TRIBUNNEWS.COM - Bali United harus menelan kekecewaan setelah gagal mempertahankan keunggulan atas Persib Bandung pada laga pamungkas Dewata Challenge Series 2026.
Bermain di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Selasa (18/8/2026) malam WIB, Serdadu Tridatu sebenarnya sempat berada di atas angin.
Bali United bahkan dua kali memimpin melalui gol Brandon Wilson dan Joao Ferrari.
Namun, keunggulan tersebut buyar pada penghujung pertandingan. Persib mampu mencetak dua gol dalam waktu singkat hingga akhirnya membalikkan keadaan menjadi 3-2.
Kekalahan itu membuat pelatih Bali United, Johnny Jansen, kecewa. Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari sejumlah kesalahan mendasar yang dilakukan anak asuhnya.
Johnny secara khusus menyoroti konsentrasi lini belakang Bali United yang menurun pada momen-momen krusial.
"Gol pertama, kurang beruntung, mengoper bola ke belakang tetapi kami mendapat kartu merah dan penalti," ungkap Johnny Jansen, dikutip dari TribunBali.com.
Kejadian tersebut menjadi titik balik pertandingan.
Bali United yang sebelumnya unggul 1-0 harus kehilangan Thomas Lam setelah bek tersebut mendapat kartu merah.
Persib kemudian mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dieksekusi Marc Klok untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Tak lama berselang, Bali United kembali memimpin melalui sundulan Joao Ferrari.
Namun, keunggulan 2-1 itu juga tidak mampu dipertahankan.
Persib terus meningkatkan tekanan memasuki menit-menit akhir pertandingan.
Hasilnya terlihat pada menit ke-87 ketika Balsa Sekulic berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Gol tersebut menjadi pukulan telak bagi Bali United karena berawal dari kesalahan pemain sendiri.
Johnny Jansen secara khusus menyoroti kesalahan dari putra pelatih Timnas Indonesia John Herdman, yakni Jay Herdman.
Baca juga: Persib vs Manila Digger: Igor Tolic Belum Puas, Playoff ACL 2 Jadi Ujian Sesungguhnya
"Gol kedua, Jay seharusnya membuang bola, tetapi bolanya malah jatuh di depan pemain lawan," tegas Johnny.
Bola yang gagal dibuang dengan sempurna tersebut kemudian jatuh ke hadapan Balsa Sekulic.
Tanpa membuang kesempatan, penyerang Persib itu langsung melepaskan penyelesaian yang membuat skor berubah menjadi 2-2.
Petaka Bali United belum berhenti.
Hanya beberapa menit kemudian, Persib justru mencetak gol ketiga melalui sundulan Gabriel Mutombo.
Gol tersebut sekaligus memastikan comeback Maung Bandung sekaligus mengantarkan mereka menjadi juara Dewata Challenge Series 2026.
Johnny kembali menilai gol ketiga Persib juga lahir karena kesalahan sendiri.
"Gol ketiga adalah kesalahan di lini tengah dan bek tengah, hal seperti itu tidak seharusnya terjadi," ujarnya.
Meski kecewa dengan hasil akhir, Johnny Jansen tidak sepenuhnya melihat pertandingan tersebut secara negatif.
Pelatih asal Belanda itu menilai permainan Bali United sebenarnya menunjukkan perkembangan positif.
Ia menilai organisasi permainan dan kondisi fisik anak asuhnya sudah semakin baik.
"Terlepas dari hasilnya, saya melihat cara kami bermain berkembang, dan kami bermain sangat baik. Begitu juga dengan fisik, kami sangat baik," bebernya.
Hal senada disampaikan bek Bali United, Tim Geypens.
Pemain keturunan Indonesia-Belanda tersebut mengaku kecewa karena timnya gagal mempertahankan keunggulan, tetapi tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan rekan-rekannya.
"Sangat disayangkan kami harus kalah, tetapi saya sangat bangga dengan rekan-rekan se-tim karena kami memainkan pertandingan yang sangat bagus. Kami sebenarnya butuh kemenangan dan menciptakan banyak peluang," tutur Geypens.
Menurut Geypens, Bali United masih membutuhkan waktu untuk semakin menyatukan permainan para pemain.
Ia melihat ada perkembangan dibandingkan pertandingan sebelumnya.
"Kami masih terus mengasahnya, tetapi jika melihat pertandingan sebelumnya dan laga kali ini, Anda sudah bisa melihat adanya peningkatan. Setiap laga kami semakin membaik," kata Geypens.
Bagi Bali United, kekalahan dari Persib menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi kompetisi resmi musim 2026/2027.
Sementara bagi Persib, kemenangan dramatis tersebut menjadi modal positif sekaligus memastikan Maung Bandung keluar sebagai juara Dewata Challenge Series 2026.
(Tribunnews.com/Hafidh Rizky Pratama) (TribunBali.com/Adrian Amurwonegoro)