6 Contoh Laporan Perjalanan Menarik Menggunakan Kalimat Efektif dan Majas Metafora, Kunci Jawaban BI
Nolpitos Hendri August 19, 2026 11:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Berikut 6 contoh laporan perjalanan menarik dalam bentuk narasi atau karangan menggunakan kalimat efektif dan majas metafora untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 146 147 soal Menulis Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023 .

Baca juga: Informasi Penyebab Meletus dan Peristiwa Letusan serta Akibat Letusan Gunung Bromo di Jawa Timur

Bab 6 Satu Titik

Soal : 

Bahas Bahasa

Majas Metafora

Majas adalah kiasan. Majas metafora adalah kiasan yang menggunakan kata atau kelompok kata yang bukan arti sebenarnya untuk menggambarkan sesuatu. Kata atau kelompok kata tersebut memiliki persamaan atau perbandingan dengan kata yang diwakilinya.

Berikut ini kalimat yang menggunakan majas metafora dalam teks “AnakAnak Merapi”.

1. Beberapa tahun lalu, wedhus gembel menjadi buah bibir orang-orang di Indonesia.
Arti buah bibir sebenarnya : bahan pembicaraan

2. Wedhus gembel membabi buta, menghanguskan apa saja yang dilaluinya.
Arti membabi buta sebenarnya : menerjang tanpa memilih

3. “Abu dan lava yang dikeluarkan itu baik untuk menyuburkan tanah,” Ratna angkat bicara.
Arti angkat bicara sebenarnya : mulai berbicara atau memberi pendapat

4. Mereka meminta Panji berlapang dada menerima kenyataan itu.
Arti berlapang dada sebenarnya : sabar

5. Mendung menyelimuti wajah Panji ketika dia teringat sapi kesayangannya.
Arti mendung sebenarnya : sedih

Menulis

Apa
Siapa
Mengapa
Dimana
Kapan
Bagaimana

Laporan Perjalanan

Kamu tentu pernah melakukan perjalanan ke suatu tempat untuk berwisata atau keperluan lainnya. Kegiatan itu dapat kamu tuangkan dalam bentuk laporan perjalanan.

Apakah laporan perjalanan itu? Laporan perjalanan adalah tulisan yang berisi hasil dari kunjungan atau perjalanan ke suatu tempat. Laporan perjalanan berisi fakta atau informasi berdasarkan pengamatan atau pengalaman orang yang melakukan perjalanan. Laporan perjalanan harus ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Laporan perjalanan dapat dituliskan dalam bentuk narasi atau karangan. Kamu tentu masih ingat ADiKSiMBa (apa, di mana, kapan, siapa, mengapa, bagaimana). Unsur-unsur di dalam laporan perjalanan harus dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Sekarang, ingat-ingatlah perjalanan menarik yang pernah kamu lakukan. Lalu, buatlah laporan perjalanan dalam bentuk narasi atau karangan. Tuliskan karanganmu dengan memulai dari bagian awal yang menarik, diikuti bagian tengah yang seru, ditutup dengan bagian akhir yang juga menarik. Jangan lupa gunakan kalimat efektif dan majas metafora yang telah kalian pelajari.

Gunakan kerangka karangan berikut untuk memudahkan kamu bekerja.

Judul : 

Awal (1 paragraf)

Ceritakan nama dan waktu perjalanan yang dilakukan (apa dan kapan), orang yang ikut dalam perjalanan (siapa), dan untuk apa perjalanan itu dilakukan (mengapa).

Tengah (2—3 paragraf)

Ceritakan proses perjalanannya (bagaimana). Kamu dapat menceritakan kendaraan yang digunakan, berapa lama waktu yang diperlukan, dan suasana perjalanannya. Kalau kamu mengetahui biaya-biaya dalam perjalanan tersebut, kamu dapat mencantumkannya. Ceritakan suka duka yang dialami selama perjalanan atau saat sampai di tujuan. Ceritakan pula hal-hal yang dijumpai atau dilakukan di tempat tujuan.

Akhir (1 paragraf)

Sampaikan kesan yang kamu dapat dari perjalanan ini. Kamu juga dapat menyampaikan rencana atau saran untuk perjalanan selanjutnya. Misalnya, “Kalau berkunjung ke tempat ini, sebaiknya membawa payung.”

Kunci jawaban : 

Berikut 6 contoh jawaban menulis laporan perjalanan menarik dalam bentuk narasi menggunakan kalimat efektif dan majas metafora : 

Contoh jawaban 1 : Istana Pagaruyung di Sumatera Barat

Judul : Menjelajahi Rumah Gadang yang Megah di Ranah Minang

Liburan semester lalu, aku berkesempatan mengunjungi Istana Pagaruyung di Sumatera Barat, sebuah replika megah dari istana kerajaan Minangkabau yang pernah berjaya. Perjalanan ini bukan sekadar liburan biasa, melainkan sebuah napak tilas sejarah, sebuah upaya untuk memahami lebih dalam tentang budaya dan tradisi Minangkabau yang kaya. Aku pergi bersama keluargaku, membawa rasa ingin tahu yang besar dan harapan untuk menyaksikan langsung keindahan arsitektur tradisional yang melegenda.

Perjalanan dimulai dengan pesawat terbang dari Jakarta menuju Bandara Internasional Minangkabau di Padang. Setibanya di Padang, kami melanjutkan perjalanan darat menuju Batusangkar, kota tempat Istana Pagaruyung berada. Pemandangan sepanjang perjalanan sungguh memanjakan mata, dengan hamparan sawah hijau yang membentang luas, perbukitan yang menawan, dan rumah-rumah gadang yang berjejer rapi. Jalanan yang berkelok dan menanjak menjadi tantangan tersendiri, namun rasa penasaran kami mengalahkan segalanya.

Akhirnya, kami tiba di Istana Pagaruyung. Bangunan megah itu berdiri kokoh di tengah hamparan sawah yang luas, seolah-olah baru keluar dari halaman buku sejarah. Arsitektur istana sungguh memukau, dengan atap gonjong yang menjulang tinggi, ukiran-ukiran kayu yang rumit, dan warna-warna cerah yang menghiasi dinding. Kami memasuki istana dan menjelajahi setiap ruangan, mengagumi perabotan tradisional, pakaian adat, dan berbagai artefak sejarah lainnya.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat kami bertemu dengan seorang pemandu wisata yang dengan sabar menjelaskan tentang sejarah dan budaya Minangkabau. Kami belajar tentang sistem matrilineal yang unik, adat istiadat yang kaya, dan filosofi hidup yang mendalam. Kami juga berkesempatan untuk mengenakan pakaian adat Minangkabau dan berfoto di depan istana, mengabadikan momen yang tak terlupakan. Istana Pagaruyung adalah jendela menuju masa lalu, sebuah gerbang yang membuka wawasan tentang peradaban Minangkabau yang gemilang.

Istana Pagaruyung adalah permata di Ranah Minang. Keindahan arsitekturnya, kekayaan sejarahnya, dan keramahan masyarakatnya membuatku terpesona. Aku merasa bangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki budaya yang begitu beragam dan kaya. Jika kamu ingin merasakan pengalaman yang berbeda, Istana Pagaruyung adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Jangan lupa membawa kamera, karena setiap sudut istana adalah surga bagi para fotografer.

Contoh jawaban 2 : Penjalanan Mendaki Gunung Semeru

Judul: Mendaki Atap Jawa: Sebuah Simfoni Ketinggian

Awal Juli lalu, tepatnya saat libur sekolah tiba, aku dan tiga sahabatku, Budi, Ani, dan Chandra, memutuskan untuk menaklukkan Gunung Semeru, atap tertinggi Pulau Jawa. Perjalanan ini bukan sekadar liburan, melainkan sebuah pembuktian diri, sebuah pendakian menuju kedewasaan. Kami ingin merasakan bagaimana rasanya berdiri di puncak tertinggi, menyaksikan keagungan alam dari ketinggian yang memukau.

Perjalanan dimulai dengan kereta api dari Jakarta menuju Malang. Gerbong kereta menjadi saksi bisu obrolan penuh semangat dan tawa riang kami. Setelah semalaman bergulat dengan kantuk, kami tiba di Malang dan melanjutkan perjalanan dengan menyewa jip menuju Desa Ranu Pani, titik awal pendakian. Jalanan yang berkelok dan berbatu menjadi ujian pertama, menguji kesabaran dan ketahanan fisik kami. Namun, pemandangan indah di sepanjang jalan, dengan hamparan sawah hijau dan perbukitan yang menawan, menjadi obat penawar lelah yang mujarab.

Pendakian dimulai dengan langkah mantap, meskipun napas mulai tersengal. Jalur pendakian yang terjal dan berbatu menjadi tantangan yang sesungguhnya. Kami harus melewati tanjakan cinta yang legendaris, menyusuri hutan pinus yang rimbun, dan menyeberangi padang rumput yang luas. Di tengah perjalanan, kami bertemu dengan pendaki lain dari berbagai daerah, berbagi cerita dan semangat. Malam tiba, kami mendirikan tenda di Kalimati, basecamp terakhir sebelum puncak. Bintang-bintang bertaburan di langit malam, menjadi lentera yang menemani tidur kami.

Pukul 02.00 dini hari, kami memulai pendakian menuju puncak. Udara dingin menusuk tulang, namun semangat kami tak pernah padam. Kami terus melangkah, selangkah demi selangkah, menuju impian. Akhirnya, setelah berjam-jam berjuang, kami tiba di puncak Mahameru. Rasa lelah dan dingin sirna seketika, tergantikan oleh rasa haru dan bangga. Matahari terbit dengan indahnya, menyinari seluruh penjuru Pulau Jawa. Pemandangan dari puncak sungguh luar biasa, seperti lukisan alam yang sempurna.

Pendakian ke Gunung Semeru adalah perjalanan yang tak akan pernah kulupakan. Aku belajar tentang persahabatan, kerja keras, dan ketahanan mental. Aku juga semakin menyadari betapa kecilnya diri ini di hadapan keagungan alam semesta. Jika suatu saat nanti aku memiliki kesempatan, aku ingin kembali mendaki atap Jawa, untuk merasakan kembali simfoni ketinggian yang memukau.

Contoh jawaban 3 : Perjalanan ke Belitung

Judul: Belitung: Mutiara yang Bangkit dari Dasar Laut

Libur panjang tahun lalu, aku dan keluargaku memutuskan untuk berlibur ke Pulau Belitung. Pulau yang dulu dikenal sebagai penghasil timah, kini menjelma menjadi destinasi wisata yang mempesona. Ayah memilih Belitung karena ingin mengenalkan kami pada keindahan alam Indonesia yang belum banyak terjamah. Ibu juga tertarik karena ingin mencicipi kuliner khas Belitung yang katanya menggugah selera.

Perjalanan dimulai dengan pesawat terbang dari Jakarta menuju Tanjung Pandan, ibu kota Belitung. Penerbangan berlangsung singkat, hanya sekitar satu jam. Setibanya di Belitung, kami disambut oleh udara yang segar dan langit yang biru. Kami langsung menuju hotel yang terletak di tepi pantai. Pemandangan dari kamar hotel sungguh menakjubkan, dengan hamparan pasir putih yang lembut dan air laut yang jernih.

Selama di Belitung, kami mengunjungi berbagai tempat wisata menarik. Kami menjelajahi pantai Tanjung Tinggi yang terkenal dengan batu-batu granit raksasa yang menjulang tinggi. Kami juga mengunjungi Pulau Lengkuas yang memiliki mercusuar peninggalan Belanda. Di sana, kami snorkeling dan menyaksikan keindahan bawah laut Belitung yang penuh dengan terumbu karang dan ikan-ikan warna-warni. Tak lupa, kami juga mencicipi berbagai kuliner khas Belitung, seperti gangan, mie Belitung, dan es timun.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat kami mengunjungi Museum Kata Andrea Hirata. Museum ini didirikan oleh Andrea Hirata, penulis novel Laskar Pelangi, sebagai bentuk kecintaannya pada Belitung. Di museum ini, kami dapat melihat berbagai koleksi yang berkaitan dengan novel Laskar Pelangi, seperti foto-foto, naskah asli, dan properti film. Museum ini menjadi saksi bisu perjuangan anak-anak Belitung untuk meraih mimpi.

Pulau Belitung adalah mutiara yang bangkit dari dasar laut. Pulau ini menawarkan keindahan alam yang mempesona, kuliner yang menggugah selera, dan sejarah yang inspiratif. Aku sangat terkesan dengan keramahan penduduk Belitung dan semangat mereka untuk mengembangkan pariwisata. Jika kamu mencari tempat liburan yang berbeda, Belitung adalah pilihan yang tepat.

Contoh jawaban 4 : Perjalanan ke Yogyakarta

Judul: Yogyakarta: Romansa di Jantung Jawa

Akhir pekan lalu, aku memutuskan untuk mengunjungi Yogyakarta, kota yang selalu membuatku rindu. Yogyakarta bukan hanya sekadar kota, melainkan sebuah rumah, sebuah tempat yang selalu menyambutku dengan hangat. Aku pergi sendiri, tanpa teman atau keluarga, karena ingin menikmati Yogyakarta dengan lebih leluasa, tanpa terikat oleh jadwal atau rencana yang ketat.

Perjalanan dimulai dengan kereta api dari Jakarta menuju Yogyakarta. Kereta menjadi kapsul waktu, membawaku kembali ke masa lalu, saat aku masih sering mengunjungi Yogyakarta bersama keluarga. Setibanya di Yogyakarta, aku langsung menuju penginapan yang terletak di kawasan Prawirotaman, sebuah kampung turis yang ramai dengan wisatawan asing dan lokal. Aku memilih penginapan yang sederhana, namun nyaman dan bersih.

Selama di Yogyakarta, aku mengunjungi berbagai tempat wisata ikonik, seperti Keraton Yogyakarta, Candi Prambanan, dan Malioboro. Aku juga menyempatkan diri untuk mengunjungi tempat-tempat yang belum pernah kukunjungi sebelumnya, seperti Taman Sari, sebuah kompleks pemandian kerajaan yang indah, dan Museum Ullen Sentalu, sebuah museum seni dan budaya Jawa yang memukau. Aku juga tak lupa mencicipi berbagai kuliner khas Yogyakarta, seperti gudeg, nasi kucing, dan wedang ronde.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat aku berjalan-jalan di Malioboro pada malam hari. Suasana Malioboro pada malam hari sungguh hidup, dengan lampu-lampu yang berkilauan, pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai barang, dan musisi jalanan yang memainkan lagu-lagu merdu. Aku merasa seperti berada di tengah pesta rakyat yang meriah. Aku membeli beberapa oleh-oleh untuk keluarga dan teman-teman, sebagai kenang-kenangan dari Yogyakarta.

Yogyakarta adalah romansa di jantung Jawa. Kota ini menawarkan keindahan budaya yang kaya, kuliner yang lezat, dan suasana yang hangat. Aku selalu merasa nyaman dan bahagia saat berada di Yogyakarta. Jika kamu ingin merasakan pengalaman yang berbeda, Yogyakarta adalah tempat yang tepat untuk dikunjungi.

Contoh jawaban 5 : Perjalanan ke Raja Ampat

Judul: Raja Ampat: Simfoni Bawah Laut yang Memukau

Impianku sejak lama akhirnya terwujud: mengunjungi Raja Ampat, surga tersembunyi di ujung timur Indonesia. Aku pergi bersama teman-teman penyelam, membawa misi untuk menyaksikan sendiri keindahan bawah laut yang tersohor itu. Raja Ampat bukan hanya destinasi wisata, tapi sebuah panggilan jiwa bagi para pecinta laut.

Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Sorong, kota gerbang menuju Raja Ampat. Penerbangan panjang terasa sepadan saat pesawat mulai mendekati Sorong, menampilkan gugusan pulau-pulau hijau yang dikelilingi laut biru. Dari Sorong, kami melanjutkan perjalanan dengan kapal ferry menuju Waisai, ibu kota Raja Ampat. Ombak laut menjadi irama perjalanan, mengantar kami menuju petualangan yang tak terlupakan.

Selama di Raja Ampat, hari-hari kami diisi dengan menyelam dan snorkeling di berbagai spot terbaik. Setiap lokasi menawarkan keajaiban yang berbeda: terumbu karang yang berwarna-warni, ikan-ikan eksotis yang berenang bebas, penyu yang anggun melayang di antara karang, bahkan hiu karang yang sesekali menyapa. Kehidupan bawah laut Raja Ampat adalah simfoni yang memukau, sebuah orkestra alam yang tak henti-hentinya memanjakan mata.

Selain menyelam, kami juga menjelajahi pulau-pulau di Raja Ampat. Kami mendaki Puncak Pianemo untuk menyaksikan panorama gugusan pulau dari ketinggian, mengunjungi Desa Arborek untuk berinteraksi dengan masyarakat lokal yang ramah, dan menikmati matahari terbenam di Wayag, ikon Raja Ampat yang mendunia. Setiap sudut Raja Ampat menyimpan keindahan yang tak terlukiskan.

Raja Ampat adalah surga yang nyata. Keindahan alamnya, baik di atas maupun di bawah laut, sungguh mempesona. Aku merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari keajaiban ini. Jika kamu mencari pengalaman yang tak terlupakan, Raja Ampat adalah destinasi yang wajib dikunjungi.

Contoh jawaban 6 : Perjalan ke Kota Tua Jakarta

Judul: Kota Tua Jakarta: Jejak Waktu di Jantung Ibu Kota

Liburan kali ini, aku memutuskan untuk menjelajahi Kota Tua Jakarta, sebuah kawasan bersejarah yang sering terlupakan. Aku ingin menyelami masa lalu, mencari jejak-jejak kejayaan Jakarta di era kolonial. Kota Tua bukan hanya sekadar bangunan tua, tapi sebuah mesin waktu yang membawa kita kembali ke masa lampau.

Perjalanan dimulai dari rumahku di Jakarta Selatan menuju Stasiun Jakarta Kota. Kereta rel listrik (KRL) menjadi kendaraan andalanku, mengantarku dengan cepat dan murah menuju jantung Kota Tua. Setibanya di Stasiun Jakarta Kota, aku langsung disambut oleh suasana yang berbeda: bangunan-bangunan tua yang megah, jalanan yang ramai dengan pejalan kaki, dan pedagang kaki lima yang menjajakan berbagai barang.

Selama di Kota Tua, aku mengunjungi berbagai museum, seperti Museum Fatahillah, Museum Bank Indonesia, dan Museum Bank Mandiri. Di museum-museum ini, aku belajar tentang sejarah Jakarta dari masa ke masa, mulai dari era kerajaan, era kolonial, hingga era kemerdekaan. Aku juga mengunjungi Pelabuhan Sunda Kelapa, sebuah pelabuhan bersejarah yang masih aktif hingga saat ini. Di sana, aku melihat kapal-kapal pinisi yang berlabuh, membawa berbagai barang dari seluruh penjuru Indonesia.

Salah satu pengalaman yang paling berkesan adalah saat aku menyewa sepeda ontel dan berkeliling Kota Tua. Aku menyusuri jalan-jalan sempit yang dipenuhi bangunan-bangunan tua, berhenti di setiap sudut untuk mengagumi arsitektur bangunan yang unik, dan berfoto di depan bangunan-bangunan ikonik, seperti Gedung Kantor Pos dan Museum Wayang. Aku merasa seperti sedang berada di Eropa pada abad ke-18.

Kota Tua Jakarta adalah jejak waktu di jantung ibu kota. Kawasan ini menawarkan pengalaman yang berbeda, mengajak kita untuk mengenang sejarah dan menghargai warisan budaya. Aku berharap Kota Tua Jakarta dapat terus dilestarikan agar generasi mendatang dapat ikut merasakan keajaibannya.

Demikian 6 contoh laporan perjalanan menarik dalam bentuk narasi atau karangan menggunakan kalimat efektif dan majas metafora untuk kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 4 halaman 146 147 soal Menulis Bab 6 Satu Titik dalam buku paket Kurikulum Merdeka terbitan Kemendibudristek edisi revisi 2023

( Tribunpekanbaru.com / Pitos Punjadi )

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.