yang melanda sekitar 80 hektare persawahan di Desa Pangiang, Kecamatan Bambalamotu, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, akhirnya membuahkan hasil.

Setelah tiga hari melakukan perbaikan dan pemasangan mesin pompa secara bersama-sama, air dari sungai yang berada tidak jauh dari area persawahan akhirnya berhasil dialirkan menuju lahan pertanian warga.

Air tersebut mulai mengalir ke area persawahan pada Selasa (18/8/2026), setelah sebelumnya petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasangkayu bersama masyarakat setempat berjibaku memperbaiki mesin pompa dan memastikan saluran air dapat berfungsi.

Baca juga: 71 Paskibra Mamuju Dapat Uang Saku Rp1 Juta, Ada Agenda Jalan-jalan ke Malino

Baca juga: 8 Hektare Lahan Sawit di Polman Kebakaran, Kerugian hingga Ratusan Juta

Sebelumnya, kondisi sawah di Desa Pangiang mengalami kekeringan akibat musim kemarau panjang.

Tanah di sejumlah petak sawah tampak mengeras dan terbelah. Bahkan, saluran irigasi yang selama ini menjadi sumber pasokan air bagi petani juga mulai mengering.

Kondisi tersebut membuat petani khawatir tanaman padi mereka tidak mampu bertahan apabila kemarau terus berlangsung.

Pemerintah Desa Pangiang kemudian melaporkan kondisi tersebut kepada BPBD Pasangkayu. 

Menindaklanjuti laporan itu, BPBD turun langsung ke lokasi dengan membawa mesin pompa untuk mengambil air dari sungai dan mengalirkannya ke persawahan.

Namun, upaya tersebut tidak langsung membuahkan hasil.

Petugas BPBD bersama masyarakat harus melakukan perbaikan terhadap mesin pompa serta menata kembali jalur selang yang digunakan untuk mengalirkan air dari sungai menuju lahan persawahan.

Selama kurang lebih tiga hari, petugas bersama warga melakukan perbaikan dan pengecekan secara bertahap hingga akhirnya pompa dapat bekerja dan air berhasil mengalir.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pasangkayu, Arhamuddin, mengatakan keberhasilan tersebut tidak lepas dari kerja sama antara BPBD dan masyarakat setempat.

“Alhamdulillah, setelah tiga hari kami bersama masyarakat melakukan perbaikan, akhirnya air sudah bisa mengalir dari sungai menuju sawah,” kata Arhamuddin, Selasa (18/8/2026).

Menurutnya, proses pengaliran air membutuhkan upaya dan kerja sama karena kondisi mesin pompa maupun jalur pengaliran harus dipastikan dapat berfungsi dengan baik.

Setelah dilakukan perbaikan, air dari sungai kemudian dipompa menggunakan mesin dan dialirkan melalui selang menuju area persawahan yang mengalami kekeringan.

“Kami bersama masyarakat berupaya agar air ini bisa sampai ke sawah. Ini sifatnya penanganan sementara untuk membantu petani,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut sangat bergantung pada ketersediaan debit air sungai. 

Apabila kemarau terus berlangsung dan debit sungai semakin menyusut, kemampuan pompa untuk menyuplai air ke sawah juga dapat ikut terdampak.

“Ini hanya solusi sementara, sambil kita menunggu hujan turun. Kami juga tetap memantau kondisi sumber air di lapangan,” katanya.

BPBD Pasangkayu, kata dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah desa dan masyarakat untuk memastikan kebutuhan air bagi lahan pertanian tetap mendapat perhatian selama musim kemarau.

Menurut Rizal, keberadaan air sangat penting untuk mempertahankan tanaman padi, terutama di tengah kondisi kemarau panjang seperti saat ini.

Sebelumnya, sekitar 80 hektare sawah di Desa Pangiang terdampak kekeringan. Dari luasan tersebut, sekitar 10 hektare di antaranya dikhawatirkan tidak mampu bertahan apabila kemarau terus berlangsung tanpa adanya tambahan pasokan air.

Dengan air yang kini mulai mengalir, petani berharap tanaman padi yang masih dapat diselamatkan bisa terus tumbuh hingga memasuki masa panen.

Namun, masyarakat menyadari bahwa penggunaan pompa dari sungai belum cukup untuk menjadi solusi jangka panjang.

Masyarakat berharap pemerintah dapat mempertimbangkan pembangunan infrastruktur pengairan yang lebih permanen, seperti bendungan atau embung, sehingga ketersediaan air bagi persawahan masyarakat dapat lebih terjamin.(*)

 


Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.