Risiko Sedot Lemak Double Chin, Dokter Ungkap Efek Samping yang Perlu Diketahui
Garudea Prabawati August 19, 2026 03:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Memiliki double chin atau lemak berlebih di area bawah dagu dan leher dapat membuat sebagian orang merasa kurang percaya diri. 

Kondisi ini kemudian mendorong munculnya berbagai pilihan perawatan untuk mendapatkan kontur wajah dan leher yang dianggap lebih ideal, termasuk prosedur sedot lemak atau liposuction. 

Karena menawarkan tindakan langsung pada lemak di bawah kulit, liposuction kerap dipandang sebagai cara untuk memperoleh perubahan secara lebih cepat.

Namun, sedot lemak untuk mengurangi double chin bukan sekadar prosedur kecantikan biasa. 

Liposuction merupakan prosedur medis yang melibatkan pengangkatan lemak di bawah kulit, termasuk pada area dagu dan leher, dengan menggunakan alat khusus serta teknik medis tertentu. 

Menurut Dokter Estetika Beautiff Aesthetic Clinic, dr. Tiffany Saqfilia Prameswari, keputusan menjalani prosedur ini harus dipertimbangkan secara cermat dan dilakukan melalui konsultasi dengan dokter yang profesional atau memiliki keahlian terkait.

Hal penting lain yang perlu dipahami adalah sedot lemak tetap memiliki risiko dan efek samping. 

Setelah menjalani liposuction, pasien dapat mengalami pembengkakan, memar, nyeri, hingga perubahan sensasi pada kulit di area yang dilakukan tindakan. 

Proses pemulihan juga tidak selalu sama pada setiap orang karena dapat dipengaruhi kondisi masing-masing individu, termasuk usia dan berat badan. 

Karena itu, calon pasien perlu mengetahui manfaat sekaligus risikonya sebelum memutuskan menjalani prosedur.

Apa Itu Sedot Lemak Double Chin?

Sedot lemak atau liposuction merupakan prosedur medis yang dilakukan dengan cara mengangkat lemak yang berada di bawah kulit menggunakan alat khusus dan prosedur medis tertentu.

Baca juga: Tak Hanya Ganggu Penampilan, Double Chin Bisa Jadi Tanda Suatu Penyakit

Dalam konteks double chin, liposuction dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk mengurangi lemak di area bawah dagu dan leher. 

Meski demikian, tindakan tersebut perlu disesuaikan dengan kondisi pasien dan tidak dapat dianggap sebagai prosedur yang cocok untuk semua orang.

Dokter perlu mempertimbangkan kondisi kesehatan pasien sebelum menentukan apakah liposuction sesuai dengan indikasi.

"Keputusan menjalani sedot lemak atau liposction itu memang sebagai metode mengurangi double chin kita memang harus dipertimbangkan dengan cermat karena ada efek sampingnya seperti itu ya. Nah, ini memang harus di bawah konsultasi ee dokter yang profesional atau eh expertise-nya ya. Jadi, liposakin ini memang prosedur medis yang melibatkan pengangkatan lemak di daerah bawah kulit, dagu, dan leher yang menggunakan alat khusus dengan prosedur medis tertentu," kata dokter Tiffany dalam siniar BEAUTY HEALTH di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah Rabu (19/8/2026).

Apakah Sedot Lemak Bisa Mengurangi Double Chin?

Berdasarkan penjelasan dr. Tiffany Saqfilia Prameswari, liposuction memang dapat menjadi salah satu metode untuk mengurangi double chin. 
Namun, efektivitas tindakan tetap perlu dipertimbangkan berdasarkan kondisi masing-masing pasien.

Artinya, seseorang tidak sebaiknya memutuskan melakukan sedot lemak hanya karena menginginkan hasil yang cepat. 

Kondisi kesehatan pasien harus terlebih dahulu dinilai untuk memastikan tindakan sesuai indikasi dan tidak terdapat kontraindikasi.

Risiko Sedot Lemak Double Chin yang Perlu Diketahui

Meskipun dilakukan untuk tujuan mengurangi lemak, liposuction tetap merupakan prosedur medis yang memiliki risiko. 

Beberapa efek samping yang disebutkan dr. Tiffany antara lain:

1. Pembengkakan

Pembengkakan dapat muncul setelah pasien menjalani tindakan liposuction. Kondisi tersebut menjadi salah satu efek yang perlu diperhatikan selama masa pemulihan.

2. Memar

Pasien juga dapat mengalami memar setelah menjalani prosedur. Kemunculan memar dapat menjadi bagian dari efek setelah tindakan pada area yang dilakukan liposuction.

3. Nyeri

Rasa nyeri juga termasuk efek samping yang mungkin dialami setelah prosedur. Tingkat nyeri dan proses pemulihan dapat berbeda pada setiap individu.

4. Perubahan Sensasi pada Kulit

Risiko lainnya adalah perubahan sensasi pada kulit di area yang dilakukan tindakan. 

Karena itu, pasien perlu memahami kemungkinan efek tersebut sebelum memutuskan menjalani prosedur.

"Efektivitas dari liposak juga harus ee menimbang bahwa kesehatan pasien juga sudah sesuai dengan indikasi dan tidak ada kontraindikasi seperti itu. Dan efek efek sampingnya ini tentunya memang punya resiko seperti ada pembengkakan kemudian ada memar after apa treatment liposection, kemudian nyeri dan adanya perubahan sensasi di area kulit yang dioperasi seperti itu. Untuk pemulihannya sendiri, hiposion ini memang berbeda-beda ya," paparnya.

Waktu Pemulihan Tidak Sama pada Setiap Pasien

Menurut dr. Tiffany, proses pemulihan setelah liposuction dapat berbeda-beda pada setiap orang. 

Tidak ada satu waktu pemulihan yang dapat dianggap sama untuk seluruh pasien.

Beberapa faktor individu perlu diperhatikan, termasuk usia dan berat badan. 

Kondisi masing-masing pasien menjadi salah satu pertimbangan dalam proses pemulihan setelah tindakan.

"Jadi, pemulihannya itu bisa bervariasi itu ee ada faktor-faktor tertentu juga yang harus dilihat di individunya lagi. Itu juga seperti usia, seperti berat badan banyak sekali dan ee individunya juga harus sadar bahwa resiko dari liposction ini memang ada seperti itu," sebut dr. Tiffany.

Konsultasi Dokter Sebelum Sedot Lemak Sangat Penting

Keinginan mendapatkan hasil yang lebih cepat sebaiknya tidak membuat seseorang mengabaikan aspek keamanan. 

Sebelum menjalani sedot lemak double chin, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter yang profesional dan memiliki keahlian terkait prosedur tersebut.

"Kondisi kesehatan juga perlu dipertimbangkan untuk memastikan pasien memenuhi indikasi dan tidak memiliki kontraindikasi terhadap tindakan. Dengan demikian, keputusan untuk menjalani liposuction dapat dibuat berdasarkan kondisi medis dan kebutuhan pasien, bukan semata-mata karena mengejar hasil instan."

"Sedot lemak double chin dapat menjadi salah satu metode untuk mengurangi lemak di area dagu dan leher, tetapi tetap merupakan prosedur medis yang memiliki risiko. Karena itu, memahami prosedur, kemungkinan efek samping, serta kondisi kesehatan pribadi menjadi bagian penting sebelum mengambil keputusan," tungkasnya.

(Tribunnews.com/M Alvian Fakka)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.