TRIBUN-SULBAR.COM, MAMUJU TENGAH - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamuju Tengah bersama ratusan umat Muslim menggelar sholat Istisqa di halaman Kantor Bupati, Jalan Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (20/8/2026).
Dikarenakan, kemarau panjang tidak kunjung usai dan diprediksi masih berlanjut hingga awal tahun 2027.
Bupati Mamuju Tengah, Arsal Aras, mengungkapkan bahwa kekeringan melanda wilayahnya selama dua bulan terakhir telah memberikan dampak masif terhadap masyarakat.
Baca juga: 260 Bakal Cakades di Polman Tes Urine, Semua Dinyatakan Negatif Narkoba
Baca juga: 80 Persen Pencari Kerja Mamuju Pilih Morowali, Lapangan Kerja di Daerah Masih Susah
Menurutnya, lebih dari 20 desa di Mamuju Tengah terdampak parah, ditandai dengan meningkatnya kejadian kebakaran lahan dan krisis air bersih melanda pemukiman warga.
"Kondisi ini mendorong kami untuk tidak hanya mengandalkan upaya teknis, tetapi juga langkah spiritual. Kami berinisiatif berkoordinasi dan berkonsultasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk melaksanakan sholat Istisqa," ujar Bupati Arsal Aras di lokasi kegiatan, halaman Kantor Bupati, Jl Tammauni Pue Ballung, Desa Tobadak, Kecamatan Tobadak, Kamis (20/8/2026).
Berdasarkan hasil konsultasi dengan MUI Mamuju Tengah, seluruh syarat dan ketentuan fiqih untuk pelaksanaan sholat sunnah meminta hujan ini telah terpenuhi.
Oleh karena itu, Pemkab secara resmi mengundang seluruh elemen masyarakat, mulai dari para santri pondok pesantren, kaum muslimin, alim ulama, tokoh masyarakat, hingga jajaran TNI dan Polri untuk bersama-sama mengikuti ibadah tersebut.
Ketua MUI Mamuju Tengah, KM Muhammad Anwar Hasan, bertindak langsung sebagai imam memimpin jalannya sholat dan doa.
Kegiatan ini juga turut dihadiri oleh Wakil Bupati, Kapolres, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) lainnya.
Pelaksanaan sholat Istisqa kali ini tercatat sebagai momen bersejarah bagi warga Mamuju Tengah.
Bupati Arsal menegaskan, ini merupakan kali pertama kegiatan digelar secara berjamaah di daerah Bumi Lalla' Tassisara' julukan Kabupaten Mamuju Tengah.
Hal yang sama disampaikan oleh Sekretaris MUI Mamuju Tengah, Lalu Rahman, yang mengaku baru pertama kali mengikuti sholat Istisqa secara berjamaah di wilayah Mamuju Tengah sejak tahun 1986.
"Sejak 40 tahun saya tinggal di Mamuju Tengah, bahkan sebelum daerah ini terbentuk menjadi kabupaten, ini adalah pertama kalinya sholat Istisqa digelar secara berjamaah," ungkap Lalu Rahman.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi bahwa fenomena El-Nino berpotensi berlangsung hingga awal tahun 2027.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berdampak pada wilayah Mamuju Tengah dan sekitarnya dalam beberapa bulan ke depan.
Dengan prediksi tersebut, pemerintah berharap melalui sholat Istisqa ini, doa bersama masyarakat dapat segera dikabulkan agar hujan turun membasahi bumi Mamuju Tengah.
Selain upaya spiritual, Pemkab juga terus mendistribusikan bantuan air bersih kepada 20 desa terdampak serta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran lahan selama musim kemarau berlangsung.(*)
Laporan wartawan Tribun Sulbar, Sandi Anugrah