BMKG Deteksi 105 Hotspot di Sekadau, Warga Diimbau Waspada Cuaca Panas Terik
Rivaldi Ade Musliadi August 19, 2026 02:32 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau seluruh masyarakat di Kabupaten Sekadau untuk mengencangkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) pada Rabu, 19 Agustus 2026.

Berdasarkan rilis pemutakhiran data prakiraan cuaca dari Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio BMKG, kondisi cuaca di wilayah Kabupaten Sekadau hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB, secara umum didominasi cuaca berawan hingga cerah berawan.

Suhu udara maksimum diprakirakan cukup menyengat hingga mencapai 34 derajat Celsius, dengan suhu terendah 21 derajat Celsius.

Kelembapan udara berada pada rentang 46 hingga 100 persen, sementara laju kecepatan angin berembus dari arah timur laut hingga tenggara sekitar 10 kilometer per jam.

Rincian Cuaca Per Kecamatan di Kabupaten Sekadau

Secara lebih terperinci, dinamika atmosfer di wilayah Kabupaten Sekadau menunjukkan variasi cuaca lokal sebagai berikut:

Sekadau Hilir, Sekadau Hulu, Nanga Taman, & Nanga Mahap: Diprakirakan mengalami kondisi cuaca dominan berawan sepanjang hari.

Belitang Hilir, Belitang Hulu, & Belitang: Diprakirakan mengalami kondisi cuaca cenderung cerah berawan yang memicu potensi penguapan tinggi dan pemanasan permukaan lahan.

• Warga Bokak Sebumbun Masih Kesulitan Air Bersih, Bhayangkari dan Polres Sekadau Turun Tangan

Kondisi cuaca terik ini kian menjadi perhatian serius mengingat adanya lonjakan drastis temuan titik panas (hotspot) di wilayah hukum Kabupaten Sekadau.

Melonjak Drastis: Terdeteksi 105 Titik Panas di Sekadau

Data terbaru pemantauan BMKG mencatat sebanyak 105 titik panas terdeteksi tersebar di berbagai titik wilayah Kabupaten Sekadau berdasarkan hasil scanning satelit pada Selasa, 18 Agustus 2026 (periode pukul 00.00 hingga 23.00 WIB).

Jumlah ini mengalami lonjakan signifikan sebanyak 68 titik panas jika dibandingkan dengan data hari sebelumnya pada 17 Agustus 2026 yang tercatat hanya berada pada angka 37 titik.

Dari total 105 titik panas yang terpantau di Sekadau, klasifikasi tingkat kepercayaannya (confidence level) meliputi:

Tingkat Kepercayaan Tinggi (High): 12 titik

Tingkat Kepercayaan Menengah (Medium): 87 titik

Tingkat Kepercayaan Rendah (Low): 6 titik

BMKG menjelaskan bahwa pemantauan titik panas ini memanfaatkan sensor sensitif VIIRS dan MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit cuaca internasional, di antaranya satelit NOAA20, S-NPP, Terra, dan Aqua.

Indikasi hotspot mencerminkan adanya anomali suhu panas tinggi pada luasan area tertentu dibandingkan dengan kondisi lingkungan sekitarnya.

Meskipun titik panas tidak selalu identik dengan titik kebakaran api langsung (fire spot), temuan ini menjadi indikator kuat adanya aktivitas pembakaran atau potensi vegetasi yang sangat kering.

BMKG juga menegaskan bahwa deteksi titik panas ini memiliki keterbatasan dan tidak dapat terdeteksi secara optimal apabila suatu area tertutup awan tebal atau berada dalam area blank zone lintasan satelit.

Kalbar Siaga: Total 2.841 Hotspot Mengepung Wilayah

Ancaman karhutla ternyata tidak hanya melanda Kabupaten Sekadau. Secara kumulatif di tingkat Provinsi Kalimantan Barat, BMKG mendeteksi lonjakan masif hingga mencapai 2.841 titik panas.

Adapun rincian ribuan hotspot di wilayah Kalbar terdiri dari:

Tingkat Kepercayaan Menengah: 2.544 titik

Tingkat Kepercayaan Tinggi: 209 titik

Tingkat Kepercayaan Rendah: 88 titik

Dengan eskalasi peningkatan titik panas yang cukup tajam ini, BMKG mengimbau masyarakat Kabupaten Sekadau, jajaran Pemerintah Daerah, Satgas Karhutla, serta aparatur desa untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.

Kesiapsiagaan patroli pemantauan di tingkat lapangan perlu semakin ditingkatkan demi mencegah meluasnya bencana kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan dan perekonomian masyarakat. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.