SMAN 1 Ambawang Gelar Doa Bersama Usai Tiga Murid Alami Kecelakaan Maut! 2 Meninggal Ditempat
Madrosid August 19, 2026 02:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Keluarga besar SMAN 1 Sungai Ambawang menggelar doa bersama untuk mengenang dua siswanya yang menjadi korban kecelakaan maut, Rabu 19 Agustus 2026 pagi.

Dua siswa tersebut yakni Samir Nasri Siregar dan Muhammad Fatir Nazim Ramadhani.

Keduanya merupakan siswa SMAN 1 Sungai Ambawang yang meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut.

Sementara satu temannya lagi selamat meski alami cidera dalam kecelakaan.

Dua orang meninggal dilokasi akibat kecelakaan motor vs tronton.

Baca juga: Detik Kecelakaan Maut Jalan Ya M Sabran Pontianak Timur, Renggut 2 Nyawa Pelajar SMAN 1 Ambawang

Wakil Kepala SMAN 1 Sungai Ambawang, Edi Musafar, mengatakan doa bersama digelar sebagai bentuk duka cita sekaligus ungkapan kehilangan dari keluarga besar sekolah.

"Tadi pagi kami selaku keluarga besar SMAN 1 Sungai Ambawang mengadakan doa bersama. Setelah itu, dari pihak sekolah juga mengutus beberapa guru dan wali kelas untuk takziah ke rumah duka. Alhamdulillah, semua itu berjalan dengan baik dan lancar," katanya.

Pembelajaran Daring Telah Berakhir

Edi menjelaskan, saat kecelakaan terjadi, kegiatan pembelajaran secara daring di SMAN 1 Sungai Ambawang telah berakhir sejak 14 Agustus 2026.

Kegiatan pembelajaran kemudian kembali dilaksanakan secara normal mulai 17 Agustus 2026.

"Memang sudah masuk kembali seperti biasa dimulai dari tanggal 17 Agustus 2026. Kita awali dengan upacara bendera di sekolah ini. Setelah itu, tanggal 18 seluruh siswa mengadakan kegiatan perayaan kemerdekaan dengan mengisi pertandingan-pertandingan antarkelas," ungkapnya.

Meski demikian, pihak sekolah tidak menyangka musibah kecelakaan tersebut terjadi dan menimpa anak didiknya.

Ingatkan Siswa Gunakan Helm

Edi menyebut pihak sekolah sebelumnya telah berulang kali mengingatkan para siswa agar memperhatikan keselamatan saat berkendara, terutama ketika melintas di Jalan Trans Kalimantan yang dinilai rawan terjadi kecelakaan.

Berdasarkan informasi yang diterima pihak sekolah, tiga korban diketahui menaiki satu sepeda motor dan tidak menggunakan helm saat berkendara.

"Si korban ini kebetulan memang dapat informasi mereka menaiki motor itu tiga orang dan tidak menggunakan helm. Itu yang kita sesali," ujarnya.

Menurut Edi, sekolah telah memberikan imbauan kepada seluruh siswa agar selalu berhati-hati ketika berada di jalan dan menggunakan helm sesuai standar keselamatan.

"Sebenarnya pihak sekolah sudah mewanti-wanti dan sudah mengingatkan seluruh siswa untuk berhati-hati karena di Jalan Trans Kalimantan ini sangat rawan sekali kecelakaan. Sudah kita imbau, kita ingatkan untuk memperhatikan keselamatan dengan menggunakan helm SNI," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa imbauan tersebut telah diberikan kepada seluruh siswa. Namun, musibah yang tidak diharapkan akhirnya terjadi.

Keselamatan Siswa Jadi Perhatian Sekolah

Atas kejadian tersebut, Edi mengajak seluruh siswa dan orang tua untuk mengambil hikmah serta meningkatkan perhatian terhadap keselamatan, khususnya ketika anak berangkat maupun pulang dari sekolah.

"Untuk seluruh siswa wajib menggunakan helm dan insya Allah peraturan ini akan kita tekankan kepada seluruh siswa dan juga kepada orang tua untuk selalu melihat dan memperhatikan saat keberangkatan putra-putrinya di sekolah," pungkasnya.

Pihak sekolah berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bersama agar keselamatan siswa menjadi perhatian utama, baik bagi sekolah, orang tua maupun para siswa ketika berkendara di jalan raya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.