Target Investasi Rp 43 Triliun, Surabaya Andalkan Klinik Investasi dan AI
Titis Jati Permata August 20, 2026 01:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA — Pemkot Surabaya menargetkan realisasi investasi dalam negeri maupun asing meningkat tahun ini.

Untuk mencapai target tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah inovasi pelayanan.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, capaian investasi di Kota Pahlawan menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir.

Melanjutkan tren tersebut, target realisasi investasi Surabaya tahun ini berada di kisaran Rp43 triliun.

"Untuk target realisasi investasi Surabaya tahun ini sekitar Rp43 triliun. Jadi, setiap tahun kan naik. Setiap tahun naik dari Rp35 triliun sampai saat ini adalah Rp43 triliun dan alhamdulillah selalu tercapai," kata Wali Kota Eri ketika dikonfirmasi di Surabaya, Kamis (20/8/2026).

Realisasi Investasi Surabaya Terus Meningkat

Berdasarkan data realisasi investasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Surabaya, nilai investasi melalui Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada 2024 mencapai Rp40,476 triliun.

Angka tersebut kembali meningkat menjadi Rp43,605 triliun pada 2025.

Sementara itu, pada Triwulan I 2026, realisasi investasi tercatat Rp9,151 triliun dari 4.160 proyek PMA/PMDN.

Terdiri atas 3.562 proyek PMDN dan 598 proyek PMA, nilai investasi tahun ini telah menyerap 7.220 pekerja.

Wali Kota optimistis realisasi tahun ini bisa melampaui capaian tahun lalu yang mencapai Rp 43 triliun. 

Dia mengatakan, peningkatan investasi tidak terlepas dari dukungan pemerintah pusat, terutama dalam memberikan arahan ketika Pemkot Surabaya menghadapi persoalan dalam proses investasi.

"Ketika kita konsultasi, ketika kita ada permasalahan, kementerian selalu memberikan support dan memberikan arahan terkait bagaimana jalan keluarnya. Sehingga investasi di Surabaya tetap terjaga dan alhamdulillah setiap tahun juga meningkat," ujarnya.

Pemkot Surabaya Siapkan Klinik Investasi

Untuk mempertahankan tren tersebut, Pemkot Surabaya menyiapkan sejumlah inovasi pelayanan.

Salah satunya adalah sistem pemantauan perizinan yang memungkinkan proses perizinan dipantau secara langsung oleh pimpinan.

Menurut dia, dirinya dapat mengetahui berapa jumlah perizinan yang masuk, berapa yang telah selesai, hingga proses mana yang masih berjalan.

"Jadi, berapa perizinan yang masuk, berapa yang selesai. Yang kedua, kami juga memberikan kepastian kepada investasi karena kami punya Klinik Investasi," katanya.

Klinik Investasi tersebut tidak hanya membantu persoalan administrasi perizinan.

Pemkot juga memberikan pendampingan kepada calon investor dalam menghitung kelayakan investasi, termasuk memperkirakan kapan titik balik modal atau break even point (BEP) dan kebutuhan waktu pembangunan.

Layanan Investasi Surabaya Manfaatkan AI

Terobosan lainnya adalah pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pelayanan investasi.

Melalui sistem tersebut, pemohon dapat mengetahui persyaratan yang dibutuhkan dan perkembangan berkas hanya melalui telepon seluler.

Di sisi pemerintah, sistem yang sama membantu memantau permohonan yang belum selesai.

"Jadi, kami mempermudah orang untuk investasi karena apa? Kami hidup dari investasi. Ketika investasi bergerak, maka pertumbuhan ekonomi Surabaya juga bergerak," tegasnya.

Menurut Cak Eri, kemudahan dan kepastian pelayanan menjadi faktor penting untuk membangun kepercayaan investor.

Ia menekankan, investor harus memperoleh pelayanan yang jelas dan tidak dibebani biaya di luar ketentuan.

"Inovasi ini nantinya akan mempermudah tercapainya target. Karena inovasi tadi mempermudah. Otomatis ketika investasi itu lebih mudah dan tidak ada biaya yang dikeluarkan selain biaya yang memang sudah ditentukan, maka dia akan menjadi ada trust, ada kepercayaan," kata Wali Kota dua periode ini.

Inovasi Layanan Investasi Masuk Penilaian ALI

Inovasi layanan investasi tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM saat berkunjung ke Surabaya dan bertemu di Balai Kota, Kamis (20/8/2026).

Kunjungan kementerian tersebut merupakan bagian dari uji petik dalam rangkaian penilaian Anugerah Layanan Investasi (ALI).

Meski masuk dalam rangkaian penilaian penghargaan, Cak Eri menegaskan Pemkot Surabaya tidak menjadikan penghargaan sebagai tujuan utama.

"Kami ini bukan mengejar penghargaan. Tapi bagaimana hasil pekerjaan itu bisa bermanfaat untuk masyarakat. Penghargaan itu bonusnya," katanya.

Bagi Eri, ukuran keberhasilan pemerintah bukan semata-mata penghargaan, melainkan dampak nyata dari kebijakan yang dijalankan, termasuk investasi yang bergerak, penurunan angka kemiskinan, hingga penurunan stunting.

"Buat kami sasaran utama bagaimana investasi bergerak, kemiskinan berkurang, stunting-nya berkurang, itulah hadirnya pemerintah pintar sebenarnya."

Surabaya Masuk Enam Nomine ALI

Uji petik dilakukan untuk memastikan berbagai fasilitas dan inovasi pelayanan yang sebelumnya dipaparkan Pemkot Surabaya sesuai dengan data yang telah diunggah dalam sistem penilaian.

Direktur Kerja Sama Pelaksanaan Berusaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Hasyim Daeng Barang, mengatakan, sebelumnya Eri Cahyadi telah memaparkan seluruh fasilitas pelayanan investasi yang tersedia di Surabaya.

"Hari ini kami bersama Pak Wakil Ketua Kadin akan mengecek uji petik ini, mengecek apa yang sudah dipaparkan oleh Pak Wali, apakah sudah sesuai dengan data yang sudah di-upload dalam penilaian kinerja ini," kata Hasyim.

Ia menjelaskan, penilaian ALI mencakup dua aspek utama, yakni Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) dan Percepatan Pelaksanaan Berusaha (PPB).

"Terkait aspek yang akan dinilai, kita ada dua aspek. Dari aspek yang kita nilai, aspek PTSP-nya dan PPB-nya. Di situ ada lima kriteria dan tiga kriteria sudah kami ada di dalam sistem," ujarnya.

Surabaya menjadi satu di antara enam kota yang masuk nominasi kategori Kota pada ajang penghargaan tersebut.

Setelah pemaparan pada Kamis (6/8/2026) dan uji petik pada Kamis (20/8/2026), Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) akan segera menentukan kota terbaik dalam ALI pada September mendatang.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.