Rumah Hancur karena Angin Puting Beliung, Masrul Sihombing Terpaksa Bermalam di Warung Triplek
Randy P.F Hutagaol August 19, 2026 02:27 PM

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Masrul Sihombing, merupakan satu dari ratusan keluarga yang terdampak bencana angin puting beliung di Kecamatan Medan Johor, Kota Medan.

Akibat bencana yang terjadi pada Selasa (18/8/2026) malam tadi, sedikitnya 150 rumah warga di Kecamatan Medan Johor porak poranda setelah disapu kencangnya hembusan angin. 

Akibat bencana angin puting beliung disertai hujan deras yang terjadi malam tadi, membuatnya terpaksa bermalam di tempat seadanya.

Atap seng rumahnya yang sudah terbang terbawa gulungan angin, membuatnya tak bisa lagi tidur di dalam rumah yang tak lagi memiliki atap. 

Diceritakan Masrul, malam tadi ia terpaksa tidur di dalam warungnya yang hanya menyisakan tutup dari bahan triplek.

Kondisi darurat ini, dikatakannya terpaksa ia jalani karena tak memiliki tempat untuk mengevakuasi diri.

"Enggak ada tempat ngungsi, jadi di sini aja lah (warung) tadi malam. Enggak ada lagi sengnya, cuma pakai triplek inilah," ujar Masrul, Rabu (19/8/2026). 

Tak hanya itu, dirinya juga tak bisa meninggalkan rumahnya karena mengingat sejumlah barang yang ada di warungnya.

Sehingga, ia malam tadi terpaksa tidur dengan keadaan darurat bersama dua kerabatnya yang juga tinggal di rumahnya. 

"Enggak mungkin juga ditinggal," katanya.
 
Dari ceritanya, ia sempat melihat angin kencang berputar-putar di sekitar lokasi yang berdekatan dengan kanal ini. Bahkan, ia mengaku sempat melihat sejumlah atap seng rumah warga yang berterbangan seperti layangan. 

"Berputar-putar tadi malam anginnya bawa seng, udah kaya layangan ku lihat," ucapnya. 

Amatan www.tribun-medan.com, di kelurahan Suka Maju setidaknya terdapat 90 unit rumah warga yang mengalami kerusakan mulai dari sedang sampai berat. Tampak, rumah warga di sana mengalami kerusakan terutama di bagian atapnya yang sudah terlepas. 

Bahkan, beberapa rumah mengalami kerusakan yang cukup parah dimana hampir seluruh bangunan rumahnya rubuh. Diketahui, dua rumah yang mengalami kerusakan paling parah merupakan bangunan semi permanen hingga mudah tersapu kuatnya angin.

(mns/tribun-medan.com) 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.