SURYA.co.id - Rasa tegang mewarnai penampilan perdana Aknes Siek Syufi bersama Putri Smansa Tuban di Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North, Surabaya.
Pada awal pertandingan melawan SMAN 1 Pacet Mojokerto, Selasa (18/8), Putri Smansa Tuban sempat berada dalam tekanan. Saat timnya baru mencetak dua poin, lawan sudah mengumpulkan enam angka.
Situasi tersebut sempat membuat Aknes panik. Namun, Putri Smansa Tuban mampu segera memperbaiki permainan hingga akhirnya menang telak 32-13.
Bagi Aknes, pertandingan itu menjadi pengalaman pertamanya merasakan atmosfer kompetisi DBL. Pemain bernomor punggung 26 tersebut mengaku tidak langsung bisa bermain dengan tenang.
“Kalau buat aku yang sulit itu saat di awal. Itu kan sudah dikasih poin, jadi kayak terkejar. Panik karena takut kalah,” ungkapnya.
Baca juga: Menang Tipis atas Bhayangkari 1, SMA Al Hikmah Surabaya Selangkah Lagi Menuju Round 2 DBL
Rasa gugup bahkan masih terbawa hingga kuarter kedua. Selain berusaha membantu tim mengejar angka, Aknes juga harus beradaptasi dengan suasana pertandingan yang baru pertama kali dirasakannya.
Pesan pelatih kemudian membantunya kembali fokus. Aknes diingatkan bahwa pertandingan masih panjang sehingga peluang untuk membalikkan keadaan tetap terbuka.
Perlahan, permainan Putri Smansa Tuban mulai menemukan ritmenya. Perolehan angka terus bertambah dan tekanan dari SMAN 1 Pacet Mojokerto semakin bisa diredam.
Aknes juga mulai mendapatkan kepercayaan dirinya. Permainan rekan-rekan setim yang tetap berani membuatnya terdorong untuk lebih fokus menjalankan tugas di lapangan.
“Lihat teman-teman yang lain sudah bisa. Ya sudah, masa mau kalah dengan yang lain. Jadi langsung fokus satu titik yang disuruh jaga,” tuturnya.
Setelah rasa gugup berkurang, Aknes bisa lebih leluasa menjalankan perannya, terutama dalam bertahan.
Selama 26 menit 26 detik bermain, ia membukukan tujuh poin, enam rebound, dan tiga assist. Meski menghasilkan catatan statistik tersebut, Aknes tetap menilai pertahanan sebagai bagian paling penting dari penampilannya.
“Yang paling penting itu defense-nya saja,” katanya.
Ia pun masih melihat sejumlah aspek permainan yang perlu ditingkatkan, mulai dari defense, shooting, hingga lay-up. Bagi Aknes, pengalaman di DBL menjadi bagian dari proses untuk terus belajar.
Menariknya, keberaniannya justru menghasilkan momen spesial pada penghujung pertandingan.
Saat pertandingan tinggal menyisakan dua detik, Aknes memperoleh kesempatan melepaskan tembakan tiga angka. Sebelumnya, Putri Smansa Tuban diminta memainkan bola untuk menghabiskan waktu.
Namun, Aknes menyadari kesempatan untuk melakukan lay-up sudah tidak memungkinkan karena waktu hampir habis. Ia pun memilih mengambil tembakan tiga angka.
Keputusan tersebut berbuah manis. Bola masuk dan menjadi poin terakhir Putri Smansa Tuban dalam kemenangan 32-13 atas SMAN 1 Pacet Mojokerto.
Aknes sendiri mengaku terkejut ketika melihat tembakannya berhasil masuk.
“Shock. Kaget. Karena itu tiba-tiba masuk,” ujarnya sambil mengenang momen tersebut.
Three point itu menjadi penutup yang manis bagi debut Aknes. Setelah sempat panik dan gugup pada awal pertandingan, ia justru mengakhiri laga dengan sebuah tembakan yang membuatnya sulit melupakan pertandingan pertamanya di DBL.
Di balik debutnya bersama Putri Smansa Tuban, Aknes menyimpan cerita tentang perjuangannya beradaptasi dengan kehidupan jauh dari keluarga.
Aknes berasal dari Papua. Ia berada di Tuban setelah mengikuti program ADEM (Afirmasi Pendidikan Menengah), yang membawanya melanjutkan pendidikan di Jawa dan bersekolah di SMAN 1 Tuban.
Kurang lebih satu tahun ia menjalani kehidupan di Tuban tanpa kedua orang tuanya. Aknes tinggal bersama teman-teman sesama penerima program di sebuah tempat tinggal yang mereka kontrak bersama.
Sementara itu, keluarganya masih berada di Papua. Jarak membuat pertemuan secara langsung menjadi tidak mudah.
Terakhir kali Aknes bertemu keluarganya adalah ketika masih duduk di kelas X. Meski demikian, komunikasi tetap dijaga melalui telepon dan video call.
Sang mama juga masih memberikan dukungan sebelum Aknes bertanding.
“Selalu jaga kesehatan, semangat. Meski jauh dari orang tua, tetap selalu berdoa,” katanya.
Dukungan tersebut menjadi penyemangat bagi Aknes yang harus menjalani keseharian jauh dari keluarga. Ia mengaku masih sering merindukan sang mama dan suasana berkumpul bersama keluarga.
“Rindu mama. Rindu keluarga, rindu kumpul bersama, kayak cerita-cerita, kita ketawa-ketawa. Tapi jauh jadi enggak bisa,” ujarnya.
Basket menjadi salah satu bagian penting dalam proses adaptasi Aknes di lingkungan barunya. Ia sudah menyukai olahraga tersebut sejak SMP di Papua, meski belum pernah mengikuti kompetisi.
Keseriusannya terhadap basket mulai berkembang setelah bersekolah di SMAN 1 Tuban. Jadwal latihan yang lebih rutin membuatnya memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.
Jika sebelumnya hanya berlatih sesekali, di Tuban Aknes bisa menjalani latihan beberapa kali dalam sepekan. Dari sana, rasa percaya dirinya untuk mengikuti pertandingan mulai tumbuh.
Kini, debut di DBL sudah berhasil dilewati. Aknes merasakan berbagai hal dalam satu pertandingan, mulai dari tertinggal dan gugup hingga bangkit bersama tim dan mencetak three point pada detik terakhir.
Perjalanan Putri Smansa Tuban pun masih berlanjut. Aknes berharap keluarganya di Papua terus memberikan dukungan dan doa.
“Senang dan bersyukur kepada Tuhan karena bisa lanjut di round 2. Tolong didoakan bisa lanjut sampai babak yang lain,” harapnya.
Debut tersebut akhirnya menjadi lebih dari sekadar pertandingan pertama bagi Aknes. Ada proses belajar mengatasi rasa panik, membangun kepercayaan diri, dan berani mengambil keputusan di saat penting.
Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 siap mengguncang 31 kota di 22 provinsi se-Indonesia. Seperti musim sebelumnya, DBL Indonesia akan menjaring para student-athlete terbaik dari setiap kota untuk memperebutkan tiket DBL Indonesia All-Star melalui program DBL Camp.
Tak kalah seru, Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 juga menghadirkan AZA 3X3 Competition serta AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan mengusung tema "100 persen Indonesia". Seluruh keseruan pertandingan bisa disaksikan secara langsung di kanal YouTube DBL Play, serta di YouTube Good Day ID khusus untuk laga final.