Menerima Estafet ke-16, Gubernur Jateng Jalankan Sejumlah Program
raka f pujangga August 19, 2026 09:55 PM

TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ahmad Luthfi-Taj Yasin menilai, capaian kinerjanya selama memimpin Jateng selama 545 hari merupakan kerjasama seluruh pihak. 

Mereka menyebut, ada sejumlah capaian dalam kinerja pemerintahannya seperti dalam bidang pertanian hingga sektor ekonomi. 

Hal itu tidak bisa dilepaskan dari sumbangsih seluruh pihak termasuk para buruh, petani, pelaku UMKM dan sejumlah pihak lainnya.

Baca juga: Hari Jadi Ke-81 Jateng, Ahmad Luthfi Apresiasi Peran  Petani, Buruh, hingga UMKM

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, selama 545 hari memimpin Jateng,  berusaha untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah.

Menurutnya, pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri. Berbagai capaian pembangunan selama 545 hari masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat.

Oleh karena itu, dalam momentum HUT ke-81,  Luthfi secara khusus mengundang perwakilan petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas untuk hadir dalam upacara.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi semuanya,” terang Luthfi saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2026).

Capaian Kinerja di Sektor Pertanian

Luthfi menilai, kerja keras petani membuat Jawa Tengah tetap menjadi salah satu penyangga pangan nasional.

Pada 2025, produksi padi Jawa Tengah disebut mencapai sekitar 9,39 juta ton, sementara hingga Juli 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai 6,74 juta ton.

“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.

Investasi di Jateng Capai Rp59,94 triliun pada Semester I

Menurut Luthfi, pihaknya berusaha menekan tingkat pengangguran Terbuka Jawa Tengah turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen, dengan tambahan sekitar 460 ribu orang yang bekerja.

Pertumbuhan investasi juga terus berjalan. Hingga semester pertama 2026, investasi telah mencapai Rp59,94 triliun.

Sementara pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah hingga saat ini mencapai 5,80 persen.

"Di sisi lain, persentase penduduk miskin turun menjadi 9,21 persen," terangnya.

Capaian Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Capaian tersebut berjalan beriringan dengan program pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Di sektor pendidikan, Pemprov Jateng menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.

Pemerintah juga memberikan beasiswa bagi siswa tidak mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Sebanyak 282 sekolah telah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.

Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat.

Sementara di sektor perumahan, pemerintah telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.

Jawa Tengah juga memperkuat dukungan terhadap program pemerintah pusat. Program Makan Bergizi Gratis telah menjangkau sekitar sembilan juta penerima manfaat melalui 4.382 SPPG. Sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan 1.275 siswa, sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit dan 6.271 di antaranya telah beroperasi.

Luthfi menyebut, berbagai capaian tersebut tidak semata-mata menjadi hasil kerja pemerintah. Penghargaan dan capaian yang diraih Jawa Tengah juga merupakan buah dari kontribusi seluruh elemen masyarakat.

“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.

Di usia ke-81,  Luthfi mengatakan, perjalanan pembangunan Jawa Tengah juga merupakan estafet dari 15 gubernur sebelumnya. Setiap pemerintahan menghadapi tantangan dan persoalan yang berbeda.

Karena itu, semangat Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji harus menjadi energi untuk melanjutkan kerja bersama tersebut. Pemerintah, kata dia, masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dituntaskan.

“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” terangnya.

Harapan Masyarakat dan Tokoh Jateng

Dalam Peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Tengah, sejumlah tokoh menyatakan harapannya.

Gubernur Jawa Tengah periode 2008-2013, Bibit Waluyo berharap,  perekonomian Jawa Tengah harus kuat, karena sebagai salah satu penyangga ketahanan ekonomi nasional. Guna mewujudkannya, baik pemerintah maupun masyarakat harus bekerja keras dalam setiap bidang.

"Jawa Tengah harus kuat ekonominya, sebagai penyangga ketahanan nasional, maka masyarakat Jawa Tengah harus mempeng (tekun) bekerja, bertani, bercocok tanam untuk kesejahteraan keluarga dan bangsa," katanya.

Bibit menjelaskan, sektor agraris merupakan salah satu penopang yang harus terus dioptimalkan.  Pemerintah harus peduli pada sektor tersebut karena itu merupakan kekuatan. Apalagi Jawa Tengah adalah lumbung pangan nasional.

Sementara, para pelajar SMAN 1 Boyolali, juga berharap Jawa Tengah terus maju dalam bidang pendidikan. Sekolah gratis dan berbagai program bidang pendidikan telah banyak dirasakan oleh masyarakat, terutama anak-anak dari keluarga miskin atau kurang mampu, sehingga mendapatkan kesempatan belajar yang sama.

"Semoga Jawa Tengah makin maju dan sukses, apalagi di bidang pendidikan," ujar Sukma Ananda Gracia, pelajar SMAN 1 Boyolali.

Sukma juga menyampaikan pesan kepada generasi muda, khususnya para pelajar, untuk giat belajar. Sebab itu menjadi poin penting agar dapat bersama-sama membawa Jawa Tengah semakin maju ke depannya.

Baca juga: Ahmad Luthfi Maknai HUT Ke-81 RI dengan Kerja Nyata untuk Kemakmuran Rakyat

"Mari bersama-sama kita gotong royong, serta bisa merangkul satu sama lain untuk menjaga dan memajukan Jawa Tengah," katanya.

Pelajar lainnya, Kristian Unggul Saputra, memaknai pesan Gubernur Ahmad Luthfi dalam peringatan Hari Jadi sebagai upaya untuk mempersatukan semangat untuk memajukan Jawa Tengah.

"Tadi Gubernur menyampaikan tentang nyawiji, beliau menginginkan kita menjadi satu kesatuan dan kekeluargaan supaya kita tidak terpecah belah," ujarnya. (Iwn)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.