BANGKAPOS.COM -- Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang saat karnaval HUT ke-81 RI di Bandung, Senin (17/8/2026).
Selain Kompol Ade, Danramil 2402/Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul juga turut menjadi korban.
Keduanya dikeroyok oleh tiga pemuda berinisial RF, YP, dan IA.
Para pelaku kini telah berhasil diamankan pihak kepolisian kurang lebih enam jam dari peristiwa kericuhan terjadi.
"Anggota Resmob Polresta Bandung dan Polsek Cicalengka berhasil mengamankan ketiga tersangka yang terlibat dalam aksi tersebut," tulis akun instagram Polresta Bandung dikutip TribunJakarta.com, Rabu (19/8/2026).
Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis akibat nekat menganiaya petugas negara yang sedang bertugas.
Baca juga: Sosok Juventus Yoris, Bupati Sikka Jalan Kaki 4 Km Demi Temui Korban Gempa Palue NTT: Menyedihkan
Mereka harus bersiap menghadapi jeratan hukum berat usai nekat mengeroyok Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul.
Kompol Ade Rahmat, S.Pd., M.H. adalah Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Cicalengka di bawah jajaran Polresta Bandung, Polda Jawa Barat.
Dari gelar yang disandang oleh Kompol Ade, ia diketahui merupakan lulusan Sarjana Pendidikan dan Magister Hukum.
Kompol Ade Rahmat mulai bertugas sebagai Kapolsek Cicalengka sejak awal tahun 2025.
Ia menggantikan pejabat sebelumnya, Kompol Deni Rusnandar.
Kompol Ade diketahui aktif membina kerja sama lintas instansi di tingkat kecamatan (Forkopimcam Cicalengka) bersama jajaran Danramil.
Sosok Kompol Ade Rahmat menjadi sorotan setelah dirinya menjadi korban pengeroyokan yang terjadi saat karnaval HUT RI di Bandung pada Senin, (17/8/2026).
Keributan terjadi sekitar pukul 11.20 WIB di kawasan Alun-alun Cicalengka, Jalan Cikopo, Desa Cicalengka Kulon, ketika iring-iringan karnaval 17an berlangsung.
Kapolsek Cicalengka mengatakan keributan awalnya terjadi antarpeserta karnaval. Saat Danramil berusaha melerai, justru ikut menjadi sasaran.
Ketika Kapolsek kemudian turun tangan untuk menghentikan kekerasan, serangan berlanjut kepadanya.
Akibat kejadian itu, Ade mengalami luka gores hingga menyebabkan pendarahan pada bagian hidung. Sementara Kapten Inf Sumarna Chaerul mengalami luka lecet pada betis setelah terjatuh ketika diserang.
Seorang anggota organisasi kemasyarakatan yang ikut membantu menghentikan keributan juga disebut turut menjadi sasaran pemukulan.
Informasi lain yang beredar menyebut sejumlah pelaku diduga berada dalam kondisi mabuk.
Salah satu laporan menyebut keributan bermula dari peserta karnaval Desa Tenjolaya dan Desa Panenjoan yang terlibat perkelahian di depan panggung podium.
Ketika aparat turun tangan untuk melerai, kekerasan justru berbalik diarahkan kepada mereka. Seorang warga yang ikut membantu melerai juga dilaporkan mengalami luka di kepala dan bibir akibat pukulan benda tumpul.
Kapolresta Bandung, Kombes Aldi Subartono, mengungkapakan bahwa ketika rombongan tersebut berada di sekitar podium, terjadilah keributan antarpeserta karnaval.
Baca juga: Nasib Susanah usai Disebut Prabowo Pengupas Bawang Rp 700 Ribu, Ada Garis Polisi di Rumahnya
Melihat situasi tersebut, Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul turun dari podium untuk berupaya mengamankan dan melerai keributan.
Namun, upaya tersebut justru membuat situasi semakin memanas. Kapolsek dan Danramil diduga menjadi sasaran pemukulan oleh sejumlah peserta karnaval.
"Benar, telah terjadi insiden pemukulan terhadap Kapolsek Cicalengka dan Danramil Cicalengka saat keduanya berupaya mengamankan keributan dalam kegiatan karnaval," ujarnya kepada awak media saat dikonfirmasi, Selasa (18/8/2026).
Akibatnya, Kapolsek Cicalengka dan warga dari salah satu ormas mengalami luka pada bagian wajah.
Aldi mengatakan, setelah kejadian itu pihaknya langsung melakukan penanganan dan pencarian pelaku.
"Kami menindaklanjuti kejadian ini secara profesional dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," katanya.
Dari hasil penyelidikan, sejumlah pelaku telah teridentifikasi. Diketahui terdapat tiga terduga pelaku berhasil diringkus kepolisian.
Tak sampai di situ kepolisian juga tengah memburu pelaku lainnya yang diduga terlibat pengeroyokan.
"Selain itu, kami juga masih mendalami identitas seorang terduga pelaku lainnya yang saat kejadian mengenakan seragam Karang Taruna," ucapnya.
Terkait motif para terduga pelaku, kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam.
"Kami juga mengimbau seluruh masyarakat agar tidak melakukan tindakan anarkis dan tetap menjaga situasi kamtibmas," ujarnya.
Ketiga tersangka dijerat pasal berlapis akibat nekat menganiaya petugas negara yang sedang bertugas.
Tiga pemuda berinisial RF, YP, dan IA harus bersiap menghadapi jeratan hukum berat usai nekat mengeroyok Kapolsek Cicalengka Kompol Ade Rahmat dan Danramil Cicalengka Kapten Inf Sumarna Chaerul.
Ketiga tersangka kini resmi ditahan dan terancam hukuman pidana penjara hingga lima tahun atas tindakan penyerangan terhadap aparat negara yang sedang menjalankan tugas.
Tindakan tegas diambil kepolisian mengingat para pelaku tidak hanya memicu kericuhan di tengah warga, tetapi juga menyerang petugas keamanan yang berupaya menertibkan situasi.
Wakasatreskrim Polresta Bandung, AKP Asep Ahmad Nuron, membeberkan bahwa insiden pengeroyokan bermula saat rombongan Karnaval Desa Tenjolaya melintas dan terjadi perselisihan antarpeserta.
Saat Kapolsek dan Danramil turun tangan melerai, kedua pejabat tersebut justru menjadi sasaran amuk para tersangka.
"Motif awal dari keterangan, para pelaku ini selama pelaksanaan karnaval terjadi cekcok dengan peserta lain, sehingga Pak Kapolsek langsung melerai. Tapi justru Pak Kapolsek langsung diserang bersama Pak Danramil," ujar Asep di Mapolresta Bandung, Selasa (18/8/2026).
Hasil pemeriksaan awal menunjukkan para tersangka diduga kuat melancarkan aksinya di bawah pengaruh minuman keras (miras).
Atas perbuatan nekat tersebut, penyidik menjerat para tersangka dengan pasal berlapis, meliputi tindak pidana pengeroyokan, penganiayaan, serta penyerangan dengan kekerasan terhadap pejabat negara yang sedang bertugas.
Polisi juga memastikan terus mengembangkan kasus ini untuk memburu potensi adanya tersangka baru.
(Bangkapos.com/Tribunnews.com/TribunJakarta.com)