Stunting di Sigi Menurun, Kasus Balita Turun dari 2.119 Jadi 1.630
Fadhila Amalia August 19, 2026 02:22 PM

TRIBUNPALU.COM, SIGI - Angka stunting di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, menunjukkan penurunan dalam satu tahun terakhir.

Berdasarkan data yang disampaikan Bupati Sigi Muhammad Rizal Intjenae, jumlah balita tercatat mengalami stunting turun dari 2.119 balita pada Februari 2025 menjadi 1.630 balita pada Februari 2026.

Artinya, terjadi penurunan sebanyak 489 balita dalam kurun waktu satu tahun.

Baca juga: Karhutla Melanda Desa Longge Tojo Una-Una, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api

Capaian tersebut disampaikan Rizal dalam acara ramah tamah HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang dirangkaikan dengan pengumuman hasil penilaian desa, program Pakagali Pakagaya Ngata, enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu, penilaian konvergensi pencegahan dan percepatan penurunan stunting (P3S), serta Desa Zero Stunting tahun 2026.

Rizal mengapresiasi seluruh pihak terlibat dalam upaya penurunan stunting, mulai dari pemerintah desa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, kader pembangunan manusia, TP PKK, pendamping desa, camat, perangkat daerah hingga masyarakat.

Menurutnya, penurunan angka tersebut menunjukkan adanya perkembangan positif dalam upaya bersama menangani persoalan stunting di Kabupaten Sigi.

Meski demikian, Rizal mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah maupun pemerintah desa berpuas diri.

Ia meminta upaya pencegahan dan penanganan stunting terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk dengan memastikan data digunakan benar-benar sesuai kondisi di lapangan.

"Data yang akurat adalah dasar intervensi yang tepat," ujar Rizal.

Baca juga: Unik, Desa hingga OPD di Sigi Dinilai Kurang Bersih, Malah Dapat Sapu Lidi

Ia juga menyoroti masih adanya desa yang belum melakukan verifikasi dan validasi data.

Pemerintah desa diminta segera menyelesaikan persoalan tersebut, termasuk memastikan masyarakat yang belum memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) maupun KTP dapat terdata dan memperoleh pelayanan administrasi kependudukan.

10 Desa Capai Zero Stunting

Selain penurunan jumlah balita stunting, Pemkab Sigi juga mencatat 10 desa telah mencapai kondisi zero stunting pada 2026.

Rizal menegaskan, status zero stunting bukanlah akhir dari perjuangan.

Justru, kondisi tersebut menjadi awal tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan agar tidak muncul kasus baru.

"Ketika sebuah desa sudah zero stunting, maka tanggung jawab kita justru semakin besar untuk mempertahankannya. Karena anak-anak yang sehat hari ini adalah sumber daya manusia Sigi di masa depan," katanya.

Rizal berharap semakin banyak desa di Kabupaten Sigi mampu memenuhi seluruh indikator desa berkinerja baik dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

Ia menegaskan, penanganan stunting tidak boleh hanya berorientasi pada penurunan angka.

Baca juga: Damkar Morowali Gelar Skill Competition Antarpeleton, Uji Ketangkasan Hadapi Keadaan Darurat

Setiap anak harus dipastikan terdata, mendapatkan pelayanan kesehatan, tumbuh sehat dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Dengan penurunan 489 balita dalam satu tahun serta bertambahnya desa yang mencapai zero stunting, Pemkab Sigi terus mendorong penguatan program pencegahan dan penanganan stunting di seluruh wilayah.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.