SURYA.CO.ID - Atmosfer DBL Arena Surabaya kembali memanas pada Selasa, 18 Agustus 2026. Kali ini, perhatian ribuan pasang mata tertuju pada tribun yang ditempati Sixers Mania, kelompok suporter setia SMAN 6 Surabaya.
Setelah sebelumnya sukses membawakan karakter antagonis, kini mereka menghadirkan sosok protagonis ikonik dari anime Solo Leveling, Sung Jin-Woo, dalam sebuah koreografi megah.
Pemilihan tokoh Sung Jin-Woo bukanlah tanpa alasan. Karakter yang awalnya dijuluki sebagai "The Weakest Weapon of Mankind" ini memiliki perjalanan hidup yang emosional, mulai dari titik terendah hingga bangkit menjadi sosok yang tak tertandingi. Semangat kebangkitan inilah yang ingin ditularkan oleh Sixers Mania.
Djibril Ravan Sahl Muhammad, salah satu capo Sixers Mania, mengungkapkan bahwa narasi kebangkitan karakter tersebut sangat relevan dengan kondisi suporter mereka saat ini.
“Sixers Mania ini kan jarang terlihat. Sekalinya terlihat langsung di DBL Arena. Ibaratnya seolah muncul dengan wujud yang lebih kuat,” jelas Djibril saat ditemui di sela-sela pertandingan Honda DBL with Kopi Good Day 2026 East Java-North.
Tidak hanya menampilkan sosok Sung Jin-Woo, Sixers Mania juga menyertakan detail pasukan bayangan (shadow army) dalam koreografi mereka. Dalam ceritanya, pasukan ini adalah kekuatan setia yang selalu mendukung sang karakter utama dalam setiap pertempuran.
Secara filosofis, sosok Sung Jin-Woo di koreografi tersebut melambangkan para pemain SMAN 6 Surabaya yang tengah berjihad di lapangan demi nama baik sekolah. Sementara itu, Sixers Mania memosisikan diri sebagai pasukan bayangan yang siap memberikan dukungan moril tanpa henti dari tribun.
Proses penentuan konsep ini pun tidak dilakukan secara sembarangan. Menurut Djibril, tim koordinator melakukan riset mendalam untuk menemukan karakter yang paling mewakili identitas mereka musim ini.
“Kami kulik-kulik dulu, mana karakter yang cocok dengan tema koreo kami,” terangnya.
Kemegahan visual yang tersaji di DBL Arena tersebut merupakan hasil kerja keras kolektif. Menariknya, seluruh proses pengerjaan koreografi dilakukan secara manual menggunakan tangan, mulai dari tahap awal hingga penyelesaian.
“Awalnya kami buat sketsa dulu, baru kami blok pakai kuas. Proses ini dikerjakan sama seluruh anak koor yang berjumlah 30 orang, Kak,” beber Djibril mengenai detail teknis pembuatannya.
Dedikasi luar biasa dari para suporter ini akhirnya terbayar lunas. Perjuangan mereka di tribun berbanding lurus dengan performa impresif tim putra SMAN 6 Surabaya di lapangan. SMAN 6 Surabaya berhasil menumbangkan perlawanan SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dengan skor telak 31-11.
Kemenangan ini disambut penuh rasa syukur oleh para suporter. “Mereka mainnya konsisten, performanya bagus. Ibaratnya usaha kami membawa koreo ini terbalaskan lah,” tutup Djibril dengan raut wajah bahagia.
Kompetisi Honda DBL with Kopi Good Day 2026-2027 dipastikan akan semakin meriah dengan jangkauan di 31 kota yang tersebar di 22 provinsi Indonesia.
Melalui ajang ini, DBL Indonesia berkomitmen mencari student-athlete terbaik untuk bergabung dalam DBL Indonesia All-Star melalui program seleksi ketat di DBL Camp.
Selain kompetisi basket utama, musim ini juga kembali menghadirkan AZA 3X3 Competition dan AQUA DBL Dance 2026-2027 dengan tema inspiratif "100 persen Indonesia".
Bagi para penggemar yang tidak bisa hadir langsung, seluruh rangkaian pertandingan dapat disaksikan melalui siaran langsung di kanal YouTube DBL Play, serta YouTube Good Day ID khusus untuk babak final.