TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) sejauh ini telah menyalurkan sekitar Rp 6 miliar untuk penanganan korban bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua BAZNAS Sodik Mudjahid mengatakan, angka tersebut merupakan bantuan yang sudah terserap dari dana yang dihimpun BAZNAS untuk penanganan bencana NTT.
Menurutnya, jumlah itu masih dapat bertambah seiring dengan kebutuhan di lapangan.
"Total bantuan, saya membandingkannya dengan Sumatera ya. Sumatera itu kemarin sampai di atas Rp50 miliar. Dan kami sekarang mengumpul-mumpul itu sudah terserap kurang lebih Rp6 miliar," kata Sodik di Kantor BAZNAS, Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Sodik mengatakan BAZNAS sejak hari pertama bencana telah mengirimkan dua tim utama, yakni BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) dan Rumah Sehat BAZNAS.
Kedua tim diterjunkan untuk memberikan bantuan langsung kepada masyarakat terdampak.
Bantuan yang disalurkan mencakup tenda, layanan kesehatan, makanan, hingga kebutuhan khusus bagi ibu dan anak.
"Kami telah melakukan satu tenda, yang kedua bantuan kesehatan, yang ketiga makanan, yang keempat adalah keperluan khusus untuk ibu dan anak," ujarnya.
Baca juga: Kepala BMKG Sebut Butuh Puluhan Tahun Lagi untuk Terjadi Gempa Besar di NTT
Selain menyalurkan bantuan di sejumlah titik, BAZNAS juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah terdampak.
Pemantauan ini, kata Sodik, untuk memastikan masyarakat di daerah yang sulit dijangkau tetap mendapatkan bantuan.
Menurut Sodik, BAZNAS juga mendapatkan informasi mengenai sejumlah titik baru yang membutuhkan penanganan.
Meski begitu, lembaganya tetap memantau lokasi-lokasi yang sebelumnya telah menjadi sasaran bantuan.
Baca juga: Kapal RS ADRI 92 BM Jadi RS Darurat di NTT: Dilengkapi Dokter dan Puluhan Tempat Tidur
"Kami terus memantau, termasuk memantau masukan-masukan dari daerah yang katanya daerah tersebut masih terpencil, belum masuk bantuan, dan kami sudah masuk ke daerah tersebut," kata Sodik.
BAZNAS juga memprioritaskan makanan, tenda, layanan kesehatan, serta pendampingan bagi ibu dan anak untuk kebutuhan paling mendesak.
Selain itu, BAZNAS juga mempersiapkan program pemulihan untuk membantu masyarakat bangkit setelah masa darurat berakhir.
Program tersebut antara lain menyasar pemulihan fasilitas masjid dan tempat ibadah umum, pendidikan anak, ekonomi, serta penguatan keluarga.
"Sekarang kami fokus kepada tanggap darurat ini dan kami sudah mempersiapkan untuk tadi recovery pemulihan dalam ekonomi, pendidikan, dan keluarga," pungkas Sodik.
Seperti diketahui, gempa NTT berkekuatan magnitudo 7,7 terjadi pada pukul 04.58 WIB atau 05.58 WITA dengan episenter di laut sekitar 30–38 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer.
BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami sebelum mengakhirinya pada pukul 07.41 WIB. Gempa kemudian diikuti sejumlah gempa susulan.
Akibat gempa, dilaporkan puluhan orang meninggal dunia dan ribuan warga mengungsi.