Bupati Wajo Andi Rosman: 2 Biji Telur Saja Cukup
Edi Sumardi August 20, 2026 07:22 AM

SENGKANG, TRIBUN-TIMUR.COM - Sejak masih memangku jabatan struktural eselon II di Pemkab Maros hingga sejak setahun lebih menjabat Bupati Wajo, rata-rata waktu tidur Andi Rosman dalam sehari hanya 3-4 jam.

"Tidur setelah shalat subuh. Jam 8 bangun, sudah di kantor. Itu sudah kebiasaan saya sejak di Maros," kata Rosman di rumah jabatannya, Jl Veteran, Sengkang, Kabupaten Wajo, Sulsel, Rabu (19/8/2026), sekitar pukul 22.00 Wita.

Saat suasana Sengkang, ibu kota kabupaten, mulai sepi karena waktu istirahat, Rosman masih melek.

Tadi malam, antara pukul 21.00 Wita hingga dini hari, dia masih terima tamu di rumah jabatan, video call dengan cucu, dan diskusi dengan para kepala OPD (Organisasi Perangkat Daerah) lingkup Pemkab Wajo.

Termasuk diskusi dengan tim manajemen Tribun Timur.

Rosman mengaku tubuhnya masih segar dan bugar hingga usianya menginjak 53 tahun walau saban hari durasi tidurnya hanya setengah dari waktu normal.

Waktu tidur untuk dewasa (usia 18-40 tahun) sebagaimana dikutip dari situs Kementerian Kesehatan kemkes.go.id 7-8 jam setiap hari.

Pria yang menghabiskan 31 tahun karir sebagai PNS di Kabupaten Maros itu mengurangi waktu tidurnya agar bisa produktif dan banyak waktu untuk santai dengan kolega dan keluarga.

Baca juga: Bupati Bone Andi Asman Sulaiman: Saya Harus Jaga Nama Baik Fam Sulaiman

"Kemarin, tengah malam, saya main PS (PlayStation) sama anakku," kata suami Fatmawati Amin ini.

Rosman juga jarang olahraga pagi.

"Jarang olahraga," ujarnya sambil memperlihatkan lingkar perutnya yang dibalut kemeja motif batik lengan pendek.

Kunci tetap segar dan bugar di usia lebih dari setengah dekade, kata Rosman, terletak dari pola makan.

"Saya tidak banyak makan, utamanya karbohidrat. Pagi, 2 biji telur rebus saja cukup. Kalau makan siang, sedikit nasinya. Setelah itu, saya jarang makan malam," tuturnya.

Namun, pola makan Rosman tadi malam tiba-tiba berantakan gara-gara Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko.

Ceritanya, Bangun kunjungan kerja ke Wajo selama 2 hari, Rabu hingga Kamis (20/8/2026) hari ini.

Sebagai bagian dari tradisi orang Bugis dalam memuliakan tamu, Rosman mengundang Bangun dan rombongan makan malam di rumah jabatan.

Menunya ikan gabus kering, pindang ikan mas, udang balado, ayam suwir, hingga sup.

"Pangdam gertak kita, tidak boleh makan sedikit. Sudah mau selesai makan, disuruh tambah lagi. Saya tambah hingga 4 kali karena tidak mau mendahului Pangdam selesai makan," ujar Rosman menceritakan.

Makan malam bukan lagi kebiasan Rosman.

Dia lalu membandingkan makan telur rebus menjaga rasa kenyang lebih lama dibanding makan nasi.

"Coba-mi itu, hari ini makan 2 biji telur rebus kalau sarapan. Hanya telur. Telur apa saja. Kecuali telur ular. Besoknya sarapan nasi. Bandingkan, justru lebih cepat lapar kalau makan nasi," katanya sambil berkelakar.

Telur dikenal sebagai salah satu sumber protein yang dapat membantu membuat tubuh merasa kenyang lebih lama.

Rasa kenyang ini bisa membantu mengendalikan nafsu makan dan mengurangi keinginan untuk mengonsumsi camilan sebelum waktu makan berikutnya.

Tak hanya kaya protein, telur juga mengandung berbagai vitamin dan mineral yang dibutuhkan tubuh.

Telur rebus, misalnya, mengandung vitamin D, vitamin B12, selenium, dan kolin.

Berbagai nutrisi tersebut berperan dalam mendukung kesehatan otak, metabolisme tubuh, hingga sistem kekebalan.

Untuk menu sarapan, konsumsi 1 hingga 2 butir telur rebus umumnya dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan protein dan membantu memberikan energi tanpa dikonsumsi secara berlebihan.

"Sebenarnya konsumsi telur lebih dari 2 biji per hari tidak masalah-ji kalau tidak tinggi (kadar) kolesterol-ta," kata Rosman mengingatkan.

Mengonsumsi dua butir telur saat sarapan juga dapat menjadi pilihan bagi yang membutuhkan rasa kenyang lebih lama, termasuk orang yang sedang mengatur berat badan atau memiliki aktivitas fisik cukup tinggi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.