4 Siswa di Kampar Diduga Keracunan MBG Masih Dirawat di Puskesmas Tapung
Sesri August 20, 2026 06:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Empat siswa yang mengalami gejala keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapung Hulu, Kabupaten Kampar hingga saat ini masih menjalani perawatan.

Dinas Kesehatan Kampar mencatat total siswa yang keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Tapung Hulu sebanyak 151 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kampar, Zulhendra Das'at melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Elfian menyebutkan, terdiri dari 138 siswa dan guru SMK Negeri 1 Tapung Hulu serta 13 siswa SD Negeri 008 Rimba Beringin. 

Mereka dirawat tersebar di beberapa fasilitas kesehatan (faskes). Antara lain, Puskesmas Tapung, Puskesmas Sukaramai Tapung Hulu dan RS Tandun Kabupaten Rokan Hulu. 

Data Tribunpekanbaru.com, ada 20 siswa yang ditangani di Klinik Praktik Mandiri Bidan (PMB) Bidan Deby Sintia Dewi STr.Keb. Jalan Garuda Desa Petapahan Jaya Kecamatan Tapung. 

Para siswa mengalami gejala keracunan sejak Selasa (18/8/2026). Korban masih bertambah hingga Kamis (20/8/2026). 

"Ada 4 orang (masih dirawat) di Puskesmas Tapung Perawatan. Ini yang masuk tadi pagi," katanya kepada Tribunpekanbaru.com.

Baca juga: Bidan Ini Rawat 20 Murid SMK yang Keracunan MBG di Tapung Hulu Kampar, Ungkap Menu yang Dimakan

Menurut dia, mereka mengalami gejala keracunan makanan.

"Mereka mengalami pusing, mual, muntah, sakit perut dan diare," ujarnya.

SPPG Kena Suspend

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Kemuning di Kabupaten Kampar, Riau, dikenakan sanksi suspend atau penghentian sementara operasional.

Hal ini buntut kejadian puluhan pelajar penerima manfaat Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan SPPG tersebut, diduga mengalami keracunan, Rabu (19/8/2026).

Puluhan siswa dan siswi dari 2 sekolah, yakni SDN 008 Rimba Beringin dan SMKN 1 Tapung Hulu, mengalami gejala mual dan muntah. 

Mereka kemudian dilarikan ke fasilitas kesehatan seperti puskesmas dan klinik terdekat.

"SPPG-nya sudah langsung di-suspend per hari kemarin," kata Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Pekanbaru, Syartiwidya, Kamis (20/8/2026).

Syartiwidya menyebut, saat ini penyebab keracunan masih didalami. Sampel makanan sedang diperiksa di laboratorium.

"Masih dalam pemeriksaan lab," tuturnya.

Wanita yang akrab disapa Widya ini menuturkan, menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, ayam sup, tahu goreng, mentimun, dan pisang.

Informasinya, total ada 71 orang korban keracunan MBG. Namun jumlah ini, belum terkonfirmasi.

Dari para korban keracunan MBG, bahkan ada yang sampai dirujuk ke Rumah Sakit Tandun.

Diketahui, SPPG Bukit Kemuning, berada dalam naungan Yayasan Tunas Maju Karya.

SPPG mulai beroperasi pada 19 Januari 2026. Jumlah penerima manfaat mencapai 2.583 orang, yang terdiri dari 8 kelompok penerima manfaat.

(Tribunpekanbaru.com/ Fernando Sihombing)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.