Oleh: Bruder Pio Hayon SVD
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari Kamis 20 Agustus 2026.
Tema renungan Katolik "Tak Berpakaian Pesta".
Renungan Katolik untuk hari Kamis, perayaan wajib Santo Bernardus, Abbas dan Pujangga dengan warna liturgi putih.
Adapun bacaan liturgi katolik hari Kamis 20 Agustus 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Kamis 20 Agustus 2026, Allah Memperbaharui Hati Agar Tidak Kehilangan Kasih
Kalian akan Kuberi hati dan Roh yang baru di dalam batinmu.
Tuhan bersabda kepadaku, “Katakanlah kepada kaum Israel: Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar, yang sudah dinajiskan di tengah para bangsa, dan yang kalian najiskan di tengah-tengah mereka.
Dan para bangsa akan tahu bahwa Akulah Tuhan, “demikianlah sabda Tuhan Allah, “manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan para bangsa. Aku akan menjemput kalian dari antara para bangsa dan mengumpulkan kalian dari semua negeri dan akan membawa kalian kembali ke tanahmu.
Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kalian. Dari segala kenajisan dan dari segala berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kalian. Kalian akan Kuberi hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu.
Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kalian hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya.
Dan kalian akan mendiami negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu. Kalian akan menjadi umat-Ku dan Aku menjadi Allahmu.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Syukur Kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mzm 51:12-15.18-19
Ref: Yeh 36:25 :Aku akan mencurahkan air jernih kepadamu, dan kalian akan disucikan dari segala kenajisanmu.
Ciptakanlah hati yang murni dalam diriku, ya Allah, dan baharuilah semangat yang teguh dalam batinku. Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu, dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
Berilah aku sukacita karena keselamatan-Mu, dan teguhkanlah roh yang rela dalam diriku. Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang durhaka, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; dan kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur; hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
Bait Pengantar Injil:Mzm 95:8ab
Hari ini janganlah bertegar hati,tetapi dengarkanlah sabda Tuhan.
Bacaan Injil: Mat 22:1-14
Undanglah setiap orang yang kalian jumpai ke pesta nikah ini.
Pada suatu ketika Yesus berbicara kepada para imam kepala dan pemuka rakyat dengan memakai perumpamaan. Ia bersabda, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah itu tetapi mereka tidak mau datang.
Raja itu menyuruh pula hamba-hamba lain dengan pesan, ‘Katakanlah kepada para undangan: Hidanganku sudah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih. Semuanya telah tersedia. Datanglah ke perjamuan nikah ini.’ Tetapi para undangan itu tidak mengindahkannya. Ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap para hamba itu, menyiksa dan membunuhnya.
Maka murkalah raja itu. Ia lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Kemudian ia berkata kepada para hamba, ‘Perjamuan nikah telah tersedia, tetapi yang diundang tidak layak untuk itu.
Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kalian jumpai di sana ke perjamuan nikah itu. Maka pergilah para hamba dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan nikah itu dengan tamu.
Ketika raja masuk hendak menemui para tamu, ia melihat seorang tamu yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya, ‘Hai saudara, bagaimana Saudara masuk tanpa berpakaian pesta?’ Tetapi orang itu diam saja.
Maka raja lalu berkata kepada para hamba, ‘Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap; di sana akan ada ratap dan kertak gigi.’ Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
“Tak berpakaian pesta”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Sering kali kita merasa bahwa “datang” saja sudah cukup: hadir di pertemuan ibadat, berada dalam komunitas, atau mengaku iman. Namun Injil hari ini mengingatkan bahwa Kerajaan Allah bukan hanya soal kehadiran lahiriah, melainkan juga kesiapan hati. Santo Bernardus, melalui semangat hidupnya mengajarkan bahwa iman sejati selalu menuntun pada perubahan batin dan cara hidup. Tema “tak berpakaian pesta” menjadi pertanyaan tajam: apakah kita datang kepada Allah dengan iman yang hidup, atau hanya dengan “tampilan” luar?
Saudara-saudari terkasih.
Yehezkiel dalam bacaan ini (Yeh. 36:23-28) berbicara tentang Allah yang bertindak untuk memulihkan umat-Nya: Allah menyucikan nama-Nya lewat pemulihan itu. Ia menegaskan bahwa Ia akan menaruh “roh” yang baru di dalam diri umat sehingga mereka berjalan dalam ketetapan-ketetapan-Nya. Dan dalam Injil (Mat. 22:1-14), Yesus menceritakan perumpamaan tentang jamuan kawin. Banyak orang menolak undangan, lalu akhirnya undangan diperluas kepada siapa pun yang ditemukan. Namun saat raja masuk untuk melihat tamu, ada seorang yang datang tanpa pakaian pesta. Allah mengundang semua, tetapi respons kita harus sesuai. “Pakaian pesta” melambangkan kesiapan batin dan hidup yang mencerminkan rahmat yang diterima. Refleksi kita adalah “Allah mengundang lebih dulu”: Banyak orang dalam perumpamaan menolak undangan; namun yang lain datang. Masalahnya bukan karena mereka “tidak dipilih”, melainkan karena mereka tidak membawa sikap yang selaras. Kita belajar bahwa rahmat Allah harus diterjemahkan dalam cara hidup yang benar. “Pertobatan sejati”: Yehezkiel menubuatkan “roh yang baru”. Maka “pakaian pesta” bukan sekadar kesan baik, melainkan pembaruan hati: kejujuran, kasih, dan tindakan yang konsisten. “Iman yang menyatu dengan Allah”: Sebagai abas, St. Bernardus dikenal sebagai pribadi yang menekankan kasih dan kemurnian batin. Dalam terang perumpamaan ini, kita diajak bertanya: apakah ibadat, renungan, dan doa kita sungguh mengubah cara kita memperlakukan orang lain? Jika tidak, kita mungkin “hadir”, tetapi belum “berpakaian pesta”.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, “Tak berpakaian pesta” berarti datang kepada Tuhan tanpa perubahan batin yang selaras dengan rahmat-Nya. Kedua, Allah memulihkan dan mengubah hati umat, sehingga hidup menjadi baru dan berbuah. Ketiga, teladan Santo Bernardus menegaskan: iman yang sungguh bersatu dengan Allah akan tampak nyata dalam cara kita hidup. Tuhan memberkati kita. (sumber the katolik.com/kgg).