Iran Balas Trump! Klaim California Jadi Wilayah Baru: Pusat Komunitas Keturunan Teheran Terbesar
Tribun-video August 20, 2026 08:42 AM

- Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas akibat aksi saling klaim wilayah di media sosial.

Konflik ini dipicu oleh aksi Presiden AS Donald Trump yang mengunggah peta Selat Hormuz di akun Truth Social miliknya.

Mengutip Tribunnews pada (20/8), dalam unggahan tersebut, Trump menandai Selat Hormuz dengan lingkaran biru dan menyebutnya sebagai wilayah baru AS.

Unggahan provokatif Trump itu bahkan dibagikan ulang oleh akun resmi Gedung Putih di platform X.

Tak tinggal diam, Iran memberikan balasan yang tidak kalah menohok melalui akun resminya di Hyderabad via platform X.

Pihak Iran membagikan peta Amerika Serikat dan menandai wilayah California dengan warna biru.

Peta tersebut dilengkapi narasi berbunyi "Wilayah Baru Republik Islam Iran" sebagai balasan langsung atas aksi Trump.

Klaim Iran atas California tentu bukan bentuk aneksasi resmi, melainkan sebuah sindiran politik yang tajam.

Pemilihan California sebagai sasaran aksi balasan ini bukanlah hal yang kebetulan semata.

California, khususnya kawasan Los Angeles, dikenal sebagai salah satu pusat komunitas diaspora Iran terbesar di luar negerinya.

Data Center for Near Eastern Studies UCLA mencatat sekitar 141.000 warga keturunan Iran menetap di Los Angeles County.

Populasi warga Iran di California Selatan ini berkembang pesat setelah pecahnya Revolusi Islam Iran pada tahun 1979.

Wilayah Westwood di Los Angeles bahkan sangat populer dengan julukan "Tehrangeles" karena kentalnya pengaruh budaya Iran.

Oleh sebab itu, klaim Iran atas California menjadi simbol sindiran politik yang sangat kuat dan relevan bagi diaspora mereka di AS.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.