TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, menanggapi dua kecelakaan maut yang merenggut nyawa tiga pelajar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Husin mengaku prihatin dan menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut. Ia menilai kecelakaan yang kembali terjadi dan melibatkan kendaraan berat perlu menjadi perhatian serius pihak terkait, khususnya Dinas Perhubungan (Dishub).
Menurutnya, pengawasan terhadap kendaraan bertonase besar, terutama trailer, tronton, dan kontainer, perlu diperketat untuk mencegah kecelakaan serupa kembali terjadi.
"Kita sudah mengingatkan kepada Dinas Perhubungan untuk memperingatkan, terutama kendaraan trailer, tronton maupun kontainer, agar mematuhi jam-jam operasionalnya," kata Husin kepada TribunPontianak.co.id, Kamis, 20 Agustus 2026.
Baca juga: Duka Kota Pontianak! 3 Pelajar Tewas Kecelakaan Terlindas Tronton Kurang dari 24 Jam
Husin mengatakan, aturan mengenai jam operasional kendaraan berat bukan sekadar formalitas.
Aturan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keselamatan seluruh pengguna jalan, terutama pada jam-jam padat ketika aktivitas masyarakat dan pelajar meningkat.
Karena itu, ia meminta petugas di lapangan tidak hanya memberikan imbauan, tetapi juga melakukan penindakan secara tegas terhadap kendaraan yang kedapatan melanggar aturan.
"Kami meminta agar petugas bisa menindak tegas kendaraan yang melanggar aturan. Jangan sampai aturan yang sudah dibuat tidak dijalankan secara konsisten," tegasnya.
Ia juga menilai perlu dilakukan evaluasi terhadap sistem pengawasan kendaraan berat di Kota Pontianak menyusul terjadinya kecelakaan yang menelan korban jiwa.
Menurut Husin, keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Karena itu, pengawasan dan penegakan aturan terhadap kendaraan berat perlu dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.
"Jangan sampai kita baru bertindak setelah terjadi kecelakaan dan ada korban jiwa. Pencegahan harus dilakukan sejak awal," pungkasnya.
Peristiwa pilu yang merenggut nyawa korban terjadi tepat di depan Rumah Makan Jawa sekitar pukul 15.30 WIB.
Saat arus lalu lintas sedang padat oleh aktivitas warga yang hendak pulang ke rumah, jerit tangis dan kepanikan pecah di pinggir jalan.
Kasi Humas Polresta Pontianak, AKP Wagitri, membenarkan kabar duka tersebut.
Ia mengonfirmasi bahwa nyawa korban tidak dapat tertolong setelah sempat dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis darurat.
"Korban pengendara sepeda motor meninggal dunia setelah sempat dibawa ke rumah sakit. Korban mengalami luka yang sangat berat di beberapa bagian tubuh," ujar AKP Wagitri saat memberikan keterangan kepada Tribunpontianak.co.id, Kamis 20 Agustus 2026.
Suasana haru menyelimuti ruang instalasi gawat darurat saat tubuh mungil pelajar tersebut tiba di RSUD Soedarso Pontianak.
Tim medis sempat berupaya maksimal menangani luka memar parah di bagian perut, cedera kepala berat, hingga luka di area wajah.
Namun takdir berkata lain, Suco dihembuskan napas terakhirnya di rumah sakit.
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) oleh Satlantas Polresta Pontianak, insiden memilukan ini bermula ketika mobil trailer Hino melaju tenang dari arah Jalan Imam Bonjol menuju arah Simpang Brimob.
Di saat bersamaan, sepeda motor Honda Scoopy yang dikendarai Suco melaju dari arah yang sama dan berusaha mendahului bodi trailer dari sebelah kanan.
Diduga karena ruang gerak yang terbatas di jalur aspal selebar 8 meter tersebut, posisi motor korban melebar ke kanan.
Nahas, dari arah berlawanan melintas kendaraan lain yang belum diketahui identitasnya. Ruang yang makin menyempit membuat sepeda motor korban bersenggolan dengan kendaraan dari arah berlawanan.
Seketika, tubuh remaja itu terlempar jatuh ke kolong kanan gandengan trailer yang sedang melintas.
"Dari hasil penyelidikan sementara, faktor manuver mendahului di tengah kondisi cuaca gerimis dan jalanan basah menjadi pemicu utama. Korban terjatuh ke bawah bagian gandengan dan terlindas ban kanan trailer," jelas AKP Wagitri memilukan.
Sementara itu, pengemudi mobil trailer, Irawan Putra, tidak mengalami luka fisik, namun tampak syok menyaksikan peristiwa maut yang menimpa pelajar tersebut.
Kerugian materiil dari kerusakan kendaraan diperkirakan mencapai Rp3 juta.
Kepergian Suco Justin Joan di jalan raya menjadi duka mendalam tak hanya bagi keluarga yang menantikan kepulangannya di rumah, tetapi juga menjadi pengingat kelam bagi seluruh orang tua dan para pengendara muda di Kota Pontianak.
Polresta Pontianak tak jemu mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan serta terus mengingatkan anak-anak muda akan pentingnya kehati-hatian, kesabaran, dan kewaspadaan tinggi saat memacu kendaraan di jalan raya—sebab keselamatan adalah kerinduan terbesar setiap keluarga yang menunggu di rumah.