TRIBUNJAKARTA.COM - Gustavo Almeida resmi mengakhiri perjalanannya bersama Persija Jakarta.
Penyerang asal Brasil itu menyampaikan pesan emosional setelah memutuskan menutup babak perjalanannya bersama Macan Kemayoran.
Melalui unggahan di media sosial, Gustavo mengaku keputusan untuk mengakhiri kebersamaannya dengan Persija bukanlah hal yang mudah.
Namun, ia merasa sudah waktunya untuk menghadapi tantangan baru dalam kariernya.
Gustavo juga mengenang perjalanan yang telah dilaluinya bersama Persija, mulai dari momen bahagia, masa-masa sulit, hingga berbagai pelajaran yang didapat selama membela klub ibu kota.
"Saya selalu tahu bahwa hari ini akan tiba. Saya hanya tidak tahu kapan. Dan mungkin kita tidak pernah benar-benar siap untuk mengucapkan selamat tinggal kepada sebuah tempat di mana kita telah mengalami begitu banyak hal," tulis Gustavo di Instagramnya pada Selasa (25/8/2026).
Ia mengungkapkan bahwa keputusan untuk menutup babak bersama Persija merupakan keputusannya sendiri.
"Keputusan untuk menutup bab ini adalah keputusan saya sendiri. Itu bukan keputusan yang mudah, tetapi saya belajar bahwa dalam hidup dan sepak bola, kita harus memahami kapan waktunya untuk melangkah maju," tulisnya.
Gustavo merasa dirinya telah berkembang selama menjalani perjalanan bersama Persija. Ia bukan lagi pemain yang sama seperti ketika pertama kali datang.
"Hari ini, melihat ke belakang, saya tahu satu hal dengan pasti: saya bukan lagi pemain atau orang yang sama seperti ketika saya datang ke sini," tulisnya.
"Saya tumbuh. Saya belajar. Saya menjadi lebih dewasa. Saya menjalani momen-momen yang tidak akan pernah saya lupakan," lanjutnya.
Gustavo juga menegaskan bahwa dirinya selalu berusaha memberikan kemampuan terbaik setiap kali mengenakan jersey Persija.
"Saya memberikan segala yang saya miliki setiap kali mengenakan jersey ini. Setiap sesi latihan, setiap pertandingan, setiap gol, dan setiap perayaan memiliki arti yang spesial bagi saya," tulisnya.
Ia kemudian menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanannya bersama Persija.
"Kepada rekan-rekan setim, pelatih, staf, manajemen, dan setiap orang yang bekerja bersama saya di belakang layar: terima kasih dari lubuk hati saya," ujarnya.
Namun, pesan khusus diberikan Gustavo kepada para pendukung Persija.
"Dan kepada para suporter… rasa terima kasih saya sulit untuk dituangkan dalam kata-kata."
"Terima kasih untuk setiap nyanyian, setiap pesan, setiap pelukan, setiap perayaan, dan untuk semua momen ketika kalian membuat saya merasa seperti berada di rumah. Cinta dan dukungan kalian akan selalu memiliki tempat di hati saya," tulisnya.
Gustavo menyadari bahwa perpisahan dengan Persija bukan berarti menghapus seluruh cerita yang telah dibangun bersama.
"Hari ini, saya mengucapkan selamat tinggal kepada klub, tetapi saya tidak akan pernah mengucapkan selamat tinggal kepada cerita yang telah kita bangun bersama."
"Babak berakhir. Cerita tetap ada."
Gustavo juga mengatakan dirinya meninggalkan Persija dengan kepala tegak karena merasa telah memberikan seluruh kemampuannya selama berada di klub.
"Saya pergi dengan kepala tegak, hati yang damai, dan keyakinan bahwa saya telah memberikan segala yang saya miliki selama berada di sini."
Kemudian, muncul salah satu kalimat paling emosional dalam pesan perpisahan tersebut.
"Dan ketika saya pergi, saya juga membawa sebagian dari kalian bersama saya."
Gustavo menutup pesannya dengan ucapan terima kasih dan sebuah pesan yang seolah membuka kemungkinan pertemuan kembali di masa depan.
"Terima kasih untuk semuanya."
"Merupakan sebuah kehormatan. Ini sangat spesial. Ini tidak akan pernah terlupakan."
"Selamanya bersyukur. ❤️🙏🏽 SAMPAI JUMPA LAGI. ❤️👆🏾"
Persija dan Gustavo Almeida kini berada pada sebuah keputusan yang tak mudah. Atas kesepakatan bersama, Gustavo resmi tidak lagi berseragam Macan Kemayoran di Super League 2026/2027.
Selama tiga musim terakhir, Gustavo Almeida menjadi salah satu sosok penting di lini depan Persija.
Ketajamannya terus hadir dari musim ke musim, mengantarkan namanya pada catatan 31 gol dari 55 penampilan di pentas Liga 1 maupun Super League.
Pada musim debutnya, yakni pada putaran kedua Liga 1 2023/2024, ia mencatatkan dua gol dari tujuh pertandingan yang dijalani.
Kala itu, Gustavo mengalami cedera panjang sehingga hanya bisa tampil di dua pertandingan saja.
Memasuki Super League 2024/2025, menit main sekaligus produktivitasnya meningkat.
Ia tampil dalam 28 laga dan berhasil membukukan 18 gol serta satu assist, menjadi salah satu musim terbaiknya dalam urusan mencetak gol.
Performa tersebut berlanjut pada Super League 2025/2026.
Dari 20 pertandingan, ia kembali mencatatkan 11 gol dan satu assist.
Lagi-lagi, menit mainnya tidak maksimal karena ia mengalami cedera panjang di awal musim.
Manajer Persija, Marsda TNI (Purn.) Ardhi Tjahjoko, mengucapkan doa terbaik untuk perjalanan Gustavo selanjutnya.
"Keputusan ini diambil dengan pertimbangan yang sangat matang. Kami semua tahu kualitas Gustavo sehingga sebenarnya sulit untuk melepasnya. Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi Gustavo selama berseragam Persija, dan semoga terus menunjukkan kualitas terbaik di tim barunya. Di sisi lain, kami terus membangun ketajaman lini depan yang lebih baik untuk menyambut musim depan," kata Ardhi.
Dilepasnya Gustavo membuat stok striker yang dimiliki Persija saat ini total menjadi tiga nama, yaitu Alexander Jeremejeff, Eksel Runtukahu, dan Agi Firmansyah.