Gempa Magnitudo 5,7 Guncang Ruteng NTT 19 Agustus 2026, Pusat Gempa Kedalaman 10 Km
Nia Kurniawan August 20, 2026 12:50 AM

Wilayah Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) diguncang gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo 5,7 pada Rabu (19/8/2026) malam pukul 23.17 WIB.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa guncangan gempa berpusat di laut, namun tidak berpotensi memicu gelombang tsunami.

Detail Parameter Gempa BMKG

Kekuatan / Magnitudo: M 5,7

Waktu Kejadian: Rabu, 19 Agustus 2026, pukul 23:17:40 WIB
Lokasi Koordinat: 8.23 Lintang Selatan (LS) dan 120.53 Bujur Timur (BT)

Pusat Gempa: 43 km Timur Laut Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur

Kedalaman: 10 Km (Kategori Gempa Dangkal)

Potensi Tsunami: TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI

Mengingat pusat kedalaman yang tergolong dangkal (10 km), guncangan gempa diperkirakan dirasakan cukup kuat oleh masyarakat di wilayah Manggarai dan sekitarnya.

Himbauan Resmi BMKG untuk Masyarakat

Tetap Tenang: Jangan terpengaruh oleh isu atau informasi simpang siur yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Hindari Bangunan Retak: Periksa kondisi tempat tinggal sebelum kembali ke dalam rumah pasca-guncangan.

Pantau Kanal Resmi: Ikuti pembaruan informasi terkini hanya melalui aplikasi InfoBMKG atau media sosial resmi BMKG.

Berikut adalah informasi MMI dan dampak yang dapat dipelajari berdasarkan skala MMI dari laman BMKG.

I  MMI

Getaran gempa tidak dapat dirasakan kecuali dalam keadaan luar biasa oleh beberapa orang.

II MMI

Getaran atau guncangan gempa dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung seperti lampu gantung bergoyang.

III MMI

Getaran gempa dirasakan nyata dalam rumah.

Getaran terasa seakan-akan ada naik di dalam truk yang berjalan.

IV MMI

Pada saat siang hari dapat dirasakan oleh orang banyak di dalam rumah, di luar rumah oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu bergoyang hingga berderik dan dinding berbunyi.

V MMI

Getaran gempa bumi dapat dirasakan oleh hampir semua orang, orang-orang berlarian, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan benda besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.

VI MMI

Getaran gempa bumi dirasakan oleh semua orang.

Kebanyakan orang terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap di pabrik rusak, kerusakan ringan.

VII MMI

Semua orang di rumah keluar.

Kerusakan ringan pada rumah dengan bangunan dan kontruksi yang baik.

Sedangkan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik terjadi retakan bahkan hancur, cerobong asap pecah.

VIII MMI

Kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi kuat.

Keretakan pada bangunan dengan konstruksi kurang baik, dinding terlepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen roboh, air berubah keruh.

IX MMI

Kerusakan pada bangunan dengan konstruksi kuat, rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak terjadi keretakan.

Rumah tampak bergeser dari pondasi awal.

Pipa-pipa dalam rumah putus.

X MMI

Bangunan dari kayu yang kuat rusak, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.

XI MMI

Bangunan-bangunan yang sedikit yang masih berdiri.

Jembatan rusak, terjadi lembah.

Pipa dalam tanah tidak dapat terpakai sama sekali, tanah terbelah, rel sangat melengkung.

XII MMI

Hancur total, gelombang tampak pada permukaan tanah.

Pemandangan berubah gelap, benda-benda terlempar ke udara.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.