Warganet Dukung Siswa SMA Sentil Pejabat dan APH soal PETI Jambi: Kalian Juara 1 di Mata Kami
Darwin Sijabat August 19, 2026 12:11 PM

 

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi teatrikal kritis yang dibawakan para siswa SMAN 1 Sarolangun dalam karnaval memperingati Hari Kemerdekaan RI di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, terus menjadi perbincangan hangat di media sosial. 

Meski mengangkat isu sensitif mengenai kerusakan lingkungan dan korban jiwa akibat Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) atau tambang emas ilegal langsung di hadapan panggung pimpinan daerah dan Aparat Penegak Hukum (APH), sekolah tersebut dilaporkan meraih Juara 2 dalam ajang itu.

Keputusan tersebut memicu gelombang simpati dan apresiasi luas dari masyarakat serta netizen di jagat maya. 

Kolom komentar unggahan media sosial Tribunjambi.com diserbu tanggapan warganet yang menilai pesan moral dan keberanian para pelajar tersebut jauh melebihi sekadar penilaian kompetisi.

Banyak warganet yang menyayangkan keputusan juri, namun tetap memberikan dukungan moral setinggi-tingginya kepada para siswa yang dinilai berhasil menyuarakan realita pahit di daerahnya.

"Sudah pasti kesindir, makanya dikasih juara 2, sekeren itu loh padahal … tetap semangat SMANSA kalian tetep juara 1 dimata kami," tulis akun @ay*** mengomentari hasil pengumuman karnaval tersebut.

Apresiasi senada juga datang dari warganet lain yang menganggap aksi panggung jalanan ini sebagai representasi jujur dari keprihatinan generasi muda terhadap ancaman kerusakan alam di Bumi Sepucuk Adat Serumpun Pseko.

"Kren ya SMA 1 Sarolangun...ungkapan hati yang prihatin Dari para pelajar," puji akun @sus**.

SINDIR DI KARNAVAL - Kolase foto karnaval di Sarolangun Jambi viral. (HO/IST)

"Selamat kpd smansa sarolangun..kalian meraih penghargaan tinggi no 1 dari masyarakat indonesia..mewakili kisah yg terjadi dan real nyata apa yg terjadi saat ini," tambah akun @ba**.

Selain memberikan dukungan, tak sedikit pula warganet yang menyentil reaksi para pejabat publik dan APH yang menyaksikan langsung pertunjukan tersebut di panggung kehormatan.

Baca juga: Sentil Pejabat dan APH, Siswa SMA Sarolangun Jambi Peragakan Tragedi PETI di Karnaval

Baca juga: Kabar Gembira untuk Guru PPPK Paruh Waktu: Bakal Diangkat Penuh, Peluang CPNS Terbuka

"APH pura pura dak liat peragaan ini," sindir akun @goe**.

"Nah bukan di sindir Lg lah di bersih contoh masih jugo tutup Mato," timpal akun @al**.

Netizen juga menyoroti kerja keras para siswa yang tampil totalitas memeragakan adegan demi adegan, mulai dari menyeberangkan replika alat domping, memikul keranda jenazah korban longsor, hingga simulasi evakuasi di areal tambang liar.

"Padahl anak" mendalami peran, begadang, intraksi nya luar biasa kenapa hrus juara 2," keluh akun @pu**.

"Apa yang saya pikir, siapa yang duduk di dekat timbangan," tulis akun @kar** menyindir proses penilaian.

Meskipun harus puas di posisi kedua pada ajang tingkat kabupaten tersebut, simpati masyarakat membuktikan bahwa pesan kritis SMAN 1 Sarolangun berhasil mendarat tepat di hati publik dan menyuarakan kegelisahan warga atas maraknya aktivitas tambang emas ilegal di Jambi.

 

*** DISCLAIMER

Jika anda atau seseorang yang anda kenal sedang melakukan tindak pidana segera hubungi pihak berwajib.

Baca juga: Kejutan Selasa Malam di Depan Citra Raya City, Polres Muaro Jambi Amankan 72 Kendaraan

Baca juga: Tawuran Antarkelompok Remaja di Jambi Makan Korban, Remaja 16 Tahun Tewas Dikeroyok

Baca juga: Sekda Merangin Melepas Pawai 10 Ribu Pelajar HUT ke-81 RI

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.