TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ibu-ibu Bhayangkari yang menumpang di sebuah mobil Toyota Rush kecelakaan di Jalan Lintas Desa Malapari, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Mobil berpelat nomor BH 1624 BD tersebut terperosok semak-semak, sebelah warung sayur pemukiman warga, tak jauh dari posisi Masjid Jami’ Al-Ikhlas.
Dalam rekaman CCTV yang diperoleh Tribun Jambi, awaknya mobil melaju di ruas kiri jalan.
Tak lama kemudian, mobil tiba-tiba berpindah jalur ke kanan dengan kecepatan konstan.
Setelah melalui Masjid Jami’ Al-Ikhlas, mobil semakin ke kanan hingga keluar jalur aspal, menghantam pohon-pohon pisang.
Setelah kecelakaan terjadi, beberapa ibu berpakaian warna merah muda keluar dari mobil.
Kondisi mereka terlihat baik-baik saja. Namun, mobil terperosok masuk di antara pohon-pohon pisang.
Peristiwa yang sempat menyita perhatian warga sekitar ini. Beberapa warga keluar melihat kondisi mobil MPV berwarna gelap dengan nomor polisi BH 1624 BD mengalami kemiringan cukup signifikan akibat bagian roda depan dan bodi kendaraan terperosok ke sisi jalan.
Informasi yang dihimpun Tribun Jambi, berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi kejadian, peristiwa bermula ketika kendaraan melaju dari arah jalan utama.
Pengemudi diduga mengantuk hingga kehilangan kendali atas kendaraannya saat melintasi area dekat lapak dagangan warga.
"Iya, mobilnya tiba-tiba nyungsep ke arah samping lapak sayur dekat toko warga. Diduga pengemudinya ngantuk pas lewat sini," ujar salah seorang warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Mengetahui adanya insiden tersebut, warga setempat langsung berkumpul di lokasi untuk memberikan bantuan evakuasi awal.
Seorang pria tampak berupaya keluar atau memeriksa kondisi dari dalam kabin kendaraan, sementara penumpang wanita berseragam Bhayangkari tampak selamat di lokasi kejadian.
Tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, namun kerugian materiel diperkirakan timbul akibat kerusakan fisik pada bagian bawah dan samping kendaraan.
Petugas dan warga sekitar membantu proses penanganan serta evakuasi mobil agar tidak mengganggu arus lalu lintas di kawasan Malapari tersebut. (Tribun Jambi/Asto)
Baca juga: Pembimbing Jemaah Umrah Travel Gema Talbia Ungkap Kondisi Penelantaran di Tanah Suci
Baca juga: Kronologi Sapi Jatuh ke Sumur 14 Jam, Damkar Jambi Turun lalu Tarik dari Atas